Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS PERFORMANSI CHILLERVARIABLE SPEED DRIVE (VSD) DAN VARIABLE GEOMETRIC DIFFUSER (VGD) Angga Thomastyan; Rudi Hermawan
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.996 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v5i2.7349

Abstract

Sistem pendingin udara terutama Chiller, mengkonsumsi sebagian besar energi total yang digunakan dalam bangunan. Chiller merupakan sistem pendingin sentral yang sering digunakan untuk proses pendinginan bangunan-bangunan. Dalam penelitian ini bertujuan membandingakan COP dan efisiensi energi pada 2 tipe Chiller yaitu Variable Speed Drive (VSD) dan Variable Geometric Diffuser (VGD) Chiller. Hasil dari perhitungan didapatkan untuk nilai COP rata-rata tipe Variable Speed Drive (VSD) Chiller yaitu 5,92 dan nilai rata-rata untuk Variable Geometric Diffuser (VGD)Chiller didapat 5,66. nilai efisiensi rata-rata untuk Variable Speed Drive (VSD) Chiller sebesar 0,61 kW/TR dan nilai efisiensi rata-rata untuk Variable Geometric Diffuser (VGD) Chiller sebesar 0,66 kW/TR. Biaya konsumsi energi listrik yang dihasilkan dalam 1 tahun untuk Variable Speed Drive (VSD)Chiller sebesar Rp 3.520.924.200 dan untuk Variable Geometric Diffuser (VGD) Chiller sebesar Rp 3.863.141.100. Variable Speed Drive (VSD)Chiller dapat menghemat biaya konsumsi energi listrik sebesar Rp 342.216.900 atau 9% dibandingkan dengan menggunakan Variable Geometric Diffuser (VGD) Chiller.
ANALISIS PERFORMANSI CHILLERVARIABLE SPEED DRIVE (VSD) DAN VARIABLE GEOMETRIC DIFFUSER (VGD) Angga Thomastyan; Rudi Hermawan
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v5i2.7349

Abstract

Sistem pendingin udara terutama Chiller, mengkonsumsi sebagian besar energi total yang digunakan dalam bangunan. Chiller merupakan sistem pendingin sentral yang sering digunakan untuk proses pendinginan bangunan-bangunan. Dalam penelitian ini bertujuan membandingakan COP dan efisiensi energi pada 2 tipe Chiller yaitu Variable Speed Drive (VSD) dan Variable Geometric Diffuser (VGD) Chiller. Hasil dari perhitungan didapatkan untuk nilai COP rata-rata tipe Variable Speed Drive (VSD) Chiller yaitu 5,92 dan nilai rata-rata untuk Variable Geometric Diffuser (VGD)Chiller didapat 5,66. nilai efisiensi rata-rata untuk Variable Speed Drive (VSD) Chiller sebesar 0,61 kW/TR dan nilai efisiensi rata-rata untuk Variable Geometric Diffuser (VGD) Chiller sebesar 0,66 kW/TR. Biaya konsumsi energi listrik yang dihasilkan dalam 1 tahun untuk Variable Speed Drive (VSD)Chiller sebesar Rp 3.520.924.200 dan untuk Variable Geometric Diffuser (VGD) Chiller sebesar Rp 3.863.141.100. Variable Speed Drive (VSD)Chiller dapat menghemat biaya konsumsi energi listrik sebesar Rp 342.216.900 atau 9% dibandingkan dengan menggunakan Variable Geometric Diffuser (VGD) Chiller.
ANALISA KINERJA PENGEMBANGAN DESAIN POSISI RUANG BAKAR MIKROTURBIN GAS Eko Prasetyo; Rudi Hermawan; Erlanda Augupta Pane
Jurnal Teknologi Vol 14, No 1 (2022): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.14.1.39-46

