Reinpal Falefi
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kualitas Hidup pedagang kaki lima : Perspektif Lingkungan Eka Aulia; Reinpal Falefi; Farid Farhan; Arbitra Ruapertiwi
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.8 KB) | DOI: 10.22146/bkm.39868

Abstract

Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas hidup pedagang kaki lima pada indikator lingkungan. Metode:  Penelitian ini menggunakan desain cross- sectional, pengambilan data dengan menggunakan kuisioner dari The Bref  Version of World Health Organization’s Quality of Life Questionere dengan  indikator lingkungan , Jumlah responden sebanyak 98 orang pedagang kaki lima di kota Medan. Hasil : Tingkat kesehatan lingkungan tempat tinggal pedagang kaki lima berada paling banyak pada katagori memuaskan dengan frequensi sebesar 63 orang atau presentase sebesar 64,3% (CI 95% = 54,1 -73,5).  Tingkat kepuasan pedagang kaki lima dengan kondisi tempat tinggalnya berada paling banyak pada katagori memuaskan dengan frequensi sebesar 56 orang atau presentase sebesar  57,1 % (CI 95% = 48-67,3). Tingkat kepuasan pedagang kaki lima terhadap pelayanan kesehatan yang didapatkan berada paling banyak pada kategori cukup baik dengan frequensi sebesar 49 orang atau presentase sebesar 50% (CI 95%= 39,8 - 60,2). Tingkat kepuasan pedagang kaki lima terhadap transportasi menunjukan paling banyak pada kategori cukup baik dengan frequensi sebesar 39 orang atau presentase sebesar 39,8 % (CI 95% = 29,6 - 49). Tingkat  penerimaan informasi pedagang kaki lima menunjukan paling banyak  pada kategori memuaskan dengan presentase 59 orang atau frequensi sebesar 60,2% (CI 95% = 50 - 70,4). Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa gambaran kualitas hidup pedagang kaki lima dengan indikator lingkungan menunjukan kategori memuaskan yaitu pada tingkat kesehatan lingkungan,tingkat kepuasan tempat tinggal dan kondisi tempat tinggalnya serta tingkat penerimaan informasi. Pada kategori cukup baik yaitu pada pelayanan kesehatan dan kepuasan terhadap transportasi.
Kualitas Hidup Pedagang Kaki Lima : Perspektif Sosial Farid Farhan; Reinpal Falefi; Eka Aulia; Arbitra Ruapertiwi
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1591.283 KB) | DOI: 10.22146/bkm.39869

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kualitas hidup pedagang kaki lima di Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia dari indikator sosial.  Metode: Penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 98 orang pedagang kaki lima di Kota Medan secara acak. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2018. Penggambilan data dengan menggunakan kuisioner dari The Bref Version of World Health Organizations’s Quality of Life Questionere dengan indikator sosial untuk mengukur kualitas hidup pedagang kaki lima di Kota Medan. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa indikator dari tingkat kemampuan bergaul pedagang kaki lima berada paling banyak pada kategori baik dengan presentase sebesar 53,1% dan dengan frekuensi sebanyak 52 orang (CI 95% = sebesar 42,9% - 63,3%). Indikator dari tingkat kepuasan hubungan sosial pedagang kaki lima berada paling banyak berada kategori memuaskan dengan presentase sebesar 50% dan dengan frekuensi sebanyak 49 orang (CI 95%= sebesar 40,8% - 60,2%). Indikator dari dukungan teman terhadap pedagang kaki lima berada paling banyak pada kategori memuaskan sebesar 49% dan dengan frekuensi sebanyak 48 orang (CI 95%= sebesar 39.8% - 69,2%). Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa tingkat kemampuan bergaul pedagang kaki lima berada pada kategori baik, pada tingkat kepuasan hubungan sosial pedagang kaki lima berada pada kategori memuaskan, dan pada tingkat dukungan teman terhadap pedagang kaki lima berada pada kategori memuaskan.
PHS4 Kualitas Hidup Pedagang Kaki Lima: Perspektif Fisik Reinpal Falefi; Farid Farhan; Eka Aulia Nasution; Arbitra Morlindah Ruapertiwi
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.541 KB) | DOI: 10.22146/bkm.39873

