UMKM kue bawang yang berlokasi di Dusun Noloprayan, Desa Jatirejo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang merupakan usaha mikro berbasis pangan rumahan yang memiliki kontribusi penting dalam mendukung perekonomian desa. Namun, dalam perkembangannya, UMKM ini masih menghadapi berbagai kendala, khususnya pada aspek identitas merek, kemasan produk yang kurang menarik, legalitas usaha yang belum terpenuhi secara optimal, serta rendahnya pemanfaatan media promosi dan teknologi digital. Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya daya saing dan jangkauan pemasaran produk. Kegiatan Kuliah Praktik Pemberdayaan Masyarakat (KPPM) ini bertujuan untuk memberdayakan UMKM kue bawang melalui penguatan strategi pemasaran dan pengembangan usaha guna meningkatkan daya saing serta mendukung keberlanjutan usaha. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi langsung terhadap pelaku UMKM yang dilakukan selama satu bulan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan melalui penguatan identitas merek, inovasi kemasan produk, edukasi dan pendampingan awal sertifikasi halal, pemasangan media promosi fisik, pendaftaran lokasi usaha pada Google Maps, perluasan saluran distribusi, serta pembuatan template promosi digital memberikan dampak positif terhadap peningkatan visibilitas usaha dan kepercayaan konsumen. Implikasi dari kegiatan ini menegaskan bahwa integrasi antara penguatan pemasaran, pemenuhan legalitas usaha, dan pemanfaatan teknologi digital mampu meningkatkan daya saing UMKM serta mendorong keberlanjutan usaha dalam jangka Panjang.