Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGUJIAN KUAT TEKAN BETON DENGAN CAMPURAN AGREGAT LOKAL (BATU PECAH SELANGIT PASIR SIRING AGUNG) Santi Sani
Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 3 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.082 KB) | DOI: 10.24002/jts.v16i3.5389

Abstract

Beton dalam teknik sipil memegang peranan penting karena sering kali digunakan sebagai struktur dalam konstruksi beton. Struktur beton sangat dipengaruhi oleh komposisi dan kualitas bahan-bahan pencampur beton tersebut. Bahan pencampur beton adalah agregat kasar (split) agregat halus (pasir), semen dan air. Bahan tersebut harus dicampur sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan suatu kekuatan rata-rata yang diinginkan. Bahan material beton tersebut banyak juga terdapat di wilayah Kabupaten Musi Rawas sebagai sumber daya alam yang melimpah dan salah satunya adalah agregat kasar dari daerah Selangit Kecamatan Selangit dan pasir dari daerah Siring Agung Kecamatan Tugumulyo. Setelah melakukan pengujian agregat kasar (split) dan agregat halus (pasir) dan dinyatakan bahan tersebut dapat dipakai sebagai bahan pencampur beton untuk pembuatan struktur pada kontruksi bangunan. Pada perancangan beton ini dilakukan pendekatan yaitu dengan kuat tekan yang diinginkan yaitu sebesar 20 MPa maka campuran beton yang dipakai adalah 1 : 1,52 : 3,83 untuk 3 spesimen campuran dengan susunan campuran beton teoritis tiap m³ semen Portland 333,33 kg, Air 190 kg, Agregat halus 510,07 kg, Agregat kasar 1311,60 kg. Hasil didapatkan adalah pada umur 28 hari rata-rata kuat tekan beton sebesar 303,70 kg/cm² atau 25, 20 MPa melampaui kuat tekan yang telah ditetapkan. Penelitian yang dilakukan menghasilkan bahwa bahan agregat halus (pasir) Siring Agung dan agregat kasar Selangit dapat dipakai sebagai bahan campuran beton sebagai struktur kontruksi beton.
Pelatihan pembuatan bahan pewarna makanan alami bagi ibu-ibu PKK Kelurahan Talang Ubi Kecamatan Megang Sakti Yeni Trianah; Santi Sani
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Juli
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v5i2.1162

Abstract

Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan serta sosialisasi kepada masyarakat kelurahan talang ubi dalam membuat bahan pewarna makanan dengan memakai bahan alami. kegiatan ini dilaksanakan di bulan Agustus 2021 yang mencakup sosialisasi dan pelatihan. kegiatan ini diikuti 20 peserta ibu PKK kelurahan talang ubi Kecamatan Megang Sakti. sosialisasi yang diberikan melalui ceramah serta pelaithan pembuatan pewarna makanan alami dengan menggunakan metode ekstraksi. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan mitra dari nilai rata-rata pengetahuan awal sebesar 46,5 dan nilai rata-rata pengetahuan mitra setelah pelatihan sebesar 93,7 dengan nilai N-Gain 0,8 dengan kategori tinggi. Selain pengetahuan mitra juga memiliki ketrampilan dalam membuat pewarna makanan alami dengan metode ekstraksi dengan rata-rata ketrampilan mitra 93,6 dan berada pada kategori sangat baik.
PENGARUH PENAMBAHAN SERABUT (FIBER) KELAPA SAWIT TERHADAP POROSITAS BETON Yeni Trianah; Santi Sani
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 3 No 2 (2022): July
Publisher : Faculty of Engineering, Planning and Architecture, Winaya Mukti University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.797 KB) | DOI: 10.51988/jtsc.v3i2.49

