John Lahade
Universitas Kristen Satya Wacana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerimaan Diri dan Kualitias Hidup Penderita HIV/AIDS di Kota Ambon Mega Christin Koritelu; Desi Desi; John Lahade
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.2.2021.263-274

Abstract

ODHA kebanyakan mengalami depressi setelah mengetahui kenyataan mengidap penyakit HIV/AIDS. Perlu adanya penerimaan dalam diri ODHA, sehingga tidak menimbulkan depressi atau hal-hal yang tidak diinginkan. Bagi sebagian ODHA, HIV/AIDS bukan merupakan suatu ancaman terbesar bagi kehidupan mereka, alhasil di dalam kehidupan mereka mendatang, mereka bisa melewati setiap masalah tersebut dengan tetap mendorong diri mereka menjadi lebih baik dan berkualitas kedepannya, sehingga mereka dapat meninggalkan kehidupan mereka di masa lalu yang membuat mereka terpuruk ketika awal mengetahui status sebagai seseorang yang terinfeksi, agar kedepannya mereka dapat bangkit dari setiap masalah yang dilalui dan dapat membuat kehidupan mereka berkualitas.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penerimaan diri dan kualitas hidup ODHA di Ambon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jumlah sumber informasi atau key informan 7 orang. Key informan dipilih secara random dari usia 17-45 tahun. Lokasi penelitian di Kota Ambon dilakukan sejak bulan Februari hingga September 2020. Data penelitian dianalisa dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hidup penderita HIV/AIDS mampu menerima diri dan ingin melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati walaupun dengan mengkonsumsi obat setiap hari. Semua responden juga sudah menerima akan keadaan dirinya sekarang sebagai penderita HIV/AIDS dan bersikap tegar dalam menghadapi penderitaan untuk melanjutkan hidupnya agar bisa mewujudkan impian yang sempat tertunda dan membuat hidup tetap berharga dengan cara berusaha dan bersyukur.
Konsep Diri dan Well-Being Penderita HIV/AIDS di Kota Ambon Stela Ferbriany Hattu; Desi Desi; John Lahade
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 4 No. 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikj.v4i1.913

Abstract

Konsep diri merupakan gambaran seseorang mengenai diri sendiri yang merupakan gabungan dari keyakinan fisik, psikologis, sosial, emosional aspirasi dan prestasi yang mereka capai. Pada orang dengan HIV/AIDS or ODHA terjadi perubahan baik itu di dalam diri maupun di luar dirinya sehingga ODHA memiliki persepsi yang negatif tentang dirinya dan mempengaruhi perkembangan konsep dirinya. Hal ini menunjukan bahwa ODHA mengalami kesulitan untuk mengatur dirinya karena tekanan yang muncul dari anggapan-anggapan tersebut dan juga dapat mempengaruhi kesejahteraan atau well-being ODHA. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan mendeskripsikan konsep diri dan well-being pada orang dengan HIV/AIDS di kota Ambon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah tujuh orang. Pengambilan data informasi diperoleh dari hasil wawancara yang dibantu dengan  panduan wawancara, alat perekam suara. Tahap-tahap melakukan analisa data yaitu dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Desember tahun 2020. Keseluruhan partisipan tidak mengalami masalah  konsep diri dalam hal gambaran diri, ideal diri, harga diri, identitas diri dan peran diri. keseluruhan partisipan juga tidak mengalami masalah terkait dengan kesejahteraan atau well-being dalam aspek biologis, psikologis, sosial dan spiritual. Semua partisipan memiliki konsep diri positif baik dari aspek gambaran diri, peran diri, harga diri, identitas diri dan ideal diri. Semua partisipan memiliki kesejahteraan (well-being) positif dalam aspek biologis, psikologis, sosial dan spiritual.