Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Filogenetik Intraspesies Cucumis melo L. berdasarkan DNA Barcode Gen matK Dewi Retnaningati
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 2, No 2 (2017): June 2017
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v2i2.1658

Abstract

Rekonstruksi hubungan evolusi (evolutionary relationship) dari kelompok organisme, salah satunya yaitu hubungan filogenetik, merupakan hal penting dalam kajian sistematika yang dapat digunakan sebagai landasan untuk melakukan penelitian-penelitian komparatif. Pemikiran dasar penggunaan sekuen DNA dalam studi filogenetika (DNA Barcode) adalah bahwa terjadi perubahan basa nukleotida menurut waktu, sehingga akan dapat diperkirakan kecepatan evolusi yang terjadi dan akan dapat direkonstruksi hubungan evolusi antara satu kelompok organisme dengan yang lainnya. Gen MatK adalah gen populer yang digunakan dalam DNA Barcode tanaman di dunia, maka penyusunan DNA barcode berdasarkan gen MatK diharapkan dapat menunjukkan karakter molekuler yang spesifik dari melon. Analisis filogenetik dilakukan oleh paket perangkat lunak MEGA (Molecular Evolutionary Genetics Analysis) berdasarkan metode Maximum Parsimony (MP). Gen matK dalam melon mengandung lebih banyak basa A dan T daripada basa G dan C. Hasil analisis menunjukkan ada 43 situs variatif dan 6 situs Parsimony dari 576 bp gen matK yang diaggregasi. Indeks konsistensi adalah (0,777778), indeks retensi adalah (0,777778), dan indeks komposit adalah 0,744681 (0,604938) untuk semua situs dan situs parsimoni-informatif (dalam kurung). Genus Cucumis adalah kelompok monofiletik. Analisis karakter molekuler berdasarkan barcode DNA dari gen matK menunjukkan bahwa gen ini mampu membedakan variasi intraspesies dalam melon.
PROFIL KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA KELAS XI IPA MADRASAH ALIYAH YIIPS SEBATIK TIMUR PADA PELAJARAN BIOLOGI TOPIK JARINGAN Nirwana Nirwana; Dewi Retnaningati; Wasriani Wasriani
Borneo Journal of Biology Education (BJBE) Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/bjbe.v4i2.3228

Abstract

Salah satu tuntutan kurikulum mengharapkan siswa memiliki kecakapan kognitif . Oleh karenanya perlu dilakukan riset untuk mengetahui profil kemampuan kognitif siswa. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kemampuan kognitif siswa kelas XI IPA Madrasah Aliyah YIIPS Sebatik Timur pada mata pelajaran Biologi topik Jaringan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dan teknik analisis kuantitatif penskoran dengan koreksi terhadap jawaban tebakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa kelas XI IPA MA YIIPS Sebatik Timur memiliki kemampuan kognitif yang sangat tinggi sebesar 61,11%, tinggi sebesar 33,33%, dan kemampuan kognitif  sedang sebesar 5,56%.
Pelatihan Guru Biologi dan Siswa SD-SMA/SMK di Pontianak untuk Meningkatkan Pengalaman Belajar di Bidang Bioteknologi Mursyanti, Exsyupransia; Stefani Santi Widhiastuti; Dewi Retnaningati
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.709 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i1.4624

Abstract

 Abstract — Pontianak is the center of education in the province of West Kalimantan. In the implementation of education and learning, the interaction between competent teachers and active students can improve the quality of education. Therefore, a service activity was made that aims to ensure quality educational services in accordance with the times. This service activity is entitled Training and Assistance for Biology Teachers and Elementary-SMA/SMK Students at Karya Yosep Elementary School, St. Peter's Middle/High School, St. Mary's Vocational School with the theme Biotechnology and its Applications for the Welfare of Human Life. The method used is contextual learning which is packaged with a webinar model which includes 2 sessions, namely the delivery of material and discussion sessions. This activity is divided into 3 stages, namely the preparation, implementation, and evaluation stages. Overall, the activity went smoothly. This activity can increase the knowledge of Biology teachers and students in partner schools about the field of biotechnology, and participants can practice and apply the material received in everyday life. More than 85% of the participants from the group of teachers, elementary-junior high school students, and high school/vocational school students thought that the material provided was in accordance with the needs.Keywords — training, teachers, students, biotechnology.
PELATIHAN PEMBUATAN BRIKET RAMAH LINGKUNGAN DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH KULIT DAN KEPALA UDANG DI WILAYAH TANJUNG PASIR KOTA TARAKAN. Fitri Wijarini; Silfia Ilma; Dewi Retnaningati
PROFICIO Vol. 5 No. 1 (2024): PROFICIO: Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat cara membuat briket yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah kulit dan kepala udang sebagai bahan campuran. Kegiatan ini dilakukan di wilayah Tanjung Pasir RT 17. Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 20 orang. Metode pelatihan dilakukan dengan teknik presentasi dan praktik secara langsung. Presentasi dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan cara pembuatan briket ke masyarakat. Teknik praktik secara langsung dilakukan untuk memberikan contoh secara langsung bagaimana cara membuat briket yang ramah lingkungan. Pelatih juga melakukan pengukuran terkait 4 indikator yaitu: Pengetahuan tentang briket, Pengetahuan tentang bahaya penggunaan arang aktif, Pemahaman cara pembuatan briket, pemilihan bahan baku alternatif, dan Kesediaan mengganti arang aktif dengan briket. Berdasarkan indikator tersebut terdapat peningkatan pemhaman masayarakat pada masing-masing indikator yaitu: 30%,35%, 50%, 60% dan 15%. Peningkatan paling kecil terdapat paada indikator Kesediaan mengganti arang aktif dengan briket hal ini disebabkan karena peserta merasa pembuatan briket jauh lebih ribet dibandingkan dengan pembuatan arang aktif.
Pelatihan Guru Biologi dan Siswa SD-SMA/SMK di Pontianak untuk Meningkatkan Pengalaman Belajar di Bidang Bioteknologi Mursyanti, Exsyupransia; Stefani Santi Widhiastuti; Dewi Retnaningati
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i1.4624

Abstract

 Abstract — Pontianak is the center of education in the province of West Kalimantan. In the implementation of education and learning, the interaction between competent teachers and active students can improve the quality of education. Therefore, a service activity was made that aims to ensure quality educational services in accordance with the times. This service activity is entitled Training and Assistance for Biology Teachers and Elementary-SMA/SMK Students at Karya Yosep Elementary School, St. Peter's Middle/High School, St. Mary's Vocational School with the theme Biotechnology and its Applications for the Welfare of Human Life. The method used is contextual learning which is packaged with a webinar model which includes 2 sessions, namely the delivery of material and discussion sessions. This activity is divided into 3 stages, namely the preparation, implementation, and evaluation stages. Overall, the activity went smoothly. This activity can increase the knowledge of Biology teachers and students in partner schools about the field of biotechnology, and participants can practice and apply the material received in everyday life. More than 85% of the participants from the group of teachers, elementary-junior high school students, and high school/vocational school students thought that the material provided was in accordance with the needs.Keywords — training, teachers, students, biotechnology.