Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal MIPA

Perancangan Sistem Pembangkit Listrik Hibrida (Energi Angin Dan Matahari) Menggunakan Hybrid Optimization Model For Electric Renewables (HOMER) Arota, Anjas Starlen; Kolibu, Hesky S.; Lumi, Benny M.
Jurnal MIPA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.2.2.2013.3193

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sistem pembangkit listrik hibrida (energi angin dan matahari) menggunakan software HOMER. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pembangkit listrik hibrida (Energi angin dan matahari) menggunakan software HOMER. Pada penelitian ini diperoleh potensi radiasi matahari sebesar 8,073 kWh/m2 setiap hari dan potensi energi angin sebesar 2,3 m/s. Nilai NPC tertinggi sebesar $171.447 dan terendah sebesar $61,.811. Nilai COE tertinggi sebesar 1.,663 $/kWh dan terendah sebesar 0,599 $/kWh.A research on hybrid power system (wind and solar energy) had been done. This study was aimed to design hybrid power system (wind and solar energy) by using HOMER software. The research resulted in potential solar radiation of 8.073 kWh/m2 per day and wind energy potential of 2.3 m/s. The highest NPC value was $ 171,447 and the lowest one was $ 61,811. The highest COE value was $ 1.663/kWh and the lowest one was 0.599 $/kWh.
Pembuatan Aplikasi Prakiraan Cuaca Menggunakan Bahasa Pemrograman Visual Basic Aror, Ricky Daniel; Kolibu, Hesky S.; Pasau, Guntur
Jurnal MIPA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.2.2.2013.3188

Abstract

Metode prakiraan cuaca yang selama ini hanya dilakukan secara manual dengan melihat parameter-parameter cuaca yang ada, sehingga dibuat suatu program aplikasi komputer untuk memudahkan para prakirawan dalam menganalisa dan membuat prakiraan cuaca. Software pembuat program, Visual Basic 6.0 dimanfaatkan dalam pembuatan program aplikasi prakiraan cuaca ini. Tersedianya form pada Visual Basic yang mudah untuk dimodifikasi, memudahkan pengguna untuk mengatur tampilan aplikasi kemudian dijalankan dengan menggunakan kode (script) sebagai perintah. Hasilnya berupa sebuah program aplikasi prakiraan cuaca berekstensi *.exe yang dapat dijalankan pada perangkat komputer. Dengan menggunakan aplikasi prakiraan cuaca ini para prakirawan akan lebih mudah menganalisis dan mengoreksi langsung pada aplikasi ini jika ada kesalahan dan waktu yang dibutuhkan relatif lebih cepat (efisien).Methods of weather forecasting have only done manually by using provided weather parameters, so there is a need to build ​​a computer application program in facilitating the forecasters to analyze and make forecasts. Maker software program called Visual Basic 6.0 application program was utilized in building this forecasts application. Availability of the Visual Basic form that is easy to modify allows users to adjust the display and then run the application using the code (script) as a command. The result is a weather forecast application program with extension *.exe that can be run on the computer. By using this application the weather forecasters will be easier to analyze and correct it directly on the application if there is an error and the time it takes relatively more quickly (efficiently).
Pemanfaatan Logika Fuzzy Untuk Sistem Prediksi Banjir Gani, Ernawatil; Kolibu, Hesky S.; Tamuntuan, Gerald H.
Jurnal MIPA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.5.2.2016.12965

Abstract

Iklim merupakan salah satu isu penting dunia saat ini, terjadi karena adanya proses hukum alam yang sesuai dengan keseimbangan dari tiap kondisi daerah. Dampak negatif yang sering dirasakan berkaitan dengan iklim adalah timbulnya bencana alam, seperti banjir. Penelitian untuk prediksi banjir digunakan empat variabel masukan yaitu luas penampang, tingkat kemiringan lereng DAS, intensitas curah hujan dan koefisien limpasan aliran sungai. Model logika yang digunakan untuk pengolahan masukan adalah model mamdani. Hasil menunjukkan bahwa banjir terjadi pada level III dengan kombinasi dengan kombinasi luas penampang sempit (0-40 m2), kemiringan lereng landai (0-8%), curah hujan lebat (12,6-50 mm/jam) dan koefisien limpasan tinggi (11-25). Ancaman banjir terjadi pada level II dengan kombinasi luas penampang melebar (41-60 m2), kemiringan lereng landai (0-8 %), curah hujan lebat (12,6-50 mm/jam) dan koefisien limpasan sedang (0,26-10).The climate is one important issues of the world today, because of the process of natural law in accordance with the balance of any conditions in the area. The negative impacts are often felt the climate was associated with the incidence of natural disasters, such as floods. The research for flood forecast used four input variable that is profile area,  slope level of drainage basin, rainfall intensity  and river flow runoff coefficient. The logical model that has been used for data processing is mamdani’s model. The results showed that flood occur at level III with the combinations of narrow profile area (0-40 m2), edge slope (0-8%), heavy rainfall (12,6-50 mm/jam) and high runoff coefficient (11-25). Flood threat occur at level II with the combinations of narrow profile area (41-60 m2), edge slope (0-8%), heavy rainfall (12,6-50 mm/jam) and medium runoff coefficient (0,26-10).