Teguh Waluyo
Puskesmas Gabus I Kabupaten Pati

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi kepala puskesmas mengoptimalkan work engagement bidan desa di wilayah pedesaan Kabupaten Pati (pengalaman di Puskesmas Gabus I) Nadia Syukria; Teguh Waluyo
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.301 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37706

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan strategi kebijakan dan langkah konkreat yang diambil kepala puskesmas untuk mengoptimalkan work engagement bidan desa dalam program kesehatan ibu dan anak, yang dalam hal ini berfokus pada program post natal care. Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik pengambilan data observasi partisipasi bidan desa Puskesmas Gabus I dan wawancara mendalam dengan kapus serta pihak-pihak terkait. Kepala puskesmas memberikan keleluasaan dan kewenangan penuh namun bersyarat kepada bidan desa dalam mengelola ANC, PNC dan program lain terkait kesehatan ibu. Hasil strategi tersebut melahirkan inisiatif bidan desa seperti memiliki peralatan tambahan di poskesdes/polindes selain standar yang ditentukan, membentuk whatsapp group bagi bumil dan bufas, dan terjalin kerjasama yang kuat dengan pemerintahan desa dan warga setempat. Kapus memposisikan semua bidan desa sebagai partner kerja dengan perlakuan sama namun tetap berdasar asas keadilan. Sesama bidan desa bekerjasama dan bahu membahu melayani masyarakat tanpa adanya persaingan dan perselisihan, nilai tertinggi work engagement bidan desa terletak pada kenyamanan bekerja dan dukungan dari pimpinan meskipun masing-masing personal finansial tidak tercukupi. Bentuk monitoring dan evaluasi yang dilakukan kapus terhadap bidan desa selain dari laporan juga dilakukan sidak pada masyarakat tanpa atau dengan diketahui bidan desa, pemantauan kegiatan menggunakan chat maupun video call secara pribadi dan apabila bidan desa mendapat masalah, kapus tidak hanya menjadi juri namun juga memposisikan diri sebagai tim untuk menemukan solusi. Berdasarkan data yang dihimpun, dalam sepuluh tahun terakhir kejadian kematian ibu baik pada masa hamil, melahirkan maupun nifas hanya terdapat satu atau dua kasus saja dan lebih sering nol kasus kematian ibu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan, kerjasama dan strategi kebijakan kepala puskesmas yang tepat menjadi salah satu faktor utama mendorong work engagement bidan desa dalam menyelesaikan tanggungjawab dan mengoptimalkan kinerja. Implikasi praktis dari work engagement tersebut adalah pelayanan PNC yang optimal sehingga kesehatan ibu dan bayi terpantau sejak dini dan berkelanjutan.