Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KOMUNITAS MARJINAL BERBASIS ZAKAT DI LPP-ZISWAF HARAPAN UMMAT MALANG JAWA TIMUR Fadhilah, Nur
Jurnal Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/dinamika.2017.17.1.89-112

Abstract

Lembaga Pendayagunaan dan Pemberdayaan Zakat, Infak, Shadaqah, dan Wakaf Harapan Ummat (LPP-Ziswaf Harum) melakukan pendistribusian zakat melalui pemberdayaan tiga komunitas marjinal di Malang, yaitu di Lowokwaru, Muharto, dan Gadang. Selain itu, LPP-Ziswaf Harum juga menggulirkan pinjaman tanpa bunga berbasis kelompok dengan aturan disiplin pinjaman dan disiplin kelompok. Model pembiayaan usaha mikro berbasis kelompok ini adalah salah satu strategi LPP-Ziswaf dalam mengembangkan kelembagaan lokal sebagai rangkaian pemberdayaan komunitas marjinal berbasis zakat. Kata Kunci: pemberdayaan berbasis zakat, komunitas marjinal, pendampingan, kelembagaan lokal
REKONSTRUKSI BATAS USIA PERKAWINAN ANAK DALAM HUKUM NASIONAL INDONESIA Khairiyati Rahmah, Nur Fadhilah,
De Jure: Jurnal Hukum dan Syari'ah Vol 4, No 1: Juni 2012
Publisher : Fakultas Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/j-fsh.v4i1.2151

Abstract

Konsep batasan usia perkawinan anak dalam fikih bervariasi. Begitu pula terjadi inkonsistensi konsep batasan usia perkawinan dalam peraturan perundang-undangan, sehingga upaya merekonstruksi batas usia perkawinan dalam hukum nasional Indonesia perpektif fikih perlu segera dilakukan dengan cara: Pertama, upaya penyeragaman usia anak dalam peraturan perundang-undangan; Kedua, Pemberian izin dispensasi dengan syarat yang ketat dan sebaiknya diberi batas usia minimal dispensasi yakni usia 16 tahun bagi perempuan dan 19 tahun bagi laki-laki. Kedua konsep ini, dilihat dalam bingkai maslahah yang menjadi tujuan hukum Islam (maqashid al-syari’ah).   The concept of age limitation to marry for children in fiqh is varied. There is also an inconsistency on the marriage age limitation in regulation. Therefore, it is a need to reconstruct the concept in Indonesian national law based on fiqh perspective through these following steps; first, there is an effort to make similar limitation on age to marry in regulation; second, the issuing of age dispensation under strict requirements such as giving the limit 16 years old for woman and 19 years old for man. Both of the concept can be look at the merit frame which is the objective of Islamic law (maqashid al-syari’ah).  
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS MARJINAL BERBASIS ZAKAT DI LPP-ZISWAF HARAPAN UMMAT MALANG JAWA TIMUR Nur Fadhilah
Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Vol 17 No 1 (2017)
Publisher : LP2M IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/dinamika.2017.17.1.89-112

Abstract

Lembaga Pendayagunaan dan Pemberdayaan Zakat, Infak, Shadaqah, dan Wakaf Harapan Ummat (LPP-Ziswaf Harum) melakukan pendistribusian zakat melalui pemberdayaan tiga komunitas marjinal di Malang, yaitu di Lowokwaru, Muharto, dan Gadang. Selain itu, LPP-Ziswaf Harum juga menggulirkan pinjaman tanpa bunga berbasis kelompok dengan aturan disiplin pinjaman dan disiplin kelompok. Model pembiayaan usaha mikro berbasis kelompok ini adalah salah satu strategi LPP-Ziswaf dalam mengembangkan kelembagaan lokal sebagai rangkaian pemberdayaan komunitas marjinal berbasis zakat. Kata Kunci: pemberdayaan berbasis zakat, komunitas marjinal, pendampingan, kelembagaan lokal
Perempuan dan Konservasi Lingkungan (Studi Pada Bank Sampah Berlian Malang Jawa Timur) Nur Fadhilah; Ni'matun Naharin
AL-TAHRIR Vol 17, No 2 (2017): Islam dan Ekologi
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/altahrir.v17i2.1023

