Maizar Saputra
Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Harga Diri, Sexting dan Jumlah Pasangan Seks yang Dimiliki oleh Pria Lajang Pelaku Perilaku Seks Berisiko Wahyu Rahardjo; Maizar Saputra; Indria Hapsari
Jurnal Psikologi Vol 42, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.007 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.7172

Abstract

One of the risky sexual behaviors is the number of sexual partnersindividuals have. The higher number they have is the riskier for them to get infected by HIV/AIDS. The tendency to commit risky sexual behavior is higherin single person and itsaid that mean committing itrisky are more permissive than women. There have been researches studying the contribution of self-esteem to the number of sexual partners. Sexting is also assumed to have a correlation with the numberof sexual partners. The aimof this study was to measure the contribution of self-esteem and sexting to the numberof sexual partners a single heterosexual man withrisky sexual behaviors have. This study involved 83 participants. The result showed that the contribution of self-esteem to the number of sexual partners was 13.8% and sexting was 9.8%while the combination of self-esteem and sexting to the number of sexual partners was13.2%. The other findings indicated that the number of sexual partners varied in the participants based on educational background, while the self-esteem and sexting varied in them based on sexual orientation
Perilaku Seks Pranikah pada Mahasiswa: Menilik Peran Harga Diri, Komitmen Hubungan, dan Sikap terhadap Perilaku Seks Pranikah Wahyu Rahardjo; Ajeng Furida Citra; Maizar Saputra; Meta Damariyanti; Aprillia Maharani Ayuningsih; Marcia Martha Siahay
Jurnal Psikologi Vol 44, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.667 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.23659

Abstract

Some variables such as self-esteem, relationship commitment in dyadic relation committed by the person, and positive attitude, suspected affect premarital sexual behavior. The aim of this study is to measure empirically the influence of self-esteem, relationship commitment, and the attitude of premarital sexual behavior to premarital sexual behavior in college students. This study involved 287 college students as participants. Structural equation model is used to test the hypothesis in this research. The results showed that the empirical model obtained in accordance with the theoretical model, or it has the goodness of fit. However, only committed relationship, and attitude of premarital sexual intercourse affect the premarital sexual behavior in college students.Abstrak : Harga diri dan komitmen hubungan pada relasi diadik, serta sikap positif ditengarai menjadi penyebab munculnya perilaku seks pranikah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui secara empiris apakah harga diri, komitmen hubungan, dan sikap terhadap perilaku seks pranikah memengaruhi perilaku seks pranikah pada mahasiswa. Penelitian ini melibatkan 287 orang mahasiswa. StructuralEquationModel digunakan untuk menguji hipotesis di dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model empirik yang didapatkan sesuai dengan model teoretik yang dibangun. Namun demikian, hanya komitmen hubungan, dan sikap terhadap hubungan seks pranikah yang memengaruhi dilakukannya perilaku seks pranikah pada mahasiswa.
PENGARUH IKLIM ORGANISASI, KEPUASAN KERJA, KETERLIBATAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN PT. X Maizar Saputra; Wahyu Rahardjo
Jurnal Psikologi Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklim organisasi, kepuasan kerja, dan keterlibatan kerja terhadap komitmen organisasi serta pengaruh iklim organisasi, kepuasan kerja, dan keterlibatan kerja secara bersama sama terhadap komitmen organisasi. Sampel terdiri 128  responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Setelah itu dilakukan uji daya diskriminasi, reliabilitas serta uji hipotesis menggunakan SPSS dengan Teknik Regresi sederhana dan berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara iklim organisasi terhadap iklim organisasi dan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi. namun, tidak ditemukan pengaruh antara keterlibatan kerja terhadap komitmen organisasi. Terdapat pengaruh antara iklim organisasi, kepuasan kerja, keterlibatan kerja secara bersama-sama terhadap komitmen organisasi sebesar 35,1%. Kata Kunci: Iklim Organisasi, Kepuasan Kerja, Keterlibatan Kerja, Komitmen Organisasi
EMPATI DAN PERILAKU PROSOSIAL PADA MAHASISWA PENGGUNA KERETA REL LISTRIK Tika Lestari Permana; Anugriaty Indah Asmarany; Maizar Saputra
Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2019.v12i1.1911

Abstract

Kereta rel listrik (KRL) adalah jenis transportasi yang banyak diminati masyarakat Indonesia, khususnya mahasiswa menggunakan KRL karena harganya terjangkau, di dalam KRL sering terlihat perilaku prososial pada orang umumya termasuk mahasiswa seperti memberikan tempat duduk kepada ibu hamil, membawa balita dan penyandang disabilitas, perilaku prososial berhubungan dengan empati yang ada pada setiap individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan empati dengan perilaku prososial pada mahasiswa pengguna KRL. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Partisipan penelitian ini adalah 100 mahasiswa pengguna KRL. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dengan korelasi Pearson dapat diketahui bahwa hipotesis diterima dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.702 (p < .01) yang berarti terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara empati dengan perilaku prososial pada mahasiswa pengguna KRL. Arah hubungan positif artinya menunjukkan bahwa, semakin tinggi empati maka semakin tinggi perilaku prososial pada mahasiswa pengguna KRL.