Ibrahim Amnur
Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan dan Kedokteran Sosial, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendidikan seksual berbasis collaborative learning bagi pendidik sebaya di sekolah Ibrahim Amnur; Yayi Suryo Prabandari; Mora Claramita
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 32, No 5 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.664 KB) | DOI: 10.22146/bkm.7328

Abstract

Latar belakang: Pendidikan seksual merupakan hal yang penting dalam kehidupan remaja guna meningkatkan pengetahuan remaja dalam konteks biologis, kognitif dan sosial emosional, progresi perkembangan dan isu-isu remaja. Pendidik/tutor sebaya merupakan metode pendidikan yang terbukti dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan remaja dalam meningkatkan perilaku seksual yang aman di kalangan mahasiswa dalam perilaku seksual. Salah satu metode baru yang dapat diaplikasikan dalam pelatihan pendidik/tutor sebaya dengan tujuan tersebut di atas adalah dengan collaborative learning. Dalam pelaksanaannya, metode collaborative learning perlu dievaluasi. Peneliti akan menggunakan metode evaluasi Kirkpatrick. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan metode collaborative learning dievaluasi menurut metode Kirkpatrick bagi pendidik sebaya tentang pendidikan seksual di sekolah.Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan disain quasi experimental. Pendidik/tutor sebaya dari 2 sekolah dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol.Hasil: Sebagian besar peserta kelompok intervensi puas dengan hasil pelatihan. Ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada kelompok kontrol dan intervensi pada saat pretest dan posttest. Peningkatan pengetahuan dan keterampialn peserta dengan pelatihan collaborative learning lebih baik dibanding dengan kelompok kontrol' Kelompok intervensi melakukan kegiatan hasil dari pelatihan collaborative learning yang diberikan.Kesimpulan: Dengan pelatihan metode collaborative learning, peserta bertambah pengetahuan dan keterampilan secara signifikan setelah mendapatkan pelatihan collaborative learning dibandingkan dengan kelompok kontrol, peserta menerapkan hasil pelatihan tentang pendidikan seksual di sekolah seperti melakukan penyuluhan kesehatan dan pembagian brosur tentang pendidikan seksual.