Abstract

This research was conducted to develop a gas microturbine design by optimizing the position of the combustion chamber, which changes the position of the combustion chamber from vertical to horizontal and in a single axis with compressor and turbine components. The research method used is to calculate the change in the position of the combustion chamber from a vertical to a horizontal position, and thermodynamic analysis using the Brayton cycle in both ideal and actual conditions. The results of this research can be explained that the new design produces an outlet temperature of the combustion chamber or a gas turbine inlet temperature of 1242 K and a gas turbine outlet temperature of 870 K. This condition results in a thermal efficiency of 27.35%. Changing the position of the combustion chamber to a horizontal position in the development of gas microturbine designs can be concluded that can improve the performance of gas microturbine designs.
ANALISA PERANCANGAN RUANG BAKAR PADA PEMBANGKIT LISTRIK MIKRO TURBIN GAS BAHAN BAKAR LPG Rudi Hermawan; Eko Prasetyo; Damora Rhakasiwi; Agung Hartanto; Erlanda Pane
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk merancang dan menganalisis kinerja sistem dari turbin gas mikro (MGT) terutama pada bagian ruang bakar dengan tambahan sistem kompresor turbocharge. Turbin gas mikro merupakan salah satu teknologi renewable energy untuk memenuhi kebutuhan energi yang berkembang saat ini. Metode penelitian ini melalui dua tahapan yaitu tahapan perancangan dengan menggunakan siklus Brayton ideal dan aktual serta analisis dengan simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD). Hasil perancangan mendapatkan ukuran dimensi ruang bakar dengan diameter sebesar 92.7 mm, dan panjang sebesar 0.568 m. Hasil efisiensi siklus Brayton ideal sebesar 63.4%, dan aktual sebesar 34.7%. Suhu dan tekanan gas masuk ke turbin dari ruang bakar sebesar 1223 K dan 2.68 bar, sedangkan kondisi keluar turbin sebesar 911.04K dan 1.1145 bar. Hasil analisis simulasi CFD meliputi penyebaran suhu di ruang bakar sebesar 305.870C, Mach number sebesar 0, dan analisis statik ruang bakar (pressure stress sebesar 1.233 x 108 N/m2, pressure displacement sebesar 0.05 mm, dan pressure factor of safety sebesar 1.26). Tingkat optimasi belum tercapai sehingga rekomendasi untuk pergantian sistem turbocharge untuk ke depannya dengan spesifikasi yang disesuaikan dengan sistem turbin gas mikro perlu diperhitungkan.
PERANCANGAN WHEEL TURBINE PADA PEMBANGKIT LISTRIK MIKRO GAS TURBIN Eko Prasetyo Prasetyo; Rudi Hermawan Hermawan; Muhammad Edza Fakhri; Rini Prasetyani Prasetyani; Erlanda Augupta Pane
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin POROS Vol 16, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Poros
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.207 KB) | DOI: 10.24912/poros.v16i2.11656

Abstract

Micro gas turbine power generator has advantages in low maintenance and operational costand can be moved easily. Gas fueled micro gas turbine generate power by delivering pressurizedcombustion gas to mechanical power and stored in battery via altenator. In this research, turbine whellfrom Garrett TA31 in micro gas turbine is redesigned to increase the system performance. Experiment ofredesigned turbine wheel is then compared with the previous configuration turbine wheel performance.The results show the system power is increased from 0,23 kW to 3,1 kW.
ANALISIS PERFORMANSI CHILLERVARIABLE SPEED DRIVE (VSD) DAN VARIABLE GEOMETRIC DIFFUSER (VGD) Angga Thomastyan; Rudi Hermawan
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.996 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v5i2.7349