Abstract

Porositas dapat didefinisikan sebagai ruang kosong diantara material (volume ruang kosong yang ditempati oleh fluida) terhadap volume total beton. Beton merupakan salah satu bahan yang sering digunakan dalam struktur bangunan yang mempunyai beberapa kelebihan dan mudah  digunakan dan dikerjakan, mudah di bentuk sesuai kebutuhan, proses perawatan juga mudah dilakukan, ekonomis dalam pembuatannya karena menggunakan bahan–bahan lokal yang mudah diperoleh. Secara struktural beton memiliki kekuatan yang cukup besar dalam menahan gaya tekan. Beton dengan campuran serat merupakan beton yang dicampur dengan material serat serabut kelapa sawit, tetapi bisa juga diberikan tambahan berupa serat alami dan serat sintetis yang dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas dari beton. Penambahan serat serabut kelapa sawit dalam campuran adonan beton bisa memberikan kontribusi yang positif dalam pemanfaatan limbah serabut kelapa sawit. Penelitian ini dalakukan dengan menggunakan metode eksperimen dengan membuat sampel uji beton berbentuk kubus dengan ukuran 50x50x50mm kemudian dilakukan uji porositasnya. Hasil analisis regresi terhadap nilai porositas beton setelah di tambah dengan serabut kelapa sawit  diperoleh (P) sebesar 21,02761%.
PENGARUH PENAMBAHAN SERABUT (FIBER) KELAPA SAWIT TERHADAP POROSITAS BETON Yeni Trianah; Santi Sani
JURNAL RIVET Vol 2 No 01 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.729 KB) | DOI: 10.47233/rivet.v2i01.453

Abstract

Porositas dapat didefinisikan sebagai ruang kosong diantara material (volume ruang kosong yang ditempati oleh fluida) terhadap volume total beton. Beton merupakan salah satu bahan yang sering digunakan dalam struktur bangunan yang mempunyai beberapa kelebihan dan mudah digunakan dan dikerjakan, mudah di bentuk sesuai kebutuhan, proses perawatan juga mudah dilakukan, ekonomis dalam pembuatannya karena menggunakan bahan–bahan lokal yang mudah diperoleh. Secara struktural beton memiliki kekuatan yang cukup besar dalam menahan gaya tekan. Beton dengan campuran serat merupakan beton yang dicampur dengan material serat serabut kelapa sawit, tetapi bisa juga diberikan tambahan berupa serat alami dan serat sintetis yang dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas dari beton. Penambahan serat serabut kelapa sawit dalam campuran adonan beton bisa memberikan kontribusi yang positif dalam pemanfaatan limbah serabut kelapa sawit. Penelitian ini dalakukan dengan menggunakan metode eksperimen dengan membuat sampel uji beton berbentuk kubus dengan ukuran 50x50x50mm kemudian dilakukan uji porositasnya. Pengaruh penambahan serabut kelapa sawit pada campuran beton terhadap porositas beton berdasarkan analisis regresi menghasilkan nilai porositas beton minimum (P) sebesar 21,02761%.
Pengaruh Penambahan Serabut (Fiber) Kelapa Sawit Terhadap Porositas Beton Yeni Trianah; Santi Sani
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2022): JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/juteks.v7i2.860

Abstract

Porositas dapat didefinisikan sebagai perbandingan volume pori-pori (volume yang ditempati oleh fluida) terhadap volume total beton. Beton sebagai salah satu bahan yang sangat penting digunakan pada struktur bangunan memiliki beberapa kelebihan yaitu mudah di kerjakan, mudah di bentuk sesuai kebutuhan, perawatan mudah dan murah, ekonomis dalam pembuatannya karena menggunakan bahan–bahan lokal yang mudah diperoleh. Secara struktural beton memiliki kekuatan yang cukup besar dalam menahan gaya tekan. Beton serat adalah beton yang dicampur dengan material serat,bisa berupa serat alami dan serat sintetis yang digunakan untuk memperbaiki sifat mekanis beton. Pemakaian serat sabut kelapa dalam campuran beton serat memberi kontribusi positif dalam pemanfaatan serabut kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan sampel kubus ukuran 50x50x50 mm untuk benda uji porositas. Pengaruh penambahan serabut kelapa sawit pada campuran beton terhadap porositas beton berdasarkan analisis regresi didapatkan rumus P = 0,00477 (FA)2 – 0,16598 (FA) + 22,46869
PENGARUH PENAMBAHAN SERABUT (FIBER) KELAPA SAWIT TERHADAP POROSITAS BETON Yeni Trianah; Santi Sani
JITSi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.486 KB) | DOI: 10.36423/jitsi.v2i2.967

