Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Defleksi Lateral Tiang Tunggal Akibat Beban Lateral pada Tanah Lempung Berdasarkan Komparasi Tiga Metode Ahmad Jirjisul Ba'ist; Togani Cahyadi Upomo; Henry Apriyatno; Untoro Nugroho
Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 4 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.972 KB) | DOI: 10.24002/jts.v15i4.3794

Abstract

The foundation has a function to hold the load in the form of axial load, lateral load and moment. The axial load on the pile foundation is supported by the pole end resistance and pile friction, while the lateral load on the pile foundation is supported by the relation of the blanket area along the pile with the ground in the lateral direction. Lateral load causes lateral deflection in which the magnitude of deflection must not exceed the permissible lateral deflection limit of 2.54 cm. The determining factors in lateral deflection are the type of pile foundation, soil type, and the magnitude of the force that occurs. The foundation of a single pile in which the number of one pile when embedded in clay soil needs to be investigated for the magnitude of lateral deflection that occurs, this is due to the changing nature of the clay when under the influence of high or low water content. The foundation of the pile uses a concrete head with the condition of a free end with a cylindrical shape with a diameter of 60 cm that is not solid with a wall thickness of 10 cm and a compressive strength of concrete of 60 MPa. Clay soil data uses soil drilling test data in Wirosari, Grobogan, Central Java. The planning method used is the finite element method (PLAXIS) and the finite difference method (p-y curve and the ALLPILE program) with lateral load variations of 10 kN, 15 kN and 20 kN given to the top end of the pole with the principle of giving trial and error loads. The results of the calculation of the lateral deflection of the pile on the p-y curve method with finite difference resolution, the ALLPILE program, and the PLAXIS program respectively with a lateral load of 10 kN are 0.0629 cm; 1.21 cm; 0.27 cm, lateral loads of 15 kN are 0.0943 cm; 2.13 cm; 0.4051 cm, and a lateral load of 20 kN is 0.1258 cm; 3.14 cm; 0.5402 cm. Thus the lateral deflection load limit is 15 kN, so as not to exceed the permissible lateral deflection limit of 2.54 cm. The recommended method used is the ALLPILE program to better get the level of security from the lateral deflection of the pole when applied in the field.
ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL MENGGUNAKAN BANTUAN PERANGKAT LUNAK VISSIM STUDENT VERSION Untoro Nugroho; Ganang Cucu Dwiatmaja
Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v16i1.1964

Abstract

Kota Semarang memiliki penduduk sejumlah 1.729.428 jiwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik. Kota yang berpenduduk di atas 1 – 2 juta jiwa menimbulkan permasalahan transportasi yang tidak bisa dihindarkan (Tamin, 2000). Dari sejumlah kecamatan di kota Semarang Kecamatan Semarang Selatan dan Candisari merupakan kecamatan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk serta tingginya persebaran kendaraan. Salah satu pemisah dari 2 kecamatan tersebut merupakan Jalan Tentara Pelajar. Di jalan tentara pelajar terdapat simpang yang cukup ramai karena memiliki pendekat yang cukup banyak yaitu adalah Simpang Sompok Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kinerja Simpang Sompok, Candisari, Kota Semarang, langkah-langkah pembuatan simulasi lalu lintas dan evaluasi kondisi arus lalu lintas Simpang Sompok menggunakan perangkat lunak Vissim. Selain itu penelitian ini juga menganalisis keefektifan geometri Simpang Sompok Kota Semarang dan memberikan alternatif solusi untuk geometri Simpang Sompok. Dari hasil keluaran perangkat lunak Vissim didapat kondisi eksisting Simpang Sompok memiliki tingkat kinerja “F” (sangat buruk) dengan tundaan mencapai 100 detik dengan panjang antrean 154 meter sedangkan kondisi setelah dilakukan perubahan skenario lalu lintas maupun perubahan geometri simpang tingkat kinerja meningkat menjadi “B” (baik) dengan tundaan sebesar 18 detik dengan panjang antrean 50 meter. Maka dari itu perlu adanya penanganan lebih lanjut untuk merealisasikan perubahan tingkat kinerja dari Simpang Sompok Candisari Kota Semarang berupa pelebaran jalan, perubahan geometri simpang dan memberlakukan skenario lalu lintas.
Evaluasi Tebal Perkerasan Kaku Berdasarkan Mdp 2024 Dan Kenpave Pada Ruas Jalan Semarang-Boja Dan Ungaran-Cangkiran Farhan Hakim; Untoro Nugroho
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2062

Abstract

Perkerasan kaku banyak digunakan pada ruas jalan dengan volume kendaraan berat karena memiliki kekuatan struktural tinggi dan umur layan panjang, sehingga ketepatan desain tebal pelat menjadi kunci agar perkerasan mampu menahan beban lalu lintas selama umur rencana. Penelitian ini bertujuan memperoleh desain tebal perkerasan kaku pada Ruas Jalan Semarang-Boja dan Ruas Jalan Ungaran-Cangkiran menggunakan Manual Desain Perkerasan Jalan (MDP) 2024, mengevaluasi respons mekanis strukturnya dengan software KENPAVE-KENSLABS, serta membandingkan hasil kedua pendekatan tersebut. Data primer berupa nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah dasar hasil uji DCP dan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) hasil survei selama 42 jam digunakan bersama data sekunder identitas jalan dan peta lokasi. Analisis tebal perkerasan mengikuti prosedur MDP 2024, sedangkan evaluasi struktur menggunakan KENPAVE-KENSLABS untuk memperoleh tegangan maksimum, lendutan maksimum, dan indeks retak. Hasil penelitian menunjukkan kedua ruas jalan menghasilkan struktur Jointed Plain Concrete Pavement (JPCP) dengan tebal pelat masing-masing 235 mm pada Semarang-Boja dan 230 mm pada Ungaran-Cangkiran. Nilai fatigue pada kedua ruas sebesar 0,00%, sedangkan nilai erosi sebesar 94,10% pada Semarang-Boja dan 89,77% pada Ungaran-Cangkiran, keduanya masih di bawah batas 100% yang disyaratkan MDP 2024. Evaluasi KENPAVE-KENSLABS memperlihatkan tegangan dan lendutan pelat masih berada pada batas aman dengan indeks retak 0,00% untuk umur rencana lebih dari 40 tahun. Meskipun karakteristik lalu lintas dan kondisi tanah dasar kedua ruas berbeda, keduanya menghasilkan desain yang mampu memberikan kinerja struktural yang baik, dan kombinasi metode MDP 2024 dengan KENPAVE terbukti memberikan evaluasi yang lebih komprehensif karena menggabungkan pendekatan mekanistik-empiris dengan analisis respons mekanis struktur perkerasan.