Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SIGMA TEKNIKA

PERILAKU STRUKTURAL SAMBUNGAN SEKRUP SEARAH DAN BERLAWANAN ARAH PADA STRUKTUR BAJA RINGAN Anita Dewi Masdar; Sabri Haris; Astuti Masdar
SIGMA TEKNIKA Vol 4, No 2 (2021): SIGMATEKNIKA, VOL. 4, N0. 2, NOVEMBER 2021
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v4i2.3634

Abstract

Salah satu material yang banyak digunakan pada struktur rangka atap saat ini adalah baja ringan. Kondisi ini dikarenakan ketersediaan kayu yang biasa digunakan pada struktur atap mulai terbatas. Pada struktur baja ringan ini, biasanya menggunakan sekrup sebagai alat sambungnya. Jumlah dan posisi sekrup pada sistem sambungan akan mempengaruhi perilaku struktural sambungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku struktural sambungan sekrup searah dan berlawanan arah pada struktur baja ringan dengan jumlah sekrup 3 buah pada sistem sambungannya. Material yang digunakan sebagai spesimen adalah baja ringan dengan profil berbentuk canal dan ukuran penampang 75 mm x 35 mm x 0,75 mm. Alat sambung yang digunakan adalah self driling screw Ø 5 mm. Karakteristik material diperoleh melalui uji tarik dengan mengacu kepada Annual Book of ASTM Standars 1991 Section 3. Perilaku sambungan struktur baja ringan yang diamati yaitu sekrup pada posisi kepala dan ujung searah dan sekrup pada posisi kepala dan ujung berlawanan arah. Pengujian dilakukan dengan menggunakan Universal Testing Machine. Beban yang diberikan adalah beban statik monotonik yang dilakukan secara bertahap sampai mencapai kondisi ultimitnya. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai beban ultimit yang diperoleh untuk pemasangan sekrup dengan posisi kepala dan ujung sekrup berlawanan arah lebih besar dari pemasangan sekrup dengan posisi kepala dan ujung sekrup searah. Sementara itu kegagalan struktur yang terjadi adalah jenis kegagalan ‘tilting’ dimana kerusakan terjadi pada lubang sambungan yang menyebabkan sekrup sekrup berotasi pada bidang gaya tarik.
RANCANGAN BETON NORMAL f’c 19,3 MPa MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR UKURUAN BUTIRAN MAKSIMUM 40 MM DENGAN VARIASI CAMPURAN AGREGAT HALUS Ronny Junnaidy; Raufan Nur; Astuti Masdar
SIGMA TEKNIKA Vol 4, No 2 (2021): SIGMATEKNIKA, VOL. 4, N0. 2, NOVEMBER 2021
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v4i2.3551

Abstract

Beton adalah campuran semen portland atau semen hidrolis lainnya, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan dimana kuat tekan beton akan bertambah seiring dengan bertambahnya umur beton tersebut sampai batas umur 28 hari. Beton dengan kualitas baik dihasilkan dari campuran material penyusun yang berkualitas. Pada penelitian ini dilakukan kajian terhadap penggunaan material lokal yaitu aggregat yang ada di daerah Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota mengingat banyaknya kegiatan penambangan pasir pada kedua daerah ini. Tujuannya untuk mengetahui kualitas beton yang dihasilkan oleh campuran aggregat yang menggunakan material lokal tersebut. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini digunakan agregat halus yang berasal dari pasir Batang Sinamar dan halaban dengan hasil nilai kuat tekan beton 19,59 MPa umur 7 hari dan 20,99 MPa untuk umur 14 hari , Sungai Batang Halaban dan bukit limbuku dengan hasil kuat tekan beton 20,51 MPa untuk umur 7 hari dan 20,98 MPa untuk umur 14 hari, Sungai Bukit Limbuku dan Sinamar dengan hasil kuat tekan beton 18,89 MPa untuk umur 7 hari dan 20,88 MPa untuk umur 14 hari. Diketahui bahwa nilai kuat tekan dari setiap sampel benda uji mencapai hasil yang direncanakan yaitu fc’ 19,3 MPa. Kata Kunci : Material, Mutu Beton, Kuat Tekan.