Abstract

Abstract— Porosity can be defined as the empty space between the material (volume of free space occupied by the fluid) to the total volume of concrete. Concrete is one of the materials that is often used in building structures which has several advantages and is easy to use and work on, easy to shape according to needs, the maintenance process is also easy to do, economical in its manufacture because it uses local materials that are easily obtained. Structurally, concrete has considerable strength in resisting compressive forces. Concrete with a mixture of fibers is concrete that is mixed with palm fiber fiber material, but it can also be added in the form of natural fibers and synthetic fibers that can be used to improve the quality of the concrete. The addition of palm fiber fibers in the concrete mixture can make a positive contribution to the utilization of palm oil fiber waste. This research was carried out using an experimental method by making a concrete test sample in the form of a cube with a size of 50x50x50mm then the porosity test was carried out. The effect of adding palm fiber to the concrete mixture on the porosity of the concrete based on regression analysis resulted in a minimum concrete porosity value (P) of 21.02761%. Keywords — palm fiber, porosity, concrete Abstrak — Porositas dapat didefinisikan sebagai ruang kosong diantara material (volume ruang kosong yang ditempati oleh fluida) terhadap volume total beton. Beton merupakan salah satu bahan yang sering digunakan dalam struktur bangunan yang mempunyai beberapa kelebihan dan mudah digunakan dan dikerjakan, mudah di bentuk sesuai kebutuhan, proses perawatan juga mudah dilakukan, ekonomis dalam pembuatannya karena menggunakan bahan–bahan lokal yang mudah diperoleh. Secara struktural beton memiliki kekuatan yang cukup besar dalam menahan gaya tekan. Beton dengan campuran serat merupakan beton yang dicampur dengan material serat serabut kelapa sawit, tetapi bisa juga diberikan tambahan berupa serat alami dan serat sintetis yang dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas dari beton. Penambahan serat serabut kelapa sawit dalam campuran adonan beton bisa memberikan kontribusi yang positif dalam pemanfaatan limbah serabut kelapa sawit. Penelitian ini dalakukan dengan menggunakan metode eksperimen dengan membuat sampel uji beton berbentuk kubus dengan ukuran 50x50x50mm kemudian dilakukan uji porositasnya. Pengaruh penambahan serabut kelapa sawit pada campuran beton terhadap porositas beton berdasarkan analisis regresi menghasilkan nilai porositas beton minimum (P) sebesar 21,02761%. Kata kunci — Serabut Kelapa Sawit, Porositas, Beton.
Keefektifan Metode Filtrasi Sederhana Dalam Menurunkan Kadar Mn (Mangan) Dan (Fe) Besi Air Sumur di Kelurahan Talang Ubi Kabupaten Musi Rawas Yeni Trianah; Santi Sani
Jurnal Deformasi Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v8i1.11454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kadar Mn dan Fe pada air sumur di kelurahan Talang ubi Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas yang memiliki kandungan besi yang masih melebihi ketentuan yang ditetapkan Permenkes No.32 Tahun 2017, kandungan Fe maksimal yang diperbolehkan dalam air bersih adalah 1 mg/L, dan kandungan Mn maksimum adalah 0,4 mg/L. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 3 sampel air sumur melalui proses filtrasi sederhana dengan media zeolit ​​dan karbon aktif. Diharapkan kandungan Fe dan Mn yang terkandung dalam air sumur dapat diturunkan untuk memenuhi syarat kualitas air bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi media filter zeolit ​​dan karbon aktif efektif dalam menurunkan kadar Fe dan Mn pada air sumur, kadar Fe dan Mn sebelum perlakuan adalah 1,20 mg/l dan 0,90 mg/l, kadar Fe dan Mn setelah perlakuan. yang diberi perlakuan dengan media filter zeolit ​​rata-rata 0,16 mg/l dan 0,14 mg/l, dengan media filter karbon aktif rata-rata kandungan Fe 0,24 mg/l dan rata-rata kandungan Mn 0,24 mg/l, dan menggunakan media filter zeolit ​​dengan bahan aktif karbon dengan kandungan Fe rata-rata 0,18 mg/l dan kandungan Mn rata-rata 0,20 mg/l, kombinasi media filter yang paling efektif dalam menurunkan kadar Fe dan Mn adalah kombinasi media filter zeolit ​​sehingga hasil filtrasi dapat dapat digunakan oleh masyarakat dengan syarat harus diolah terlebih dahulu