Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Aplikasi Transformasi Reduction to Pole (RTP) Menggunakan Matlab dalam Pengolahan Data Magnetik WDMAM pada Wilayah Tapal Kuda -Jawa Timur Supriyadi; Enjang Jaenal Mustopa; Wahyu Srigutomo
Jurnal Jaring SainTek Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jaringsaintek.v5i1.1761

Abstract

Dalam metode magnetik, medan magnet anomali disebabkan oleh sumber medan magnet dipol. Setiap tempat memiliki sudut iklinasi dan deklinasi magnetik yang berbeda sehingga menyebabkan peta anomali magnetik bersifat kompleks dan interpretasinya menjadi relatif sulit. Untuk mengatasi kerumitan dalam interpretasi data magnetik, penggunaan transformasi reduksi ke kutub RTP sangat penting dilakukan. Tapis RTP dengan memanfaatkan fungsi-fungsi built in Matlab telah berhasil direalisasikan dan diaplikasikan pada data magnetik WDMAM wilayah Tapal Kuda-Jawa Timur. Nilai sudut inklinasi I = -32.82° dan sudut deklinasi D = 0.72° digunakan pada aplikasi RTP daerah ini. Anomali magnetik hasil RTP menunjukkan bahwa terjadi perubahan rentang nilai medan magnet yaitu dari -345.51 nT s.d 282.30 nT menjadi -975.37 nT s.d 782.38 nT. Selain itu, terjadi pergeseran lokasi klosur anomali magnetik positif dan negatif. Anomali magnetik positif mendominasi di bagian tengah sampai utara Wilayah Tapal Kuda dan diduga berkaitan dengan Zona Vulkanik Kuarter. Klosur-klosur anomali positif mengalami pergeseran letak ke barat di sekitar Gunung Bromo dan Gunung Argopuro. Anomali magnetik negatif mendominasi tepi selatan Wilayah Tapal Kuda dan diduga berkaitan dengan Zona Pegunungan Selatan. Klosur anomali negatif juga mengalami pergeseran letak yaitu ke barat daya mendekati gunung Semeru.
Identifikasi Litologi Situs Klanceng Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas 1D Anggara, Andrian Dwi; Supriyadi, Supriyadi; Priyantari, Nurul
BERKALA SAINSTEK Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v7i2.11594

Abstract

Situs Klanceng merupakan bagian dari 5 situs yang berada di Desa Kamal Kecamatan Arjasa Jember. Di wilayah Situs klanceng banyak terdapat peninggalan berupa batuan megalitikum yang terbuat dari batuan andesit. Selain yang sudah dilokalisir, banyak artefak berupa batuan andesit yang tersebar, baik nampak berupa singkapan maupun yang masih terpendan. Berdasarkan singkapan artefak, maka dilakukan penelitian identifikasi litologi Situs Klanceng menggunakan metode geolistrik resistivitas 1D konfigurasi Schlumberger. Penelitian ini dilakukan di 3 lintasan yang berbeda dengan panjang lintasan 50 m. Hasil penelitian pada lintasan 1 batuan andesit berada pada kedalaman (1,64- 17) m dengan nilai resistivitas sebesar (107,4-157,6) Ωm. Pada lintasan 2 batuan andesit berada pada kedalaman (0,75-4,41) m dengan nilai resistivitas (120-1539) Ωm. Pada lintasan 3, batuan andesit berada pada kedalaman (0,00- 1,04) m dengan nilai resistivitas (85,3-270) Ωm, dan pada kedalaman (4,71-7,67) m dengan nilai resistivitas 308 Ωm. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada ketiga lintasan yang diteliti, terdapat batu andesit yang diduga merupakan bagian dari artefak peninggalan zaman megalitikum pada Situs Klanceng.
Effect of Nurse Family Partnership–Based Family Empowerment on Preventive Behaviors for Type 2 Diabetes Complications Among Pandhalungan Mothers Susi Wahyuning Asih; Ginanjar Sasmita Adi; Supriyadi Supriyadi
Health Dynamics Vol 3, No 3 (2026): March 2026
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd30306