Abstract

Sistem pendingin udara terutama Chiller, mengkonsumsi sebagian besar energi total yang digunakan dalam bangunan. Chiller merupakan sistem pendingin sentral yang sering digunakan untuk proses pendinginan bangunan-bangunan. Dalam penelitian ini bertujuan membandingakan COP dan efisiensi energi pada 2 tipe Chiller yaitu Variable Speed Drive (VSD) dan Variable Geometric Diffuser (VGD) Chiller. Hasil dari perhitungan didapatkan untuk nilai COP rata-rata tipe Variable Speed Drive (VSD) Chiller yaitu 5,92 dan nilai rata-rata untuk Variable Geometric Diffuser (VGD)Chiller didapat 5,66. nilai efisiensi rata-rata untuk Variable Speed Drive (VSD) Chiller sebesar 0,61 kW/TR dan nilai efisiensi rata-rata untuk Variable Geometric Diffuser (VGD) Chiller sebesar 0,66 kW/TR. Biaya konsumsi energi listrik yang dihasilkan dalam 1 tahun untuk Variable Speed Drive (VSD)Chiller sebesar Rp 3.520.924.200 dan untuk Variable Geometric Diffuser (VGD) Chiller sebesar Rp 3.863.141.100. Variable Speed Drive (VSD)Chiller dapat menghemat biaya konsumsi energi listrik sebesar Rp 342.216.900 atau 9% dibandingkan dengan menggunakan Variable Geometric Diffuser (VGD) Chiller.
Analisis Kekuatan Las Pada Sambungan Bejana Tekan Decolorizer Eko Prasetyo; Hasan Hariri; Rudi Hermawan; M. Reza Anarta Putra
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol 13 No 2 (2023): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v13i2.5293

Abstract

Pengelasan adalah proses menggabungkan dua logam dengan kekuatan tinggi, yang merupakan bagian penting dari proses manufaktur. Studi ini menganalisis kekuatan las pada sambungan bejana tekan decolorizer. Bejana tekan decolorizer ini berisi cairan berjenis polyacrilic acid, hydrogen peroxide, dan ethylene dichloride (EDC). Cairan ini akan digunakan untuk menghilangkan warna dari material, baik yang memiliki warna alami maupun warna tambahan. Bejana tekan ini digunakan di perusahaan tekstil dan percetakan kertas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data tentang sifat mekanis dan fisik dari sambungan las GTAW dengan material SA 283 Grade C. Uji tarik, bending, radiografi, dan penetrant adalah metode pengujian yang digunakan. Standar pembuatan spesimen didasarkan pada standar ASME section IX sebagai validasi hasil pengujian dari material SA 283 Grade C. Dari pengujian tarik yang telah dilakukan hasil untuk spesimen T1 terjadinya titik elastisitas pada beban 110 kN dengan beban maksimum kekuatan tarik sebesar 204,36 kN dan regangan maksimum pada saat patah sepanjang 36 mm, sedangkan untuk spesimen T2 diperoleh titik elastisitas pada beban 105 kN dengan beban maksimum pada kekuatan tarik sebesar 204,76 kN dan regangan maksimum pada saat patah sepanjang 32 mm yang terlihat patahan terjadi pada zona HAZ (Heat – Affected Zone) pada base metal yang menandakan hasil lasan lebih kuat dibandingkan base metal. Hasil pengujian bending pada spesimen face bend dan root bend menunjukkan tidak ada retakan atau lubang pada daerah lasan. Berdasarkan hasil radiography dan pengujian dye pentrant test tidak terlihat adanya kecacatan baik berupa cavities maupun crack.
Analisis Kekuatan Las Pada Sambungan Bejana Tekan Decolorizer Eko Prasetyo; Hasan Hariri; Rudi Hermawan; M. Reza Anarta Putra
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 13 No. 2 (2023): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v13i2.5293

