Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pendampingan Analisis Swot di IKM Alumunium Sorosutan Fegi Wulan Ayuningrum; Sumaryanto Sumaryanto
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9012

Abstract

Di Era modern ini kemajuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah tidak lepas dari laporan keungan dan pemasaran yang baik. Pemasaran menggunakan media sosial saat ini sangat diperlukan seperti Facebook, Youtube, Whatshapp dan lain sebagainya. Untuk promosi itu sendiri tidak hanya langsung bertatap muka tetapi bisa menggunakan iklan atau video promosi. Video promosi dalam dunia bisnis sangat berpeluang besar bagi bisnis mereka. Pengabdian Masyarakat yang dilakukan berfokus pada UMKM yang bergerak dalam bidang jasa dan produksi alumunium di kampung Kranon, Nitikan, Sorosutan, Yoyakarta. UMKM yang menjadi mitra pengabdian ini sudah sangat lama berdiri di Kelurahan Sorosutan, yaitu kurang lebih dari 27 tahun. Namun, dalam kegiatan pembukuan, laporan keuangan, pemasaran dan perkembangan UMKM masih sangat minim. Pengabdian ini dilakukan dengan tujuan agar pelaku UMKM memahami tentang pentingnya laporan keuangan, digital marketing dan Analisis SWOT. Sehingga para pelaku usaha diharapkan dapat mengembangkan usahanya melalui hal tersebut. Bedasarkan hal tersebut maka UMKM perlu diberikan pendampingan mengenai Analisis SWOT salah satu saran bagi UMKM yang sangat diperlukan untuk perkembangan KM Aluminium dan akan memberikan pendampingan tentang manfaat laporan keuangan dan digital marketing. Pendampingan ini dilakukan untuk pemilik UMKM dan bagian keungan UMKM. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada periode KKN ini.
PENERAPAN PENCATATAN BIAYA DAN PERHITUNGAN HARGA POKOK MENU MAKANAN SEBAGAI DASAR PENETAPAN HARGA JUAL WARUNG PECEL LELE “MUJA MUJU” YOGYAKARTA Wuri Endah Nur Afifah; Hanifa Sheyca Putri; Ananda Eva Ferdianti; Lisa Amelia Putri; Sumaryanto Sumaryanto
JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/juan.v3.i3.319

Abstract

Pertumbuhan usaha kuliner kaki lima di Yogyakarta menimbulkan persaingan harga yang ketat, sementara banyak UMKM masih menetapkan harga jual secara intuitif tanpa perhitungan harga pokok produksi per menu. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan pencatatan biaya dan perhitungan harga pokok menu dengan metode tradisional biaya penuh (full costing) pada Warung Pecel Lele “Muja Muju” sebagai dasar penetapan harga jual yang lebih rasional. Pelaksanaan meliputi pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumen biaya, pengolahan biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead menjadi harga pokok per menu, serta sosialisasi dan pendampingan penggunaan informasi biaya bagi pemilik. Hasil menunjukkan bahwa sebelumnya pemilik belum mencatat penjualan dan belum mengidentifikasi komponen biaya secara sistematis sehingga harga jual lebih banyak mengikuti kebiasaan dan harga pesaing. Perhitungan ulang mengungkap undercosting pada beberapa menu sehingga margin laba riil lebih rendah dari yang diasumsikan, dan pendampingan meningkatkan pemahaman pemilik mengenai struktur biaya dan pentingnya perhitungan harga pokok produksi untuk keberlanjutan usaha.
DARI MANUAL KE DIGITAL: APLIKASI SIAPIK PENGUAT FINANSIAL KULINER MIKRO GIWANGAN Adam Safana; Muhammad Raffi; Mirza Trianda; Verdyka Kuswara; Sumaryanto Sumaryanto
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61665

