Keberlanjutan penyediaan air minum pedesaan di Kabupaten Jember masih menjadi tantangan utama. Hal ini dikarenakan pada 2021, pencapaian Key Performance Indicator (KPI) 3 hanya 78,95%, masih di bawah target nasional 90%. Penelitian bertujuan untuk menentukan strategi optimal keberlanjutan penyediaan air minum pedesaan di Jember. Studi ini menerapkan pendekatan Interpretative Structural Modeling (ISM) dengan menganalisis keterkaitan faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan penyediaan air minum. Enam variabel utama yang paling berpengaruh adalah akses air minum aman, ketersediaan sumber air baku, standar kualitas, dukungan kelembagaan, cakupan layanan, dan partisipasi masyarakat dalam pembayaran tarif. Faktor pendukung meliputi penegakan regulasi, kecukupan pendanaan, inovasi teknologi, dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Hasil penelitian merumuskan kerangka strategis yang memperkuat konsep 4K—kuantitas, kualitas, kontinuitas, dan keterjangkauan dalam pengelolaan air minum berkelanjutan. Diperlukan kolaborasi multi-pihak dan mekanisme pembiayaan inovatif untuk mengatasi hambatan sistemik serta mereplikasi strategi keberlanjutan di daerah pedesaan lain dengan tantangan serupa.