Novia Putri
Faculty of Public Health, Universitas Andalas

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KETERLAMBATAN PEMBAYARAN KLAIM BPJS RAWAT INAP DI RSUD PARIAMAN: (STUDI KASUS) Novia Putri; Rima Semiarty; Nur Afrainin Syah
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 36, No 12 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.847 KB) | DOI: 10.22146/bkm.61240

Abstract

Latar Belakang : RSUD Pariaman merupakan rumah sakit tipe B Pemerintah yang wajib melayani peserta BPJS Kesehatan. Dalam pengajuan klaim terjadinya keterlambatan pembayaran klaim akibat ketidaklengkapan persyaratan yang diajukan sehingga terjadinya klaim pending, Tujuan untuk mengetahui apa saja penyebab keterlambatan pembayaran klaim BPJS Kesehatan Rawat Inap di RSUD Pariaman dari segi Input dan Process.Metode :.Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui wawancara semi terstruktur, observasi dan telaah dokumenHasil :.Penyebab dari komponen input SDM : masih kurangnya ketelitian koder dalam melakukan pengkodean diagnosa, masih kurangnya pemahaman dan skill tenaga verifikator internal dalam melakukan verifikasi berkas klaim, SPO: tidak adanya pedoman dalam melakukan pekerjaan terkait pengklaiman berkas Klaim BPJS danĀ  SPO pengkodean penyakit. Faktor penyebab utama adalah Kebijakan; Implementasi kebijakan yang belum berjalan. Hal iniĀ  disebabkan faktor internal dan eksternal. Faktor internal; tidak adanya penanggung jawab bagian casemix sehingga berdampak pada input, proses, dan output yang dihasilkan salah satunya tidak adanya kejelasan uraian tugas atau pembagian tugas, belum adanya monitoring dan evaluasi. Faktor eksternal adalah adanya peraturan presiden nomor 18 tahun 2016 yang menghambat perubahan pembentukan ulang struktur organisasi RSUD Pariaman dari tipe C ke tipe B, karena harus menunggu terbitnya peraturan presiden yang mengatur tentang kelembagaan rumah sakit daerah