Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran deskriptif kualitas hidup pedagang kaki lima di Kota Medan dari perspektif psikis. Metode: penelitian ini menggunakan desain Cross-sectional. Sampel penelitian ini sebesar 98 responden yaitu pedagang kaki lima di Kota Medan dengan menggunakan kuesioner The brief Version of World Health Organization’s Quality of Life Questionnaire dengan indikator psikis. Hasil: Tingkat menikmati hidup paling banyak kategori baik (43,9 %, CI 95% = 33,7-54,1%). Tingkat merasa hidup berarti paling banyak kategori baik (39,8 %, CI 95% = 30,6-50%). Tingkat perasaan aman paling banyak kategori baik (64,3%, CI 95% = 55,1-74,5%). Tingkat menerima penampilan tubuh paling banyak kategori puas(46,9%, CI 95% = 36,7-56,1%). Tingkat kecukupan uang paling banyak kategori baik (52 %, CI 95% = 41,8-63,2%). Tingkat kesempatan bersenang-senang paling banyak kategori baik(39,8%, CI 95% = 29,6-49%). Tingkat kepuasaan terhadap kemampuan aktivitas paling banyak kategori baik (55,1 %, CI 95% = 45,9-65,3%). Tingkat Kepuasan bekerja paling banyak kategori baik (45,9%, CI 95% = 35,7-55,1%). Tingkat kepuasaan terhadap diri paling banyak kategori baik(46,9 %, CI 95% = 36,8-57,1%) Tingkat perasaan negatif paling banyak kategori baik (50 %, CI 95% = 40,8 -60,2%). Simpulan: Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat menikmati hidup, tingkat merasa hidup berarti, tingkat perasaan aman, tingkat menerima penampilan tubuh, tingkat kecukupan uang, tingkat kesempatan bersenang-senang, tingkat kepuasan kemampuan aktivitas, tingkat kepuasan bekerja, tingkat kepuasaan diri dan tingkat perasaan negatif paling banyak dalam kategori baik.