Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGGUNAAN PENGHUBUNG GESER DARI RANTING BAMBU SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN DAN KEKAKUAN BALOK BAMBU SUSUN Masdar, Astuti
Jurnal Ipteks Terapan Vol 10, No 1 (2016): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.685 KB) | DOI: 10.22216/jit.2016.v10i1.446

Abstract

AbstractBamboo is an environmentally friendly construction material that has great potential to be used as a structural material. As a structural material, bamboo can be used in a variety of building components such as beams, columns, or as a truss structure. High strength bamboo material cannot be fully utilized due to the stiffness of the structure. One of the efforts is by making bamboo beam stacking using shear connectors in order to obtain good stiffness and deflection does not exceed the limit deflection permit. The use of steel bolts as shear connectors on beam stacking bamboo makes bamboo construction is less economical because the cost of a bamboo construction to be expensive. Therefore in this study used a beam shear connectors in the form of pegs of bamboo twigs ori ((Bambusa arundinacea) having good strength and a relatively cheap price. It can conclude that the used shear connector from Bamboo ori branch have a good potential to be develop. Keywords: bolt, connector, bamboo,  bamboo beam, construction AbstrakBambu merukan material yang ramah linggkungan yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan sebagai material struktur. Sebagai material struktur,  bambu dapat digunakan pada berbagai macam komponen struktur seperti balok,kolom atau sebagai struktur rangka batang.  Kekuatan bambu yang tinggi tidak sepenuhnya dapat dimamfaatkan karena terkendala oleh lemahnya kekakuan struktur . Salah satu cara yang dilakukan adalah menggunaan konektor geser dari baja untuk membuat konstruksi bambu menjadi lebih kaku dan lendutan yang terjadi tidak melampuai lendutan ijin. Penggunaan baut dari baja sebagai konektor geser pada balok bambu susunmenjadikan konstruksi bambu kurang ekonomis karena biaya sebuah konstruksi bambu menjadi mahal. Penelitian ini merupakan upaya untuk memaksimalkan penggunaan bambu sebagai material struktur yang mempunyai keunggulan sebagai material konstruksi yang mempunyai kekuatan yang baik, mudah dalam pelaksanaannya, ekonomis dan ramah lingkungan. Bambu yang digunakan sebagai balok adalah bambu wulung (Gigantochloa atroviolace) dan sebagai konektor geser adalah ranting bambu iri (bambusa arundinacea). Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa balok bambu susun yang menggunakan konektor geser dari ranting bambu ori mempunyai kekuatan yang baik sehingga dapat disimpulkan bahwa konektor geser dari ranting bambu ori mempunyai potensi untuk dikembangkan.. Keywords: baut, konektor, bambu, balok bambu susun, konstruksi
PENGGUNAAN PENGHUBUNG GESER DARI RANTING BAMBU SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN DAN KEKAKUAN BALOK BAMBU SUSUN Astuti Masdar
Jurnal Ipteks Terapan Vol 10, No 1 (2016): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jit.2016.v10i1.446