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kualitas hidup pedagang kaki lima pada indikator fisik. Metode: Metode pada penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Pengambilan data menggunakan kuesioner The Bref Version of World Health Organization's Quality of Life Questionnaire dengan indikator fisik. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 98 responden pedagang kaki lima di Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia tahun 2018. Hasil: Tingkat kualitas hidup berdasarkan kepuasan terhadap kesehatan diri paling banyak pada kategori memuaskan dengan persentase sebesar 55,1% (CI 95% = 44,9 - 64,3%), sakit menghambat pekerjaan paling banyak pada kategori sedikit dengan persentase sebesar 55,1% (CI 95% = 45,9 - 64,3%), kebutuhan obat dan terapi medis paling banyak pada indikator sedikit dengan persentase sebesar 34,7% (CI 95% = 25,5 - 43,9%), tingkat konsentrasi responden paling banyak pada kategori baik dengan persentase sebesar 40,8% (CI 95% = 30,6 - 50,0%), semangat melakukan aktivitas paling banyak pada kategori sangat memuaskan dengan persentase sebesar 33,7% (CI 95% = 24,5 - 43,9%), kecukupan tidur paling banyak pada kategori cukup dengan persentase sebesar 48% (CI 95% = 38,8 - 57,1%) dan kepuasan seksual paling banyak pada kategori buruk dengan persentase sebesar 34,7% (CI 95% = 25,5 - 44,9%). Simpulan: Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan terhadap kesehatan diri paling banyak pada kategori baik, sakit menghambat pekerjaan paling banyak pada kategori sedikit, kebutuhan obat dan terapi medis paling banyak pada indikator sedikit, tingkat konsentrasi responden paling banyak pada kategori baik, semangat melakukan aktivitas paling banyak pada kategori sangat memuaskan, kecukupan tidur pada kategori cukup dan kepuasan seksual paling banyak pada kategori buruk.
PHS4 Psychological Perspective Quality of Life Street Seller in Medan City Arbitra Morlindah Ruapertiwi; Reinpal Falefi; Farid Farhan; Eka Aulia Nasution
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.691 KB) | DOI: 10.22146/bkm.39876

Abstract

Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran deskriptif kualitas hidup pedagang kaki lima di Kota Medan dari perspektif psikis. Metode: penelitian ini menggunakan desain Cross-sectional. Sampel penelitian ini sebesar 98 responden yaitu pedagang kaki lima di Kota Medan dengan menggunakan kuesioner The brief Version of World Health Organization’s Quality of Life Questionnaire dengan indikator psikis. Hasil: Tingkat menikmati hidup paling banyak kategori baik (43,9 %, CI 95% = 33,7-54,1%). Tingkat merasa hidup berarti paling banyak kategori baik (39,8 %, CI 95% = 30,6-50%). Tingkat perasaan aman paling banyak kategori baik (64,3%, CI 95% = 55,1-74,5%). Tingkat menerima penampilan tubuh paling banyak kategori puas(46,9%, CI 95% = 36,7-56,1%). Tingkat kecukupan uang paling banyak kategori baik (52 %, CI 95% = 41,8-63,2%). Tingkat kesempatan bersenang-senang paling banyak kategori baik(39,8%, CI 95% = 29,6-49%). Tingkat kepuasaan terhadap kemampuan aktivitas paling banyak kategori baik (55,1 %, CI 95% = 45,9-65,3%). Tingkat Kepuasan bekerja paling banyak kategori baik (45,9%, CI 95% = 35,7-55,1%). Tingkat kepuasaan terhadap diri paling banyak kategori baik(46,9 %, CI 95% = 36,8-57,1%) Tingkat perasaan negatif paling banyak kategori baik (50 %, CI 95% = 40,8 -60,2%). Simpulan: Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat menikmati hidup, tingkat merasa hidup berarti, tingkat perasaan aman, tingkat menerima penampilan tubuh, tingkat kecukupan uang, tingkat kesempatan bersenang-senang, tingkat kepuasan kemampuan aktivitas, tingkat kepuasan bekerja, tingkat kepuasaan diri dan tingkat perasaan negatif paling banyak dalam kategori baik.