Dwi Anggraeni Ristanti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PBL PADA MATERI REAKSI-REAKSI SENYAWA HIDROKARBON UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 15 SEMARANG Dwi Anggraeni Ristanti; Eny Winaryati; Fitria Fatichatul Hidayah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.173 KB)

Abstract

Penelitian penerapan Model PBL Pada Materi Reaksi-Reaksi Senyawa Hidrokarbon ini  dikasanakan melalui metode Penelitian Tindakan Kelas. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitataif. Tehnik pengambilan data yaitu  observasi, dokumentasi, angket terbuka serta wawancara. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 15 Semarang pada bulan Agustus  2018. Obyek penelitiannya adalah siswa kelas XI semester 1, yang terdiri atas 2 kelas yaitu kelas XI A4 dan XI A 6 yang mempunyai karakteristik yang sama. Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa : (1) Keaktifan siswa pada siklus 1 sebesar 33 % sedangkan pada siklus 2 sebesar 50 % ;(2) Kognitif siswa pada siklu 1 menunjukkan tingkat ketuntasan sebesar 56 % sedangkan pada siklus 2tingkat ketuntasannya sebesar 75%.;(3) Afektif yang meliputi 3 (tiga) indikator yaitu kerjasama, kekompakkan dalam kelompok dan rasa ingin tahu (motivasi memahami materi) pada siklus 1 masih terlihat kurang baik. Siswa cenderung bekerja sendiri-sendiri, kurang kompak dan rasa ingin tahu yang kurang. Pada siklus 2 siswa cenderung untuk bekerjasama, kompak dan mempunyai rasa ingin tahu yang baik;(4) Psikomotor yang meliputi 4 (empat) indikator yaitu berani mengemukakan pendapat / saran dalam diskusi kelompok, mengikutikegiatan presentasi secara aktif,  mengajukan pertanyaan yang  relevan dengan tema  dan  menjawab pertanyaan sesuai dengan maksud dan tujuan pertanyaan.Pada siklus 1 kegiatan presentasi berjalan kurang baik, kurang kondusif dan interaksi antara kelompok yang maju di depan kelas dengan kelompok yang lain kurang terlihat. Pada siklus 2 kegiatan presentasi berlangsung dengan baik.Kelompok yang maju ke depan semua anggotanya berusaha untuk aktif dalam kegiatan diskusi. Kelompok yang lain juga terlihat aktif menanggapi sehingga interaksi antar kelompok dan guru terlihat baik. Kata kunci: model PBL, Hidrokarbon, keaktifan, prestasi belajar
PENERAPAN DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA BOLA, BALON, DAN TTS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK Inca Pritonasya Milaningsih; Eny Winaryati; Dwi Anggraeni Ristanti
Journal of Lesson Study in Teacher Education Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 3 No 2 2024
Publisher : LitbangMu Jawa Tengah and Teacher Professional Education UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51402/jlste.v3i2.140

Abstract

This study aims to improve the learning activities of Class XI-5 students at SMA Negeri 15 Semarang in chemistry lessons by implementing the discovery learning model assisted by teaching aids (balls and balloons) and crossword puzzle (TTS) media. Initial observations identified several issues, including low student activity levels, averaging only 37.22%, lack of enthusiasm during lessons, and minimal attention during group presentations. Additionally, the teacher faced time constraints in providing in-depth explanations, making it challenging for students to understand abstract chemistry concepts. This study employed the Classroom Action Research (CAR) method using the Kemmis and McTaggart model, consisting of four main components: planning, action, observation, and reflection. In Cycle I, the use of teaching aids and media in the discovery learning model effectively increased activity to 50.48%, though it did not meet the target. Improvements were implemented in Cycle II with more interactive learning methods, such as crossword puzzles, which increased the average activity level to 87.71%, surpassing the success criterion of 80%.