Abstract

Abstract:The increase in population is parallel to the volume of garbage produced. In this case, an effective solution to manage the garbage is extremely needed. The idea to establish garbage bank is one of the alternatives to overcome garbage dump. Through this bank, the garbage collected could be treated and sorted. Berlian is one of garbage banks initiated by a woman. Through the bank, a group of women have successfully involved in the environmental conservation.This article explains the role of women as the vanguards of environmental conservation in ecofeminism perspective and environmental fiqh.Feminism values which influence the bank have empowered the society and stimulated social activities such as giving charity to the senior citizen and house renovation.Ecofeminism values should be trained continuously so that the values attached in the society. The spirit to conserve the environment that is in line with the explanation in the Qur'an has inspired berlian garbage bank in treating the garbage. Environmental conservation as both individual and collective obligations is the awareness that strengthen the sustainability of Berlian Garbage Bank. الملخص:إن ارتفاع معدل النمو السكاني يتناسب بشكل مباشر مع حجم النفايات المتولدة. وهناك حاجة إلى حلول فعالة من أجل إدارة النفايات. وفكرة بناء البنك القمامي هو واحد من الحل البديل للتغلب على تراكم القمامة. القمامة المنتجة كل يوم يمكن جمعها بحيث يمكن استفادتها ومعالجتها. وبنك القمامة بارليان(berlian)هو واحد من بنك القمامة التي نشأته وقادته مجموعة النساء. وقد أبدت هذه المجموعة من النساء نجاحها في المشاركة والمحافظة على البيئة في قريتها. وتبحث هذه الورقة دور المرأة بوصفها رائدة في الحفاظ على البيئة من منظور النسوية الإيكولوجية وفقه البيئة. إن القيم النسائية في بنك القمامة بارليان قادرة على تمكين المجتمع واستفادتهم في تطوير الأنشطة الاجتماعية مثل نفقات العجوزات وإصلاح المنازل والبيوت. إن المعالجة والمحافظة على البيئة تحتاج إلى رعايتها باستمرار لتكون جزءا لا يتجزأ في قلوب المجتمع. إن روح التعامل مع البيئة باحترام وحراسة ورعاية يناسب بتعاليم القرآن الكريم، وتؤدي أيضا إلى انصاف مجموعة النساء في معالجة النفايات. الحفاظ على البيئة لازم وفرض فرديا وجماعيا هو الوعي الذي يعزز استدامة بنك القمامة بارليان  في المستقبل Abstrak: Tingginya angka pertambahan penduduk berbanding lurus dengan volume sampah yang dihasilkan. Solusi yang efektif dibutuhkan dalam rangka mengelola sampah. Ide pembuatan bank sampah adalah salah satu alternatif solusi untuk mengatasi penumpukan sampah. Dengan pendirian bank sampah, sampahyang dihasilkan setiap haribisa dikumpulkan sehingga dapat dipilah dan diolah. Bank Sampah Berlian adalah salah satu bank sampahyang dimotori oleh perempuan. Kepedulian sekelompokperempuan untuk turut serta dalam konservasi lingkungan di desanya terbukti berhasil. Tulisan ini akan mengulas tentang peran perempuan sebagai pelopor konservasi lingkungan dalam perspektif ekofeminisme dan fiqihlingkungan.Nilai-nilai feminimitas yang mewarnai Bank Sampah Berlian terbukti mampu memberdayakan masyarakat sekitar dan mengembangkan kegiatan sosial seperti santunan untuk lansia hingga bedah rumah. Nilai-nilai ekofeminisme perlu diasah dan diasuh terus menerus agar melekat dihati masyarakat. Semangat untuk memperlakukan lingkungan dengan menghormati, menjaga, dan merawat sesuai penjelasan eksplisit dalam al-Qur’an turut mengilhami Bank Sampah Berlian dalam melakukan pengolahan sampah. Konservasi lingkungan sebagai kewajiban individu dan kewajiban kolektif adalah kesadaran yang menguatkan keberlanjutan Bank Sampah Berlian
SUBORDINASI PENGELOLAAN ZAKAT OLEH MASYARAKAT DALAM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA Nur Fadhilah
YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam Vol 7, No 2 (2016): Yudisia
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/yudisia.v7i2.2165

Abstract

Judicial review of the Law No 23 Year 2011 on Zakat‟s Management has been approved by the Constitutional Court on 31 October 2013. The Court decision No 86/PUU-X/2012 acknowledge the position of LAZ asan assistance of BAZNAS. Thus, LAZ as an institution founded by society is merely a subordinate.