Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Best Practice Inovasi Pelayanan Publik “Laboratorium Kemiskinan” Di Kabupaten Pekalongan Kurniani Wismaningsih; Retno Sunu Astuti; Ida Hayu Dwimawanti; Budi Puspo; Teuku Afrizal
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 13, No 1 (2021): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v13i1.24882

Abstract

This study aims to examine the best practice of public service innovation "Poverty Laboratory" as an effective and efficient way of completing an activity with a specific, repeatable and useful procedure to implement. Based on the best practice proxies offered by Prasojo in 2007, namely impact, partnership, sustainability, leadership, and transferability to other areas, the research used a descriptive qualitative approach. This research was conducted in Pekalongan Regency. Collecting data using interviews, observation and documentation. The results of the study found that the Poverty Laboratory had met the best practice criteria. With the Poverty Laboratory two of the three model villages have left the category of red villages. The Poverty Laboratory won the award for TOP 45 Innovation in the 2020 National Level Public Service Innovation Competition or better known as SINOVIK. Pekalongan District Government must maintain these achievements, however, in its implementation, a Poverty Laboratory Development Technical Guideline should be prepared which contains, among other things, the details of the amount of funds needed in each model village and what forms of village government support in this program.
Analisis Kebijakan Pengentasan Kemiskinan “Laboratorium Kemiskinan” Kabupaten Pekalongan Kurniani Wismaningsih
E-Jurnal Kajen Vol 5 No 02 (2021): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol. 5 No. 2
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv5i02.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif kebijakan terhadap pelaksanaan kebijakan pengentasan kemiskinan “Laboratorium Kemiskinan” di Kabupaten Pekalongan. Laboratorium Kemiskinan adalah kebijakan dalam rangka pengentasan kemiskinan yang memiliki ruang lingkup wilayah kabupaten. Kebaruan (novelty) program ini adalah pelibatan semua pihak (Pentahelix). Laboratorium kemiskinan juga dilakukan dengan pendekatan topografi wilayah yang di setiap wilayah topografi tersebut memiliki karakeristik, sebab dan solusi kemiskinan yang berbeda. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan dilaksanakan di Kabupaten Pekalongan. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam implementasinya, Laboratorium Kemiskinan mengalami beberapa permasalahan, yaitu: 1. Perangkat Daerah terkait belum berperan secara maksimal; 2. Pemerintah Desa Model kurang aktif dan responsif. Alternatif untuk mengatasi permasalahan, yaitu: 1. Membuat Regulasi tentang Pembentukan Tim Pelaksana Laboratorium Kemiskinan; 2. Meningkatkan Koordinasi antar Perangkat Daerah Pelaksana Laboratorium Kemiskinan dan Desa Model; 3. Menyusun Petunjuk Teknis Kebijakan Laboratorium Kemiskinan. Di antara ketiga alternatif tersebut, alternatif yang direkomendasikan adalah menyusun Petunjuk Teknis Laboratorium Kemiskinan.