Abstract

AbstractBamboo is an environmentally friendly construction material that has great potential to be used as a structural material. As a structural material, bamboo can be used in a variety of building components such as beams, columns, or as a truss structure. High strength bamboo material cannot be fully utilized due to the stiffness of the structure. One of the efforts is by making bamboo beam stacking using shear connectors in order to obtain good stiffness and deflection does not exceed the limit deflection permit. The use of steel bolts as shear connectors on beam stacking bamboo makes bamboo construction is less economical because the cost of a bamboo construction to be expensive. Therefore in this study used a beam shear connectors in the form of pegs of bamboo twigs ori ((Bambusa arundinacea) having good strength and a relatively cheap price. It can conclude that the used shear connector from Bamboo ori branch have a good potential to be develop. Keywords: bolt, connector, bamboo,  bamboo beam, construction AbstrakBambu merukan material yang ramah linggkungan yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan sebagai material struktur. Sebagai material struktur,  bambu dapat digunakan pada berbagai macam komponen struktur seperti balok,kolom atau sebagai struktur rangka batang.  Kekuatan bambu yang tinggi tidak sepenuhnya dapat dimamfaatkan karena terkendala oleh lemahnya kekakuan struktur . Salah satu cara yang dilakukan adalah menggunaan konektor geser dari baja untuk membuat konstruksi bambu menjadi lebih kaku dan lendutan yang terjadi tidak melampuai lendutan ijin. Penggunaan baut dari baja sebagai konektor geser pada balok bambu susunmenjadikan konstruksi bambu kurang ekonomis karena biaya sebuah konstruksi bambu menjadi mahal. Penelitian ini merupakan upaya untuk memaksimalkan penggunaan bambu sebagai material struktur yang mempunyai keunggulan sebagai material konstruksi yang mempunyai kekuatan yang baik, mudah dalam pelaksanaannya, ekonomis dan ramah lingkungan. Bambu yang digunakan sebagai balok adalah bambu wulung (Gigantochloa atroviolace) dan sebagai konektor geser adalah ranting bambu iri (bambusa arundinacea). Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa balok bambu susun yang menggunakan konektor geser dari ranting bambu ori mempunyai kekuatan yang baik sehingga dapat disimpulkan bahwa konektor geser dari ranting bambu ori mempunyai potensi untuk dikembangkan.. Keywords: baut, konektor, bambu, balok bambu susun, konstruksi
PERBANDINGAN KEKUATAN TEKAN SEJAJAR SERAT TERHADAP KEKUATAN TEKAN TEGAK LURUS SERAT PADA KAYU MAHONI (SWIETENIA MAHAGONI) Astuti Masdar
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.731 KB)

Abstract

The information about the behavior of the material is indispensable as the decision onconstruction material to produce a design that is strength, economical and have a serviceability limitstate requirements. In the construction that using natural materials such as timber, loading positionto the fiber of wood greatly influence the behavior of the material. In granting the compressive force,the material receives a compressive force parallel to the fiber will have different behavior withmaterial that receives the compressive force perpendicular fiber of wood. In this research, testing ofcompressive strength have been done on Swietenia Mahagoni. The standard test used is the standardASTM D143-2002: Standard Test Methods for Small Clear Specimens of Timber: Annual Book ofASTM standard 4:10 Vol. The test results showed that the average compressive strength parallel andperpendicular fibers each fiber is 26.76 MPa and 12.37 MPa, so as it can be concluded that thecomparison of the compressive strength of parallel fibers and perpendicular fiber is 1: 0.46 orcompressive forces of perpendicular fibers on the mahogany approximately half of the compressivestrength parallel to the fiber. This can be taken into consideration in the design process on timberconstruction.
TINJAUAN KEKUATAN RANTING BAMBU ORI SEBAGAI KONEKTOR PADA SAMBUNGAN STRUKTUR KUDA-KUDA BAMBU Desi Putri; Astuti Masdar
FORUM MEKANIKA Vol 5 No 2 (2016): JURNAL FORUM MEKANIKA
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1871.956 KB) | DOI: 10.33322/forummekanika.v5i2.625

