Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Perubahan Luasan Hutan Mangrove Menggunakan Citra Landsat 8 OLI di Desa Lubuk Kertang Langkat M. Taufik Rahmadi; Ayu Suciani; Nia Auliani
Media Komunikasi Geografi Vol. 21 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v21i2.24197

Abstract

Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem yang hidup di daerah pesisir pantai dan memiliki substrat yang berlumpur. Mangrove memiliki peranan penting dalam pemeliharaan produktivitas perairan dan menunjang kehidupan wilayah pesisir. Hutan mangrove di Desa Lubuk Kertang Lengkat merupakan salah satu hutan mangrove terluas di Sumatera Utara. Pada tahun 2005 hutan mangrove di Desa Lubuk Kertang Langkat mengalami kerusakan yang cukup parah karena hutan mangrove dikonversi menjadi lahan tambak dan perkebunan kelapa sawit.Penelitian ini bertujuan untuk menguji akurasi citra dalam pemetaan hutan mangrove, mengetahui perubahan luasan hutan mangrove, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan luasan hutan mangrove di Desa Lubuk Kertang Langkat. Penelitian ini menggunakan metode klasifikasi multispektral algoritma maximum likelihood. Hasil penelitian adalah tingkat akurasi citra Landsat 8 OLI dalam pemetaan luasan hutan mangrove di Desa Lubuk Kertang Langkat yaitu sebesar 95%, hutan mangrove mengalami pertambahan luasan sebesar 41,4 Ha pada tahun 2014-2016 dan 27,9 Ha pada tahun 2016-2018. Perubahan (penambahan) luasan hutan mangrove dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pH air dan tanah yang netral serta peran manusia dalam penanaman kembali hutan mangrove di Desa Lubuk Kertang Langkat.
Analisis Penyebaran Virus COVID-19 di Kota Cirebon Menggunakan ArcGIS Kalvin Ginting; Hilda Manik; Ari Julianto; Hilda Wani; M. Taufik Rahmadi
EL-JUGHRAFIYAH Vol 3, No 1 (2023): El-Jughrafiyah : February, 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v3i1.21779

Abstract

Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) merupakan keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia, pada manusia diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah. Covid-19 juga memiliki penyebaran yang sangat cepat sehingga menyebabkan pemerintah menetapkan berbagai kebijakan. Termasuk di Kota Cirebon virus Covid 19 juga menyebar hingga keseluruh kecamatannya sehingga pemerintah mengelurakan Peraturan Wali Kota dan juga Surat edaran dalam rangkan memperkecil ruang penyebaran virus, Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon dengan menggunakan ArcGis yang mana data yang diperoleh dari Website Pusat informasi dan Koordinasi Covid-19 Kota Cirebon, yang outputnya yaitu berupa peta digital.
Analysis of Survival and Growth Rates of Young Mangroves Sabila Martin Dalimunte; M. Taufik Rahmadi; Meilinda Suriani Harefa; Eni Yuniastuti; Zulfajri Zulfajri; Eka Suci Anja Kusumawati; Dewi Permata Sari; Bagus Setiawan
Jurnal Geografika (Geografi Lingkungan Lahan Basah) Vol 7, No 1 (2026): GEOGRAFIKA
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jgp.v7i1.18702

Abstract

Mangrove ecosystems in Indonesia play an important role in coastal protection and biodiversity conservation. However, degradation caused by land-use change and past extreme events has increased the need for effective rehabilitation. Analysis of mangrove growth at an early stage is important because this phase determines the success of long-term restoration. This study aimed to analyze the survival rate and vegetative growth of young mangroves across six coastal villages in Simeulue Regency, Aceh Province, using a comparative site-based approach. Field surveys were conducted in October 2023 using purposive sampling and 1 × 1 m quadrat plots. Observed parameters included survival rate, plant height, stem diameter, species composition, and basic environmental conditions. Results showed significant variation among locations. Tanjung Raya (96.25%), Sambay (93.88%), and Ganting (92.88%) were categorized as highly successful (>80%). Labuan Bakti (68.68%) was moderate, while Pulau Bengkalak (42.15%) and Luan Balu (55.86%) were low. Vegetative growth did not always align with survival rate. Tanjung Raya showed both high survival and strong growth, while Luan Balu exhibited relatively high growth despite lower survival, indicating possible selective environmental pressure. Pulau Bengkalak had both low survival and moderate growth, reflecting ecological constraints. Biotic (crabs, snails), abiotic (tidal dynamics), and anthropogenic (livestock disturbance) factors influenced early mortality. Overall, successful mangrove rehabilitation depends not only on planting efforts but also on site suitability and adaptive local management.