Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Pengembangan Produksi Garam di Wini – Perbatasan Timor Leste: (Salt Production Development Strategy in Wini –Timor Leste Border) Kamilaus Konstanse Oki; Ismi Andari; Adrianus Abani
e-Journal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi Vol. 9 No. 1 (2022): e-JEBA Volume 9 Number 1 Year 2022
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ejeba.v9i1.30435

Abstract

Salt production in Wini on the border of Timor Leste is quite prospective because of the carrying capacity of marine resources and air temperature as well as the large domestic and foreign markets. The salt production area on the border of Timor Leste is 1,000 hectares which is located in the North Central Timor district and is the largest on the island of Timor. The production process still uses the traditional approach and other obstacles such as lack of working capital, not yet having a legal production permit. As a result, it is not feasible to process foreign exports. SWOT analysis is a solution to solve problems and find the best way to develop salt production in border areas. The purpose of the SWOT analysis is to analyze the important aspects of the strengths, weaknesses, opportunities and threats of salt production in the border region. The sample in this study were salt farmers and other related elements. The results showed that a development strategy was needed by utilizing internal strengths to take advantage of external opportunities to increase salt production capacity.
Strategi Penguatan Kapasitas SDM dalam Pengelolaan BUMDes yang Berkelanjutan di Desa Naiola Sarlince Sandy Mauk; Margaretha Diana Pangastuti; Handrianus Mentu; Ismi Andari
Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Cahaya Budaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58290/jupemas.v5i2.725

Abstract

Pembangunan desa merupakan bagian penting dari strategi nasional untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah memberi kewenangan kepada desa untuk mengelola potensi ekonomi secara mandiri melalui BUMDes, sebagaimana diatur dalam UU No. 6 Tahun 2014 dan Permendesa PDTT No. 4 Tahun 2015. BUMDes diharapkan menjadi penggerak ekonomi desa dengan meningkatkan Pendapatan Asli Desa dan kesejahteraan masyarakat melalui usaha berbasis komunitas. Namun, pelaksanaan BUMDes masih menghadapi berbagai kendala. BUMDes Fajar Timur di Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara, sejak berdiri tahun 2020 mengalami hambatan berupa kapasitas SDM yang terbatas, pencatatan keuangan yang belum profesional, kurangnya strategi pemasaran dan inovasi usaha, serta rendahnya partisipasi masyarakat.Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola BUMDes Fajar Timur melalui penerapan tata kelola yang baik dan digitalisasi manajemen usaha. Kegiatan mencakup observasi, identifikasi masalah, perencanaan strategis, FGD, pelatihan pengelolaan keuangan, tata kelola bisnis, pemasaran digital, serta pendampingan dan monitoring berkelanjutan. Output program meliputi publikasi artikel ilmiah SINTA 6, pendaftaran HKI, dan diseminasi melalui media elektronik. Program ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan BUMDes Fajar Timur dan menjadi model bagi desa lain dengan tantangan serupa.
ANALISIS DINAMIKA PERMINTAAN BARANG KONSUMSI DI INDONESIA Ismi Andari; Kamilaus Konstanse Oki
Jurnal Manajemen Bisnis Dan Organisasi Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Organisasi (JMBO)
Publisher : Yayasan Pendidikan Cahaya Budaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64626/jmbo.v5i1.708

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk mencapai 276 juta pada tahun 2021 jiwa. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat ini akan berbanding lurus dengan peningkatan konsumsi masyarakat. Pengeluaran konsumsi suatu negara akan sangat besar jika jumlah penduduknya bertambah maka tingkat kebutuhan yang diperlukan bertambah seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Selain itu juga jumlah penduduk dan barang konsumsi merupakan bagian penting dalam menentukan kesejahteraan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan menggunakan analisis kuantitatif deskriptif dengan alat analisis regresi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial jumlah penduduk berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap jumlah barang konsumsi di Indonesia yang ditunjukan dengan nilai sebesar 1,501 lebih kecil dari sebesar 1,729 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,150 lebih besar dari alpha 0,05. Hasil kedua menunjukan bahwa secara parsial bahan makanan berpengaruh signifikan terhadap jumlah barang konsumsi di Indonesia yang ditunjukan dengan nilai sebesar 12,568 lebih besar dari sebesar 1,729 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari alpha 0,05. Hasil ketiga menunjukan bahwa secara parsial PDB berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap jumlah barang konsumsi di Indonesia yang ditunjukan dengan nilai sebesar -0,668 lebih kecil dari sebesar 1,729 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,512 lebih besar dari alpha 0,05. Hasil keemapt menunjukan bahwa secara simultan jumlah penduduk, bahan makanan dan PDB berpengaruh signifikan terhadap jumlah barang konsumsi di Indonesia yang ditunjukan dengan nilai sebesar 57,994 lebih besar dari sebesar 3,29 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari alpha 0,05.
Strategi Penguatan Kapasitas SDM dalam Pengelolaan Bumdes yang Berkelanjutan di Desa Naiola ismi andari
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 7 No 2 (2026): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v7i2.2159

Abstract

Pembangunan desa merupakan bagian integral dari strategi pembangunan nasional untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Pemerintah telah memberikan kewenangan kepada desa untuk mengelola sumber daya dan potensi ekonomi secara mandiri melalui pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Permendesa PDTT Nomor 4 Tahun 2015. BUMDes diharapkan dapat menjadi motor penggerak perekonomian desa dengan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) serta kesejahteraan masyarakat melalui usaha berbasis komunitas. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM pengelola BUMDes Fajar Timur agar mampu menerapkan tata kelola yang baik (Good Governance) serta mengadopsi digitalisasi dalam manajemen usaha. Pendekatan yang digunakan meliputi: (1) observasi awal dan identifikasi masalah, (2) penyusunan rencana strategis dan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD), (3) pelatihan dan peningkatan kapasitas pengelola dalam aspek manajemen keuangan, tata kelola usaha, serta pemasaran berbasis digital, dan (4) pendampingan implementasi serta monitoring berkelanjutan guna memastikan efektivitas program.