Abstract

Pengelolaan keuangan yang lemah menjadi hambatan utama keberlanjutan usaha bagi pelaku UMKM sektor kuliner, terutama pada skala mikro yang belum menerapkan pencatatan berbasis standar akuntansi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendorong transformasi digital pengelolaan keuangan UMKM Nasi Goreng BBRJT Tegal "Cah Bagus" di Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta melalui pendampingan implementasi aplikasi SIAPIK berbasis SAK EMKM. Metode pelaksanaan terdiri atas lima tahap, yaitu observasi awal kondisi keuangan mitra, sosialisasi aplikasi SIAPIK, pelatihan input transaksi harian, pendampingan penggunaan mandiri, dan evaluasi laporan keuangan yang dihasilkan. Sasaran kegiatan adalah satu UMKM kuliner mikro yang dikelola mandiri oleh pemiliknya tanpa karyawan dengan omzet harian sekitar Rp500.000-Rp600.000. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah pendampingan pemilik mampu mengoperasikan SIAPIK secara mandiri, mencatat transaksi harian, dan menghasilkan laporan laba rugi serta laporan posisi keuangan sesuai SAK EMKM. Kegiatan ini membuktikan bahwa metode pendampingan langsung berbasis aplikasi digital efektif mendorong perubahan perilaku pencatatan keuangan pada UMKM mikro sektor kuliner di tingkat lokal Yogyakarta.
PENDAMPINGAN PENGELOLA ADMINISTRASI KEUANGAN BERBASIS SAK EMKM PADA UMKM ANEKA GORENGAN Ananda Nurhaliza Putri Faisal; Mahriyatul Ulya; Ocha Vania; Gita Kusuma Dewi; Sumaryanto Sumaryanto
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62052

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kuliner, khususnya aneka gorengan, kerap luput dari perhatian pembinaan administrasi keuangan yang memadai, padahal permintaannya tergolong stabil di tengah masyarakat. UMKM Aneka Gorengan Prasmanan di Yogyakarta menjadi contoh nyata persoalan ini, di mana pemiliknya belum memiliki pencatatan transaksi yang tertata sejak usaha berdiri pada 2017. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi pengelolaan administrasi keuangan berbasis SAK EMKM pada mitra tersebut. Metode yang digunakan menggabungkan Pendidikan Masyarakat, Pelatihan, dan Difusi Ipteks melalui pendekatan partisipatif, dilaksanakan pada Juni sampai Juli 2026 dengan tahapan identifikasi, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan mitra berhasil mencatat 451 transaksi secara mandiri melalui tiga buku pembantu, menyusun tiga laporan keuangan sesuai SAK EMKM, memasang banner usaha, serta mendaftarkan lokasi usaha pada Google Maps. Laba bersih usaha tercatat sebesar Rp1.201.200 dengan margin 33,8% dari pendapatan, angka yang sebelumnya tidak pernah diketahui mitra. Keempat indikator keberhasilan tercapai seutuhnya. Temuan ini menegaskan bahwa pendampingan intensif berbasis satu mitra mampu mendorong perubahan literasi keuangan secara nyata, sekaligus menjadi modal awal bagi keberlanjutan usaha dan akses pembiayaan di masa mendatang.
ANALISIS BREAK-EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA UMKM TOKO KELONTONG SALSABIL Joyce Michelle Tania; David Aditya Putra; Asadullah Khoir Uddin; Daffa Alkautsar W.K; Sumaryanto Sumaryanto
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toko Kelontong Salsabil merupakan salah satu usaha mikro sembako di Yogyakarta yang masih menerapkan pencatatan kas sederhana tanpa memisahkan Harga Pokok Penjualan, biaya operasional, dan laba bersih, sehingga pemilik kesulitan menentukan target penjualan yang realistis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengidentifikasi struktur biaya, menghitung margin kontribusi, serta menentukan Break-Even Point (BEP) sebagai dasar perencanaan laba mitra. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif dengan studi kasus, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi data biaya serta penjualan selama April–Mei. Data dianalisis menggunakan perhitungan BEP untuk masing-masing dari empat produk representatif (rokok, gula, beras 5kg, dan LPG 3kg) secara individual berdasarkan margin kontribusi per unit dan alokasi biaya tetap secara proposional pada tiap produk, kemudian hasilnya dijumlahkan untuk memperoleh BEP total toko. Hasil analisis menunjukkan total biaya tetap sebesar Rp5.000.000 per bulan dengan rasio margin kontribusi 13,88%, sehingga titik impas usaha berada pada penjualan Rp34.804.904 per bulan, setara dengan 37 unit gabungan keempat produk per hari. Produk beras 5 kg memberikan margin kontribusi per unit terbesar. Kegiatan ini menghasilkan rekomendasi pemisahan pencatatan HPP dan biaya operasional serta penggunaan BEP sebagai acuan target penjualan, sehingga Toko Salsabil dapat mengelola keuangannya secara lebih terukur dan profesional.