Pudji Handayani
Departemen Ilmu Penyakit Mulut, Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya, Inderalaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

In vitro study of antifungal effect of carica papaya peel var. California extract against Candida albicans Trisnawaty K; Anin Esta Rauna; Siti Rusdiana Puspa Dewi; Pudji Handayani
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/V8I1.10406

Abstract

Candida albicans is a normal microflora in the oral cavity which can be an opportunistic pathogen that could cause oral candidiasis when there are underlying predisposing conditions. Papaya as one of the most widely grown herbal plants in Indonesia has been known to cure diseases. Unused papaya peel only became a waste; however, the papaya peel is known to contain active compounds that have antifungal effect, especially raw ones. This study aimed to determine the antifungal effect of raw papaya peel extract of Californian variety and determine the minimum inhibitory concentration (MIC) of this extract on clinical isolates of C. albicans. This study was an experimental laboratory study with post-test only control group design. Ethanol-based extract of papaya peel was obtained from maceration process using 96% ethanol. Antifungal effect testing was carried out in vitro using disc diffusion method (Kirby-Bauer) on clinical isolates of C. albicans. The concentration of Ethanol extract of papaya peel used consisted of 2.5%, 5%, 10%, and 20% with positive control (nystatin) and negative control (distilled water). The results showed that 2.5%, 5%, 10%, and 20% papaya peel extracts were able to inhibit the growth of C. albicans with 2.5% concentration of raw papaya peel extract as minimum inhibitory concentration. Ethanol extract of raw papaya peel of Californian variety with 2.5%, 5%, 10%, and 20% concentrations has small antifungal effect against clinical isolates of C. albicans.
TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PRAKTIK GIGI ILEGAL Siti Rusdiana Puspa Dewi; Pudji Handayani; Arya Prasetya Beumaputra; Martha Mozartha
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.031 KB)

Abstract

Praktik gigi ilegal adalah tindakan kedokteran gigi yang dilakukan secara ilegal oleh orang-orang yang tidak terdaftar dalam Konsil Kedokteran dan menjalankan praktik seperti layaknya dokter gigi yang teregistrasi, yang semakin menjamur di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat terhadap praktik gigi ilegal di masyarakat Tanjung Lago, Sumatera Selatan. Sebanyak 100 masyarakat di Tanjung Lago Sumatera Selatan diminta untuk mengisi kuisioner. Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Tanjung Lago pernah mendatangi praktik gigi ilegal dan mengetahui bahwa yang melakukan tindakan perawatan gigi tersebut adalah bukan dokter gigi. Jenis perawatan yang paling banyak dilakukan adalah pembuatan gigi tiruan. Alasan utama mereka mendatangi praktisi illegal tersebut adalah karena mudah dijangkau. Dapat didimpulkan bahwa praktik gigi ilegal masih banyak dikunjungi oleh masyarakat dalam melakukan perawatan giginya. Untuk itu dibutuhkan upaya penyuluhan berkala untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai risiko mendatangi praktik gigi ilegal.
POTENSI MUKOBIOADHESIF EKSTRAK GAMBIR (Uncaria gambir) TERHADAP PENURUNAN RASA NYERI DAN DURASI PENYEMBUHAN LESI ULSERASI RONGGA MULUT Siti Rusdiana Puspa Dewi; Pudji Handayani; Tyas Hestiningsih; Destriarum Destriarum; Adelina Putri Sari
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.28 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.23534

Abstract

Lesi ulserasi merupakan penyakit jaringan lunak mulut yang banyak dijumpai. Pendekatan perawatan terhadap lesi ulserasi dengan menggunakan bioadhesif bertujuan untuk mendapatkan efek terapi maksimal dari suatu zat aktif. Tanaman gambir (Uncaria gambir) adalah suatu jenis tumbuhan yang banyak dikembangkan sebagai obat herbal karena memiliki senyawa aktif seperti katekin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek mukobioadhesif ekstrak gambir terhadap penurunan rasa nyeri dan durasi penyembuhan pada lesi ulserasi rongga mulut. Desain penelitian ini adalah pretest-posttest control group. 24 sampel dibagi menjadi dua kelompok, kelompok yang diberi mukobioadhesif ekstrak gambir dan kelompok yang diberi mukobioadhesif plasebo selama 7 hari dengan aturan pakai 3 kali sehari. Tingkat keparahan rasa sakit yang diukur dengan skala VAS, luas lesi ulserasi, dan durasi penyembuhan dievaluasi dan dianalisis dengan SPSS ver. 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mukobiadhesif ekstrak gambir mampu mengurangi rasa sakit yang ditandai dengan penurunan skor VAS secara signifikan (p0,05) dan luas lesi yang ditandai dengan menurunnya rata-rata diameter lesi, serta mampu menurunkan durasi penyembuhan secara signifikan dibandingkan dengan plasebo. Dapat disimpulkan bahwa penatalaksanaan mukobioadhesif ekstrak gambir berpotensi dalam mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan lesi ulserasi rongga mulut.
POTENSI MUKOBIOADHESIF EKSTRAK GAMBIR (Uncaria gambir) TERHADAP PENURUNAN RASA NYERI DAN DURASI PENYEMBUHAN LESI ULSERASI RONGGA MULUT Siti Rusdiana Puspa Dewi; Pudji Handayani; Tyas Hestiningsih; Destriarum Destriarum; Adelina Putri Sari
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.23534

Abstract

Lesi ulserasi merupakan penyakit jaringan lunak mulut yang banyak dijumpai. Pendekatan perawatan terhadap lesi ulserasi dengan menggunakan bioadhesif bertujuan untuk mendapatkan efek terapi maksimal dari suatu zat aktif. Tanaman gambir (Uncaria gambir) adalah suatu jenis tumbuhan yang banyak dikembangkan sebagai obat herbal karena memiliki senyawa aktif seperti katekin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek mukobioadhesif ekstrak gambir terhadap penurunan rasa nyeri dan durasi penyembuhan pada lesi ulserasi rongga mulut. Desain penelitian ini adalah pretest-posttest control group. 24 sampel dibagi menjadi dua kelompok, kelompok yang diberi mukobioadhesif ekstrak gambir dan kelompok yang diberi mukobioadhesif plasebo selama 7 hari dengan aturan pakai 3 kali sehari. Tingkat keparahan rasa sakit yang diukur dengan skala VAS, luas lesi ulserasi, dan durasi penyembuhan dievaluasi dan dianalisis dengan SPSS ver. 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mukobiadhesif ekstrak gambir mampu mengurangi rasa sakit yang ditandai dengan penurunan skor VAS secara signifikan (p0,05) dan luas lesi yang ditandai dengan menurunnya rata-rata diameter lesi, serta mampu menurunkan durasi penyembuhan secara signifikan dibandingkan dengan plasebo. Dapat disimpulkan bahwa penatalaksanaan mukobioadhesif ekstrak gambir berpotensi dalam mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan lesi ulserasi rongga mulut.