Pendahuluan: Kematian bayi akibat diare merupakan kasus tertinggi pada situasi bencana. Pemberian makan bayi dan anak (PMBA) berperan dalam mengatasi hal tersebut.Tujuan: Untuk menggambarkan gerakan organisasi filantropi dalam pemberian makan bayi dan anak, penyintas Banjir Bandung Selatan.Metode: Penelitian menggunakan metode kualitatif dan desain studi kasus. Penelitian ini mengulas partisipasi organisasi filantropi pada pemberian makan bayi dan anak pasca bencana banjir di Bandung Selatan Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitin ini disajikan dalam bentuk naratif.Hasil: Terdapat tiga organisasi filantropi yang berpartisipasi pada pemberian makan bayi dan anak pasca bencana banjir di Bandung Selatan yaitu Kidzsmile Foundation, Dompet Dhuafa dan Healthy Homemade Baby Food (HHBF). Organisasi tersebut berperan membantu penyintas berupa meningkatkan kesadaran masyarakat, menyediakan makanan lokal yang sesuai untuk makanan bayi dan anak, konseling menyusui dan pendidikan gizi. Salah satu organisasi (Kidzsmile Foundation) juga mengembangkan jaringan dan melakukan advokasi pada Forum Pengurangan Risiko Bencana Jawa Barat (FPRB) terkait pemberian makan bayi dan anak saat banjir guna menghasilkan kebijakan PMBA bagi organisasi-organisasi filantropi. FPRB Jabar berperan penting dalam koordinasi dan distribusi pengganti ASI (breast-milk subtitutes) bagi penyintas saat terjadi bencana. Organisasi filantropi menjadi wadah masyarakat untuk menjembatani adanya gap dalam penanganan penyintas pasca bencana. Pedoman kegiatan gizi dalam penanggulangan bencana belum optimal. Sehingga keterlibatan sektor pemerintah terkait PMBA perlu mendapatkan perhatian serius.Kesimpulan: Koordinasi organisasi filantropi dan sektor pemerintah berperan penting dalam mempromosikan praktik pemberian makan bayi dan anak pada situasi bencana.