Berita Kedokteran Masyarakat
Vol 35, No 4 (2019): Proceedings the 5th UGM Public Health Symposium

Penemuan penderita dan pengawasan pengobatan malaria oleh masyarakat desa di Kabupaten Purbalingga

Agung Puja Kesuma (Post Garduate Student of Health Policy Management Department Gadjah Mada University Balai Litbangkes Banjarnegara)



Article Info

Publish Date
25 Apr 2019

Abstract

Pada tahun 2009 sampai dengan 2011 terjadi peningkatan kasus malaria di Desa Tetel Kecaatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga. Berdasarkan usulan dari warga desa melalui tokoh masyarakat, dan difasilitasi oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan maka pada tahun 2012 pemerintah desa menyusun dan menetapkan  peraturan desa tentang penemuan kasus malaria dan pengawasan pengobatan berbasis masyarakat. Pada peraturan ini setiap penduduk berhak mendapatkan pelayanan kesehatan terkait malaria dan memiliki kewajiban untuk melaporkan kepada tim pelaksana penemuan kasus dan pengawasan pengobatan apabila mengetahuai ada warga yang menderita gejala malaria serta warga / pendatang yang berasal dari daerah endemis malaria. Tujuan dari penelitian ini adalah mengekplorasi perdes tentang penemuan kasus dan pengawasan pengobatan malaria berbasis mayarakat sebagai salah satu alternatif cara untuk menggerakkan masyarakat dalam rangka program eliminasi malaria. Evaluasi peraturan desa ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, Focus Group Discussion, Observasi dan telaah dokumen. Peraturan Desa ini disahkan oleh pemerintah Desa Tetel pada akhir tahun 2012, pemerintah Desa mulai mensosialisasikan pada Maret  2013 bertepatan dengan musrenbangdes. Sosialisasi selanjutnya dilakukan pada forum-forum pertemuan yang ada di masyarakat. Sosialisasi Perdes ini sekaligus penyuluhan malaria kepada masyarakat. Pemenuhan hak masyarakat untuk terlindungi dari malaria dilakukan melalui  Penemuan kasus malaria aktif di masyarakat dilaksanakan oleh Juru Malaria Desa (JMD) yang direkrut oleh Puskesmas Pengadegan pada tahun 2013. JMD yang direkrut Puskesmas berasal dari warga Desa Tetel. Masyarakat akan menghubungi  JMD melalui pesan singkat atau datang ke rumah JMD apabila ada anggota keluarga / tetangga yang menderita gejala malaria, selanjutnya JMD akan melakukan pengambilan sampel darah untuk diperiksa oleh petugas mikroskopis Puskesmas.  Apabila sampel positif JMD akan mengantarkan obat malaria ke rumah penderita sekaligus memberikan penyuluhan tentang malaria dan pengobatannya kepada penderita dan keluarganya.  Selain penemuan kasus melalui ACD, Puskesmas berkoordinasi dengan klinik kesehatan swasta apabila ada warga desa Tetel yang melakukan pemeriksaan kesehatan dengan gejala malaria untuk dapat diambil sampel darahnya dan dikirim ke Puskesmas. Kegiatan Mass Blood Survei (MBS) untuk menjaring penderita di masyarakat dilakukan pada saat menjelang hari Raya Idul Fitri ketika para perantau dari Kalimantan, Bangka atau daerah endemis malaria lainnya pulang kampung. Untuk melindungi warga dari gigitan nyamuk, Dinas Kesehatan melakukan pencegahan dengan penyemrotan rumah dan pengendalian vektor oleh masyarakat melalui kegiatan kebersihan lingkungan setiap satu minggu sekali. Manfaat  kegiatan tersebut dirasakan oleh masyarakat, dan masyarakat semakin peduli dengan malaria, sejak Perdes disosialisasikan dan diimplementasikan, kasus malaria mengalami penurunan,  sampai penelitian ini dilaksanakan sudah tidak ada kasus malaria di Desa Tetel. Penerapan Peraturan Desa di Desa Tetel dapat dijadikan contoh untuk wilayah lain dalam upaya pengendalian malaria.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

bkm

Publisher

Subject

Nursing Public Health

Description

Berita Kedokteran Masyarakat (BKM Public Health and Community Medicine) is a peer-reviewed and open access journal that deals with the fields of public health and public medicine. The topics of the article will be grouped according to the main message of the author. This focus covers areas and scope ...