Abstract

Pengelasan adalah proses menggabungkan dua logam dengan kekuatan tinggi, yang merupakan bagian penting dari proses manufaktur. Studi ini menganalisis kekuatan las pada sambungan bejana tekan decolorizer. Bejana tekan decolorizer ini berisi cairan berjenis polyacrilic acid, hydrogen peroxide, dan ethylene dichloride (EDC). Cairan ini akan digunakan untuk menghilangkan warna dari material, baik yang memiliki warna alami maupun warna tambahan. Bejana tekan ini digunakan di perusahaan tekstil dan percetakan kertas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data tentang sifat mekanis dan fisik dari sambungan las GTAW dengan material SA 283 Grade C. Uji tarik, bending, radiografi, dan penetrant adalah metode pengujian yang digunakan. Standar pembuatan spesimen didasarkan pada standar ASME section IX sebagai validasi hasil pengujian dari material SA 283 Grade C. Dari pengujian tarik yang telah dilakukan hasil untuk spesimen T1 terjadinya titik elastisitas pada beban 110 kN dengan beban maksimum kekuatan tarik sebesar 204,36 kN dan regangan maksimum pada saat patah sepanjang 36 mm, sedangkan untuk spesimen T2 diperoleh titik elastisitas pada beban 105 kN dengan beban maksimum pada kekuatan tarik sebesar 204,76 kN dan regangan maksimum pada saat patah sepanjang 32 mm yang terlihat patahan terjadi pada zona HAZ (Heat – Affected Zone) pada base metal yang menandakan hasil lasan lebih kuat dibandingkan base metal. Hasil pengujian bending pada spesimen face bend dan root bend menunjukkan tidak ada retakan atau lubang pada daerah lasan. Berdasarkan hasil radiography dan pengujian dye pentrant test tidak terlihat adanya kecacatan baik berupa cavities maupun crack.
Analisis Pengaruh Aliran Kecepatan Udara Pada Gasifier Downdraft Berbahan Bakar Sekam Padi Menggunakan Simulasi Computational Fluid Dynamic (CFD) Haydar Ali Alhadi Syamlan; Erlanda Augupta Pane; Rudi Hermawan
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Oktober - November 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i4.1392

Abstract

Salah satu biomassa limbah dari proses penggilingan padi yang belum dimanfaatkan secara maksimal sampai kini ialah sekam padi. Penelitian ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi pemanfaatan limbah sekam padi dengan menggunakannya sebagai bahan bakar dalam proses gasifikasi tipe downdraft, dimana arah aliran udaranya ke bawah dan menghasilkan gas mampu bakar melalui outlet di bawah reaktor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecepatan aliran udara masuk dalam proses gasifikasi berbahan bakar sekam padi menggunakan simulasi Computational Fluid Dynamic (CFD). Kecepatan udara yang divariasikan adalah 0,05 m/s, 0,1 m/s, 0,5 m/s, dan 1 m/s. Desain gasifier dibuat berdasarkan perhitungan dengan energi 2,6 kW, SGR 110 kg/h-m2 , massa jenis sekam padi 190 kg/m3 , nilai kalor sekam padi 14,48 MJ/kg, efisiensi gasifier 0,6, rasio ekuivalen 0,2 dan rasio udara-bahan bakar 4,57 kg udara / 1 kg sekam. Nilai laju pemasukan sekam padi 0,00029 kg/s dan nilai laju udara masuk 0,83 m3 /h didapat dari parameter tersebut. Sehingga reaktor memiliki dimensi sebagai berikut: diameter ruang dan masukan bahan bakar 139,79 mm, diameter saluran udara masuk 17,1 mm, diameter keluaran gas 111,58 mm dengan sudut throat 80º, tinggi total 449,4 mm, dan volume 567024,32 mm3 . Nilai proksimat dan ultimat difungsikan untuk memodelkan sekam padi pada CFD  serta reaksi kimianya. Hasil dari analisis menunjukan bahwa kecepatan aliran udara masuk memiliki pengaruh yang beragam terhadap distribusi temperatur, aliran udara dalam reaktor, reaksi kimia, dan gas mampu bakar yang dihasilkan. Kesimpulannya, variasi kecepatan aliran udara masuk 0,5 m/s adalah kondisi yang ideal untuk gasifikasi pada penilitian ini. Pada kondisi variasi ini, mampu menghasilkan gas mampu bahan bakar karbon monoksida (CO) sebesar 7,257 × 10-9 kg/s, hidrogen (H2) sebesar 1,754 × 10-21 kg/s, dan metana (CH4) sebesar 9,697 × 10-3 kg/s.