Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KOMBINASI PASTEURISASI TERMAL DAN NON TERMAL PADA SARI BUAH JERUK Hawa, La Choviya; Komar, Nur; Wirayanti, Dani
-
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.443 KB)

Abstract

Sari buah jeruk merupakan alternatif produk olahan jeruk yang banyak diminati masyarakat. Pemanasan merupakan cara konvensional yang biasa digunakan dalam pengolahan untuk mengurangi kontaminasi mikroba pada produk pangan. Proses tersebut menjamin keamanan produk, tetapi kemungkinan rusaknya cita rasa, nutrisi, dan sifat fisikokimia tidak dapat dihindari, sehingga perlu adanya alternatif pengolahan secara non-termal. Penelitian ini mengkombinasikan teknologi pengolahan dengan minimal heat treatment dengan perlakuan suhu (35, 40, 45, dan 50ºC) dan waktu pemberian pulsed electric field (60, 70, 80, dan 90 detik) pada tegangan 40kV/cm untuk menginaktivasi total mikroba dan bakteri asam laktat (BAL) yang terdapat pada sari buah jeruk segar sekaligus meminimalisir terdagradasinya nutrisi serta sifat fisiknya. Kombinasi perlakuan (50ºC; 90 detik; 40kV/cm) dapat menurunkan total mikroba sebanyak 5.2 log cycle dan BAL 3.8 log cycle. Kondisi sifat fisikokimia tidak signifikan terpengaruh ( Fhitung < Ftabel ).  
PENDUGAAN UMUR SIMPAN PADA PENYIMPANAN DINGIN TEMPE KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) DENGAN PENGEMASAN VAKUM MENGGUNAKAN MODEL ARRHENIUS Lastriyanto, Anang; Komar, Nur; Pratiwi, Hartati Setyo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.497 KB)

Abstract

Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang penting di Indonesia. Kebutuhan akan kedelai meningkat dari 1.2-1.4 juta ton menjadi ± 1,8 juta ton setiap tahunnya, sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk. Komoditas per kapita kedelai saat ini ± 8 kg/kapita/tahun (Anonim, 2008a). Tempe adalah makanan yang dibuat dari kacang kedelai yang difermentasikan menggunakan kapang rhizopus (ragi tempe). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui umur simpan tempe kedelai yang dikemas vakum selama penyimpanan pada kondisi suhu ruang, dingin dan beku dengan menggunakan perhitungan model Arrhenius. Parameter yang digunakan untuk pengamatan adalah parameter fisik, meliputi kadar air, rendemen, kadar protein, dan uji inderawi. Metode eksperimental dilakukan dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah suhu penyimpanan (T) terdiri dari 3 suhu, yaitu : T1 = 25 °C, T2 = 8 °C, dan T3 = -8 ºC. Faktor perlakuan kedua adalah fase kematangan tempe (F) , terdiri dari tiga fase, yaitu : F1 = 9 jam setelah diberi ragi, F2 = 18 jam setelah diberi ragi, danF3 = 27 jam setelah diberi ragi. Bahan pengemas yang digunakan adalah polyetilen dengan ketebalan 0,08 mm, dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan pengemasan vakum tempe yang disimpan dingin (8 ˚C) lebih tahan lama daripada yang hanya disimpan pada suhu ruang (25 ˚C). Prediksi umur simpan pada masing-masing suhu, yaitu suhu 25 ˚C pada tempe 9 jam setelah diragi prediksi umur simpan 0.089 hari, tempe 18 jam setelah diragi 0.094 hari, dan tempe 27 jam setelah diragi 0.074 hari. Suhu 8 ˚C pada tempe 9 jam setelah diragi 0.311 hari, tempe 18 jam setelah diragi 0.281 hari, dan tempe setelah 27 jam diragi 0.272 hari. Sedangkan suhu -8 ˚C pada tempe 9 jam setelah diragi 1.164 hari, tempe 18 jam setelah diragi 0.899 hari dan pada F3 tempe 27 jam setelah diragi 1.069 hari.
Pencatat Digital Keluar Masuknya Beras dalam Gudang Berbasis RFID (Radio Frequency Identification) dengan Menggunakan Bahasa Pemrograman Delphi 7.0 Nur, Lutfian Nizar; Susilo, Bambang; Komar, Nur
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.447 KB)

Abstract

Pada industri modern, untuk pengolahan data suatu produk dibutuhkan ketelitian dan keakuratan. Sebelumnya telah ada pengolahan data menggunakan sistem barcode yang berfungsi untuk mengidentifikasi suatu produk dengan menggunakan kode. Akan tetapi, sistem barcode mempunyai kelemahan yaitu hanya terbatas dalam jumlah produk tersebut. Dari sistem barcode telah berkembang menjadi RFID (Radio Frequency Identification). RFID ini lebih berkembang dibanding menggunakan sistem barcode karena pada RFID bukan hanya terbatas pada jumlah produk melainkan dapat memberikan identitas dan atribut pada suatu produk. Bahasa pemrograman yang digunakan dalam penelitian ini adalah DELPHI 7.0.   Kata kunci: RFID, Tag, Reader, DELPHI 7.0
Desain Dan Uji Prototipe Alat Pasteurisasi Susu Berbasis Teknologi Irradiasi Ultraviolet (Kajian Dosis Uv) Lastriyanto, Anang; Kuncahyo, Erry Dwi; Komar, Nur
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.013 KB)

Abstract

The process of milk pasteurization generally use thermal method. The method can cause microorganisms inactive on the other side, the method result in the degradation of quality food. An alternative method that can be used is by using technology of ultraviolet irradiation. Ultraviolet light has short wavelength with a very strong antimicrobacterialenergy.The mechanism of its wor is by absorbing the energy by nucleid acid without causing damaged on the surface of cel. The absorbed energy will cause the bonding of tymine (dimer tymine) so that the function of nucleic acid is disturbed and it cause the dead of microorganism (Lay and of Hastowo, 1992). The devices used in this research are ultraviolet lamp type C, spiral hose, supporting frame, materials containers and the devices for measuring the amount of microbes, fat, specific gravity and colour. Materials used in this research is fresh milk that obtained from KUD DAU Malang. The result are pasteurization process with UV irradiation decrease microorganisms and fat in milk.Keywords : Pasteurization, ultraviolet irradiation, milk.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA Komar, Nur
EKUIVALEN - Pendidikan Matematika Vol 23, No 1 (2016): EKUIVALEN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.511 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peningkatan minat belajar siswa. (2) Peningkatan pemahaman konsep matematika siswa. (3) Peningkatan prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus.  Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi, lembar angket  dan soal tes pemahaman konsep. Analisis data adalah deskriptif persentase dan rerata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat , pemahaman konsep matematika dan prestasi belajar  siswa kelas VIII D SMP N 3 Karanganyar mengalami peningkatan setelah mengikuti pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Mind Mapping. Minat belajar siswa  meningkat dari 69,53% pada siklus I, menjadi 80,29% pada siklus II,  pemahaman konsep matematika siswa meningkat dari 69,84 % pada siklus I menjadi 79,69% pada siklus II dan prestasi belajar dengan rerata 54,75 dengan persentase ketuntasan belajar 37,5% pada pra siklus menjadi 69,84 dengan persentase ketuntasan belajar 56,25% pada siklus I, dan pada siklus II menjadi 79,69 dengan persentase ketuntasan belajar 84,38%.   Kata kunci: Mind Mapping, minat belajar, pemahaman konsep