Abstract

Bamboo as construction materials can be used in house building, including columns, beams, partitions, horses, bridges as well as a buffer. The strength of a bamboo construction is influenced by the strength of the connections. At the assembly the construction of bamboo as construction of the horses, the connection with the bolt connector and plate make the horses construction of bamboo less economical because the cost of a bamboo construction will be expensive on the connection.The research is conducted experimentally in two phases of testing. In the early phase of research it is conducted preliminary testing which includes physical and mechanical properties testing of bamboo. The second phase at connection do testing compressive strength with a variety of angles namely 00, 450, and 900. The test results show the value of bamboo moisture content and density of each amount of 12.90% and 0.58 g/cm3. The Connection strength of obtained values theoretically are the lowest strength at 900 angle direction of the strength of 769 kg and the highest on the strength direction with angle of 00 amounting to 1732 kg while the value of the connection strength on the direction angle of 450 amounted to 889 kg. The greater the angle of direction of the force then minimize the connection strength.
PERILAKU STRUKTURAL SAMBUNGAN SEKRUP SEARAH DAN BERLAWANAN ARAH PADA STRUKTUR BAJA RINGAN Anita Dewi Masdar; Sabri Haris; Astuti Masdar
SIGMA TEKNIKA Vol 4, No 2 (2021): SIGMATEKNIKA, VOL. 4, N0. 2, NOVEMBER 2021
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v4i2.3634

Abstract

Salah satu material yang banyak digunakan pada struktur rangka atap saat ini adalah baja ringan. Kondisi ini dikarenakan ketersediaan kayu yang biasa digunakan pada struktur atap mulai terbatas. Pada struktur baja ringan ini, biasanya menggunakan sekrup sebagai alat sambungnya. Jumlah dan posisi sekrup pada sistem sambungan akan mempengaruhi perilaku struktural sambungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku struktural sambungan sekrup searah dan berlawanan arah pada struktur baja ringan dengan jumlah sekrup 3 buah pada sistem sambungannya. Material yang digunakan sebagai spesimen adalah baja ringan dengan profil berbentuk canal dan ukuran penampang 75 mm x 35 mm x 0,75 mm. Alat sambung yang digunakan adalah self driling screw Ø 5 mm. Karakteristik material diperoleh melalui uji tarik dengan mengacu kepada Annual Book of ASTM Standars 1991 Section 3. Perilaku sambungan struktur baja ringan yang diamati yaitu sekrup pada posisi kepala dan ujung searah dan sekrup pada posisi kepala dan ujung berlawanan arah. Pengujian dilakukan dengan menggunakan Universal Testing Machine. Beban yang diberikan adalah beban statik monotonik yang dilakukan secara bertahap sampai mencapai kondisi ultimitnya. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai beban ultimit yang diperoleh untuk pemasangan sekrup dengan posisi kepala dan ujung sekrup berlawanan arah lebih besar dari pemasangan sekrup dengan posisi kepala dan ujung sekrup searah. Sementara itu kegagalan struktur yang terjadi adalah jenis kegagalan ‘tilting’ dimana kerusakan terjadi pada lubang sambungan yang menyebabkan sekrup sekrup berotasi pada bidang gaya tarik.
RANCANGAN BETON NORMAL f’c 19,3 MPa MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR UKURUAN BUTIRAN MAKSIMUM 40 MM DENGAN VARIASI CAMPURAN AGREGAT HALUS Ronny Junnaidy; Raufan Nur; Astuti Masdar
SIGMA TEKNIKA Vol 4, No 2 (2021): SIGMATEKNIKA, VOL. 4, N0. 2, NOVEMBER 2021
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v4i2.3551

Abstract

Beton adalah campuran semen portland atau semen hidrolis lainnya, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan dimana kuat tekan beton akan bertambah seiring dengan bertambahnya umur beton tersebut sampai batas umur 28 hari. Beton dengan kualitas baik dihasilkan dari campuran material penyusun yang berkualitas. Pada penelitian ini dilakukan kajian terhadap penggunaan material lokal yaitu aggregat yang ada di daerah Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota mengingat banyaknya kegiatan penambangan pasir pada kedua daerah ini. Tujuannya untuk mengetahui kualitas beton yang dihasilkan oleh campuran aggregat yang menggunakan material lokal tersebut. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian ini digunakan agregat halus yang berasal dari pasir Batang Sinamar dan halaban dengan hasil nilai kuat tekan beton 19,59 MPa umur 7 hari dan 20,99 MPa untuk umur 14 hari , Sungai Batang Halaban dan bukit limbuku dengan hasil kuat tekan beton 20,51 MPa untuk umur 7 hari dan 20,98 MPa untuk umur 14 hari, Sungai Bukit Limbuku dan Sinamar dengan hasil kuat tekan beton 18,89 MPa untuk umur 7 hari dan 20,88 MPa untuk umur 14 hari. Diketahui bahwa nilai kuat tekan dari setiap sampel benda uji mencapai hasil yang direncanakan yaitu fc’ 19,3 MPa. Kata Kunci : Material, Mutu Beton, Kuat Tekan.
Pengaruh Pengawetan terhadap Kuat Tekan Sejajar Serat Bambu Gombong (Gigantochloa Pseudoarundinasea) Astuti Masdar; Ronal Meida Yasa; Fatma Ira Wahyuni; Anita Dewi Masdar; Ronny Junnaidy
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2023.V1001.046-51