Abstract

Background: Diabetes mellitus (DM) is a major public health problem associated with a high risk of chronic complications. Preventing these complications requires active family involvement, particularly mothers as primary caregivers in managing family health. The Nurse Family Partnership (NFP) approach is considered relevant for strengthening family empowerment within the Pandhalungan cultural context. This study aimed to analyze the effect of implementing family empowerment among Pandhalungan mothers based on the Nurse Family Partnership (NFP) on preventive behaviors for type 2 DM complications. Methods: This study employed a quantitative cross-sectional design. The population consisted of 240 Pandhalungan mothers, with a sample of 165 respondents selected using multistage random sampling. Data were collected using structured questionnaires measuring the implementation of NFP based family empowerment and preventive behaviors for type 2 DM complications. Data were analyzed using Spearman Rank correlation and logistic regression tests. Results: There was a significant relationship between the implementation of NFP and preventive behaviors for type 2 DM complications (r = 0.612; p < 0.001). Logistic regression analysis indicated that NFP implementation was a significant predictor of preventive behavior (OR = 4.21; p < 0.001). Conclusions: The Nurse Family Partnership (NFP) based family empowerment approach provides a culturally appropriate and effective strategy for improving preventive behaviors in managing type 2 DM complications at the community level.
Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Edukasi Stunting dan Gizi Terpadu Lusianah Lusianah; Nedra Wati Zaly; Jelita Siska Herlina Hinonaung; Yeanneke Liesbeth Tinungki; Bety Semara Lakhsmi; Sri Rahayu; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 8 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v8i2.1049

Abstract

Stunting remains a major public health problem in Indonesia, especially during the first 1,000 days of life. This educational intervention was conducted in Patengan Village, Bandung Regency, to strengthen the capacity of posyandu cadres in providing education on stunting, balanced nutrition, and maternal and child health. The methods applied included situational analysis, preparation of training modules, cadre training through interactive lectures, group discussions, growth monitoring simulations, and participatory observation. Evaluation was carried out using pre-test and post-test, as well as qualitative assessment through observation and interviews. The results showed a significant improvement in cadre knowledge, with the average score increasing from 70 to 83. Participants also demonstrated greater confidence and motivation in delivering health education, and expressed appreciation for visionary materials such as nutrition gardens, local food utilization, family nutrition literacy, and digital monitoring, although these have not yet been fully implemented. In conclusion, cadre education is an effective initial strategy to strengthen community capacity in preventing stunting. Investment in cadre training not only provides short-term benefits in knowledge improvement but also lays the foundation for transforming posyandu into sustainable community empowerment centers.
Karakteristik Sensor Kapasitif Pelat Sejajar Dalam Aplikasinya Sebagai Instrumen Pengukur Curah Hujan Berbasis Arduino Uno Bowo Eko Cahyono; Supriyadi Supriyadi; Muhammad Ainur Rofiq
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 7, No 2 (2017): October
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v7i2.14248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik dari kapasitor pelat sejajar sebagai sensor dalam alat ukur curah hujan berbasis Arduino dengan tampilan LCD. Alat ini mampu membaca dan menampilan tegangan keluaran, nilai kapasitansi, konstanta dielektrik dan tinggi level curah hujan akibat adanya perubahan komposisi bahan dielektrik di antara pelat kapasitor. Sistem yang didesain telah diuji dalam 3 tahapan yaitu, uji akurasi pembacaan nilai kapasitansi, nilai ketinggian air, dan pengujian di lapangan. Nilai-nilai kapasitansi sensor yang ditampilkan dalam LCD dibandingkan dengan nilai kapasitansi sensor yang diukur dengan menggunkan kapasitansi meter CM-3300A. Dalam pengujian ini didapatkan hasil bahwa nilai-nilai kapasitansi yang diukur dengan dua etode yang berbeda tersebut saling berdekatan. Selisih tertinggi adalah 20,97pF pada ketinggian 15cm. Tinggi level air yang terbaca dibandingkan dengan pembacaan menggunakan penggaris dan hasilnya menunjukkan bahwa selisih terkecil yaitu 0,19 mm dan selisih terbesar 4,93 mm. Selanjutnya berdasarkan pengujian langsung di lapangan didapatkan selisih yang tidak terlalu jauh, dengan rata-rata selisih yang diperoleh kurang dari 5 mm. Secara umum, sistem alat ukur curah hujan telah menunjukkan kinerja yang bagus  saat dilakukan pengujian dan diaplikasikan pada kondisi hujan secara langsung di lapangan. Hasil tersebut telah menunjukkan bahwa sistem alat ukur curh hujan telah sesuai dengan apa yang diharapkan.
Uji Aktivitas Antibakteri dan Permeabilitas Membran Hibrid Nilon-TiO2: Wenny Maulina, Binti Istikomatul Isrofiyah, dan Supriyadi Wenny Maulina Wenny Maulina; Binti Istikomatul Isrofiyah Binti Istikomatul Isrofiyah; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 15 No 3 (2019): October 2019 Edition
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24604682.v15i3.4625

Abstract

Hybrid membranes from nylon and titanium dioxide (TiO2) were prepared using hydrogen chloride (HCl) as precursor and acetyl aceton as chelating agent in the casting solution by phase inversion methods. The aim of this study was investigated antibacterial effect and permeation flux due to the impact of TiO2 contents on the hybrid membranes. Among all the prepared membranes, nylon-TiO2 hybrid membranes with mass fraction 70%:30%exhibited the best antibacterial effect. Meanwhile, the additions of TiO2 were raised water and sodium chloride (NaCl) permeability from 0 to 40%.