Agung Puja Kesuma
Post Garduate Student of Health Policy Management Department Gadjah Mada University Balai Litbangkes Banjarnegara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penemuan penderita dan pengawasan pengobatan malaria oleh masyarakat desa di Kabupaten Purbalingga Agung Puja Kesuma
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 4 (2019): Proceedings the 5th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.932 KB) | DOI: 10.22146/bkm.44647

Abstract

Pada tahun 2009 sampai dengan 2011 terjadi peningkatan kasus malaria di Desa Tetel Kecaatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga. Berdasarkan usulan dari warga desa melalui tokoh masyarakat, dan difasilitasi oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan maka pada tahun 2012 pemerintah desa menyusun dan menetapkan  peraturan desa tentang penemuan kasus malaria dan pengawasan pengobatan berbasis masyarakat. Pada peraturan ini setiap penduduk berhak mendapatkan pelayanan kesehatan terkait malaria dan memiliki kewajiban untuk melaporkan kepada tim pelaksana penemuan kasus dan pengawasan pengobatan apabila mengetahuai ada warga yang menderita gejala malaria serta warga / pendatang yang berasal dari daerah endemis malaria. Tujuan dari penelitian ini adalah mengekplorasi perdes tentang penemuan kasus dan pengawasan pengobatan malaria berbasis mayarakat sebagai salah satu alternatif cara untuk menggerakkan masyarakat dalam rangka program eliminasi malaria. Evaluasi peraturan desa ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, Focus Group Discussion, Observasi dan telaah dokumen. Peraturan Desa ini disahkan oleh pemerintah Desa Tetel pada akhir tahun 2012, pemerintah Desa mulai mensosialisasikan pada Maret  2013 bertepatan dengan musrenbangdes. Sosialisasi selanjutnya dilakukan pada forum-forum pertemuan yang ada di masyarakat. Sosialisasi Perdes ini sekaligus penyuluhan malaria kepada masyarakat. Pemenuhan hak masyarakat untuk terlindungi dari malaria dilakukan melalui  Penemuan kasus malaria aktif di masyarakat dilaksanakan oleh Juru Malaria Desa (JMD) yang direkrut oleh Puskesmas Pengadegan pada tahun 2013. JMD yang direkrut Puskesmas berasal dari warga Desa Tetel. Masyarakat akan menghubungi  JMD melalui pesan singkat atau datang ke rumah JMD apabila ada anggota keluarga / tetangga yang menderita gejala malaria, selanjutnya JMD akan melakukan pengambilan sampel darah untuk diperiksa oleh petugas mikroskopis Puskesmas.  Apabila sampel positif JMD akan mengantarkan obat malaria ke rumah penderita sekaligus memberikan penyuluhan tentang malaria dan pengobatannya kepada penderita dan keluarganya.  Selain penemuan kasus melalui ACD, Puskesmas berkoordinasi dengan klinik kesehatan swasta apabila ada warga desa Tetel yang melakukan pemeriksaan kesehatan dengan gejala malaria untuk dapat diambil sampel darahnya dan dikirim ke Puskesmas. Kegiatan Mass Blood Survei (MBS) untuk menjaring penderita di masyarakat dilakukan pada saat menjelang hari Raya Idul Fitri ketika para perantau dari Kalimantan, Bangka atau daerah endemis malaria lainnya pulang kampung. Untuk melindungi warga dari gigitan nyamuk, Dinas Kesehatan melakukan pencegahan dengan penyemrotan rumah dan pengendalian vektor oleh masyarakat melalui kegiatan kebersihan lingkungan setiap satu minggu sekali. Manfaat  kegiatan tersebut dirasakan oleh masyarakat, dan masyarakat semakin peduli dengan malaria, sejak Perdes disosialisasikan dan diimplementasikan, kasus malaria mengalami penurunan,  sampai penelitian ini dilaksanakan sudah tidak ada kasus malaria di Desa Tetel. Penerapan Peraturan Desa di Desa Tetel dapat dijadikan contoh untuk wilayah lain dalam upaya pengendalian malaria.
Analisis stakeholder program eliminasi Filariasis di Pasaman Barat dari sisi konfigurasi organisasi Agung Puja Kesuma
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 35, No 4 (2019): Proceedings the 5th UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.837 KB) | DOI: 10.22146/bkm.44735

Abstract

Tujuan: Pemberian Obat Pencegahan Masal (POPM) satu tahun sekali selama 5 tahun merupakan salah satu strategi program eliminasi filariasis di daerah endemis Filariasis. Program ini melibatkan banyak stakeholder untuk mencapai Indonesia Bebas Filariasis 2020. Kabupaten Pasaman Barat merupakan salah satu kabupaten yang telah selesai melaksakan POPM dan telah lulus TAS 1 filariasis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengekplorasi stake holder yang terlibat dalam pelaksanaan POPM dan peran yang telah dilakukan dalam pelaksanaan POPM dari kacamata konfigurasi organisasi.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian evalusai kebijakan dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam dan telaah dokumen.Hasil:  Stake holder yang  terlibat dalam POPM dalam rangka program eliminasi filarisasis di Pasaman Barat adalah Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Bappeda, PKK, Kecamatan, Ketua Adat, Kepala Desa, Kader  dan masyarakat sebagai sasaran. Lembaga Donor Internasional yaitu RTI (Research Triangle Institute) turut berperan serta pula pada POPM tahun 2015. Dalam konfigurasi organisasi sebagai apendix apex adalah bupati, midle line manajer adalah Kepala Dinas Kesehatan, sebagai tecnostructure (bisa pembuat standar/pengawas) adalah pemegang program filariasis di  Dinkes Kabupaten. Konfigurasi POPM filariasis sebagai operating core adalah bidan desa/kader, sebagai pendukung adalah RTI. Penyandang dana, Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, sekolah-sekolah, kelompok adat, camat, nagari, sebagai klien yang dilayani adalah masayarakat.Kesimpulan: Struktur organisasi yang jelas, memiliki pengaruh yang besar terhadap kesuksesan sebuah program, untuk itu setiap bagian organisasi harus memiliki komitmen yang tinggi dalam mencapai tujuan organisasi.