Abstract

Bambu Gombong (gigantochloa pseudoarundinasea) merupakan jenis bambu yang memiliki ciri batang yang lurus dengan warna hijau dan bergaris kuning. Sebagai material alami, bambu gombong mempunyai kelemahan dari segi keawetannya sehingga dalam pemanfaatannya sebagai material konstruksi diperlukan proses pengawetan. Selain untuk meningkatkan daya tahan bambu, proses pengawetan diharapkan dapat mengubah sifat mekanik bambu dalam hal ini kuat tekan bambu sejajar serat bambu. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan standard ISO N225157-1 untuk pembuatan benda uji dan Standard N22157-2 untuk pengujian material. Jenis pengujian yang dilakukan adalah pengujian sifat fisik dan mekanik bambu. Dari hasil pengujian diketahui bahwa proses pengawetan tidak mempengaruhi kadar air Bambu Gombong namun mempengaruhi nilai kerapatan bambu baik pada daerah nodia (ruas) maupun daerah internodia (antar ruas). Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pengawetan berpengaruh terhadap kuat tekan sejajar serat bambu di mana pengawetan bambu dapat meningkatkan kekuatan tekan sejajar serat bambu pada daerah nodia sebesar 16,86% sedangkan peningkatan kuat tekan sejajar serat bambu pada daerah internodia meningkat sebesar 25,77%.
Profil Rumah Tradisional Minangkabau di Perkampungan Adat Balai Kaliki Kota Payakumbuh Propinsi Sumatera Barat Noviarti; Astuti Masdar; Rini Budiarni; Ranti Irsa; Rahmat Ramadhan
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 7 No. 2 (2023): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v7i1.9005

Abstract

Rumah tradisional Minangkabau atau sering disebut rumah gadang adalah cagar budaya yang bernilai budaya dan sejarah di Sumatera Barat. Perkampungan Adat Balai Kaliki Kota Payakumbuh merupakan kawasan yang memiliki banyak bangunan rumah adat minangkabau yang masih terpeliharan dengan baik. Kawasan ini diresmikan sebagai perkampungan adat minangkabau tahun 2019 oleh pemerintah sebagai kawasan yang memiliki cagar budaya yang perlu dilindungi dan dilestarikan. Penelitian ini mengidentifikasi profil bangunan rumah gadang di Balai Kaliki. Pengumpulan data dilakukan melalui survey lapangan terhadap 16 bangunan rumah gadang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara fisik ditemukan 93,7 persen kondisi bangunan rumah gadang masih terpelihara dengan baik dan 75.0 persen diataranya ditempati oleh pemilik sebagai tempat tinggal. Untuk memelihara kelestarian bangunan rumah gadang didapati 87,5 persen bangunan rumah gadang sudah direnovasi oleh pemiliknya dalam bentuk atap dan dinding.
Assessment of the Multipurpose Building of Sekolah Tinggi Teknologi Payakumbuh Astuti Masdar; Zuly Nelriska Wati; Umar Khatab; Anita Dewi Masdar; Noviarti Noviarti
Journal of Civil Engineering and Planning (JCEP) Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jcep.v4i1.7825

