M. Syahri
Jurusan Teknik Kimia-UPN Veteran Yogyakarta, Jalan Babarsari 2, Tambakbayan Yogyakarta 55281

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DESAIN FASILITAS KERJA ALAT PENEKUK AKRILIK MENGGUNAKAN METODE MACROERGONOMIC ANALYSIS AND DESIGN (MEAD) PADA CV. CAESAR ADVERTISING Muhammad Choiru Zulfa; M. Syahri; Dyah Rachmawati L
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 7 2016
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.839 KB)

Abstract

Fasilitas kerja stasiun penekuk akrilik pada CV. Caesar Advertising hanya terdiri dari kaca pemanas untuk memanaskan bagian tekukan akrilik dan papan kayu kecil sebagai alat bantu proses penekukan. Posisi kerja duduk di lantai karena belum ada fasilitas meja kursi yang memadai dapat megakibatkan keluhan pada beberapa bagian tubuh. Sistem kerja yang tidak ergonomis dapat mengakibatkan kelelahan pekerja yang dapat berdampak pada kualitas dan kuantitas produksi yang tidak optimal sehingga target produksi tidak dapat tercapai.  Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat penekuk akrilik menggunakan metode Macroergonomic Analysis and Design (MEAD). Pendekatan ergonomi makro dilakukan dengan melibatkan pemilik dan pekerja unuk mengetahui variansi dalam perancangan alat penekuk akrilik. Hasil penelitian menggunakan MEAD didapat rancangan alat penekuk akrilik berupa meja dan kursi kerja dengan tinggi meja 74,07 cm, lebar meja 41,61 cm, panjang meja 45,88 cm, tinggi kursi 43,38 cm, panjang kursi 38,87 cm, dan lebar kursi 36,27 cm. Kata kunci : MEAD, akrilik, sistem kerja
Inhibisi Korosi Baja Karbon di dalam Larutan Karbonat-bikarbonat Isdiriayani Nurdin; M. Syahri
Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol. 31 No. 1 (1999)
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sari. Sistem absorpsi CO2 yang menggunakan absorben K2CO3 merupakan salah satu satuan operasi yang rawan korosi, terutama di bagian yang berhubungan dengan larutan "kaya" yang mengandung KHCO3. Baja karbon, yang biasa digunakan sebagai bahan konstruksi pada sistem absorpsi CO2 terkorosi oleh larutan K2CO3 + KHCO3 tetapi juga bersifat mampu pasif dalam larutan tersebut. Oleh sebab itu, korosi pada sistem absorpsi CO2 dapat dikendalikan dengan menggunakan inhibitor pasivator seperti KVO3. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, ternyata KVO3 dengan dosis 20 g/dm3 efektif menurunkan laju korosi baja karbon dalam larutan K2CO3 + KHCO3 pada suhu 100 °C, dan turbulensi yang tinggi. Lapisan pasif yang terbentuk dengan penambahan inhibitor vanadate terutama terdiri dari n-Fe2O3 dan FeVO4 Na-benzoat, yang juga inhibitor pasivator, dapat menurunkan laju korosi baja karbon dalam lingkungan yang sama dengan efektifitas yang tidak jauh berbeda, tetapi dengan dosis lebih rendah (14 g/dm3). Lapisan pasif yang dihasilkan dengan penambahan inhibitor Na-benzoat terdiri dari n-Fe2O3 dan Fe2(OH)2CO3. Corrosion Inhibition of Carbon-Steel in Carbonate-Bicarbonate SolutionAbstract. Carbondioxide (CO2) absorption system, using K2CO3 as absorbent, is one of the absorption unit which is susceptible to corrosion attack, especially the parts contacting the KHCO3 rich solution. Carbon steel which used to be the construction material of CO2 absorption system, is susceptible to corrosion in K2CO3 + KHCO3 solution with a passivation tendency. The use of passivating inhibitor, especially KVO3, is one of the most popular corrosion prevention method. Experimental results show that 20 g/dm3 KVO3 is effective to inhibit corrosion of carbon steel in K2CO3 + KHCO3 solution at temperature up to 100°C and high turbulence. This passivation is due to the formation of protective layer which consists of η-Fe2O3 and FeVO4. Another passivating inhibitor, Na-benzoate, is found to be similarly effective to KVO3 in the same testing conditions. The passive film, formed by the addition Na-benzoate, consists of η-Fe2O3 and Fe2(OH)2CO3.