Abstract

Sekolah Tinggi Teknologi Payakumbuh multi-purpose building is planned to have 3 floors with different functions on each floor. In the existing conditions this building still consists of 2 floors with the function of the 1st floor as a Civil Engineering Laboratory and the 2nd floor as a hall. The construction is carried out in stages and there are changes to the function of the building so that before continuing construction it is necessary to carry out an assessment to determine the impact of the conversion of the building on the feasibility of the multi-purpose building structure. The method used in this research is a quantitative method through visual assessment and technical assessment using testing equipment. Based on the results of the visual assessment, it was known that the categories of damage that occurred were structural and non-structural damage. Structural category II (minor) damage that occurs, namely fine cracks in several parts of the beam and stains on several beams, then non-structural Sek category I (minor) damage that occurs, namely fine cracks in several parts of the wall and stains in several parts of the wall . From the results of the technical assessment, namely the sondir results obtained the depth of hard soil is at a depth of 7 meters, while from the results of the Hammer Test obtained the average compressive strength for the structural components of the columns, beams and plates are fc' = 20.3 MPa, fc' = 20.7 MPa and fc' = 23.2 MPa respectively. The results of the building capacity analysis show that the construction cannot be continued to 3 floors considering that the building load for the 3-story condition exceeds the ability of the building capacity in the existing condition.
Sosialisasi penulisan dan publikasi artikel ilmiah untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas artikel ilmiah Ramacos Fardela; Rini Budiarni; Ranti Irsa; Arif Rizki Marsa; Astuti Masdar; Noviarti Noviarti; Fatma Ira Wahyuni; Elvi Syamsuir; Sri Tria Siska
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21292

Abstract

AbstrakTujuannya pengabdian ini adalah untuk mempresentasikan ide dan fakta guna meyakinkan, memberi edukasi, dan memberikan solusi terhadap penulisan artikel sesuai dengan kaedah ilmiah di STT Payakumbuh. Metode yang dilaksanakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah  dengan mengadakan kegiatan sosialisasi sistematika penulisan artikel ilmiah dan publikasi jurnal, implementasi dan pendampingan proses penulisan artikel ilmiah dan publikasi jurnal dan langkah terakhir melakukan monitoring dan evaluasi untuk melihat hasil kegiatan PkM dan mengetahui kendala-kendala yang ditemui dalam implementasi kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi ini secara umum berhasil menambah wawasan mahasiswa mengenai proses penulisan dan cara mempublikasikan artikel ilmiah. Hal ini dapat dilihat dari persentase jumlah mahasiswa yang telah menemukan jurnal ilmiah sebagai tempat publikasi artikel ilmiahnya yaitu sebesar 67%, dan persentase mahasiswa yang sudah mulai proses penulisan artikel ilmiah baik dalam bentuk draft (35%) maupun yang telah sesuai dengan template jurnal ilmiah yang dituju (27%). Kata kunci: artikel ilmiah; publikasi; pengabdian masyarakat AbstractThe aim of this service is to present ideas and facts in order to convince, provide education, and provide solutions for writing articles in accordance with scientific principles at STT Payakumbuh. The method implemented in this service activity is by holding systematic socialization activities for writing scientific articles and journal publications, implementing and assisting the process of writing scientific articles and journal publications and the final step is carrying out monitoring and evaluation to see the results of PkM activities and find out the obstacles encountered in the process. implementation of this activity. The evaluation results show that this socialization activity was generally successful in increasing students' insight into the writing process and how to publish scientific articles. This can be seen from the percentage of students who have found scientific journals as a place to publish their scientific articles, namely 67%, and the percentage of students who have started the process of writing scientific articles either in draft form (35%) or in accordance with the scientific journal template. intended (27%). Keywords: scientific articles; publications; community service