This Author published in this journals
All Journal POROS TEKNIK
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Perbedaan Machine Model Heavy Equipment Terhadap Nilai Mechanical Availability (Studi Kasus Pada PT. X Perusahaan Tambang Batubara) Muhammad Syafwansyah Effendi; Ahmad Hendrawan; Rabiatul Adawiyah
POROS TEKNIK Vol. 7 No. 2 (2015)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v7i2.331

Abstract

Berdasarkan pada penelitian-penelitian terdahulu yang berkaitan dengan kajian mechanical availablity lebih banyak pada mesin-mesin industri dan belum banyak yang mengkaji masalah ini yang berhubungan dengan alat berat yang dioperasikan di pertambangan. Sehingga pada permasalahan ini adalah bagaimana pengaruh dari berbagai macam model alat berat terhadap nilai mechanical availability, serta untuk melihat jenis model mana yang mempunyai nilai Mechanical Availablity yang paling besar. Data diambil dari data History Preventive Maintanance pada sebuah perusahaan tambang di Kalimantan Selatan, selama periode 3 tahun. Pengujian data dengan menggunakan uji Posteriori (Post Hoc) untuk melihat model machine mana yang mana dari rata-ratanya nilai mechnalical availability adalah paling kuat berbeda. Berdasarkan hasil pengujian statistik uji ANOVA dengan uji F dan hasil analisis Linier Contrast menunjukkan kesimpulan bahwa rata rata nilai mechanical availability dari kesebelas model unit dalam sama. Sehingga uni Posteriori (Post Hoc) tidak bisa dilaksanakan. Kata Kunci : Mechanical Availability, Model Unit, Post Hoc
Basin Solar Still Dengan Tutup Kaca Berpendingin Untuk Meningkatkan Efisiensi Muhammad Syafwansyah Effendi; Ahmad Hendrawan; Noor Rahman
POROS TEKNIK Vol. 10 No. 2 (2018)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v10i2.697

Abstract

Salah satu teknologi penyuling adalah basin solar still yang hanya menggunakan bagian bawah kaca penutup sebagai media kondensasi dan sumber energinya yaitu radiasi panas matahari. Masalah mendasar dari semua pengembangan basin solar still adalah bagaimana meningkatkan kinerjanya dalam hal peningkatan efisiensi dari tipe solar still. Salah satu model prototipe yang telah dikembangkan yaitu melengkapi distillator dengan pemanas awal dan pipa kondensat sehingga berhasil meningkatkan kinerjanya. Hipotesis efisiensi yang muncul ini masih dapat ditingkatkan dengan satu cara meningkatkan perbedaan panas di basin dengan bagian luar penutup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji seberapa besar efisiensi dengan membuat kaca atas didinginkan dengan cairan yang mengalir. Ini bertujuan untuk membuat perbedaan panas yang besar antara kaca penutup atas dan panas di basin. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan menguji prototipe yang dimodifikasi ini dibadingkan dengan data sebelumnya tanpa pendinginan pada kaca penutup atas. Variabel data yang diuji dengan statistik diukur suhu di bawah penyerap panas yang kemudian diproses dengan uji statistik t-Test Paired Sample for Means. Variabel data yang diuji dengan statistik diukur suhu di bawah penyerap panas yang kemudian diproses oleh uji statistik t-Test Paired Sample for Means. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dari uji t-Test Paired Sample for Means ada perbedaan yang signifikan dari kedua prototipe. Efisiensi yang diperoleh dengan penutup kaca berpendingin adalah 48,8374% sedangkan non-pendingin adalah 36,6704%, maka ada peningkatan efisiensi sebanyak 12,47% lebih baik dalam mendasarkan dengan menggunakan tutup kaca didinginkan
Dominasi Titik Keausan Crank Shaft Bore Genarator Set Engine 3500 Series Caterpillar Muhammad Syafwansyah Effendi
POROS TEKNIK Vol. 11 No. 2 (2019)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v11i2.893

Abstract

Connecting road berfungsi sebagai penerus gaya piston ke crankshaft, kemudian crankshaft merubah gerakan lurus piston ke dalam gerakan berputar. Gerakan ini bersifat terus menerus dan menjadi salah satu pusat beban terbesar, sehingga berpotensi memiliki resiko keausan yang tinggi. Ada tiga titik ukur keausan berdasarkan rekomendasi standar dalam inspeksi pengukuran secara berkala. Sehingga untuk penelitian ini, perlu untuk menyelidiki dominasi terbesar keausan dari tiga titik ini yang diduga akan bervariasi karena letak dan tingkat variasi beban yang berubah-ubah. Data keausan crackshaf bore yang diolah adalah hasil pengukuran selama empat tahun pada diesel engine 3500 Series Caterpillar dan kemudian dianalisa apakah ada dominasi pada titik tertentu dari pengkuran crackshaf bore tersebut dengan statistik deskriptif, Analisys of Varians (ANOVA), Uji Posteriori (Post Hoc). Kesimpulan yang didapat berdasarkan analisis uji statistik adalah tidak ada dominasi keausan tertentu pada titik-titik ukur crankshapt bore. Hal ini menunjukkan bahwa keausan yang terjadi pada semua titik ukur maupun posisi silinder adalah merata. Yang menyebabkan hal ini terjadi adalah karena yang pertama secara statistik diduga karena besar keausan yang relatif kecil dengan satuan inchi serta dalam ukuran seper satu juta inchi maka statistik mendeteksi tidak terjadi perbedaan dalam tingkat keauasan. Kedua hal ini terjadi bisa juga secara teknis disebebakan balancing pembebanan gaya pada semua silinder adalah merata, serta putaran rpm engine yang stabil dengan vibarasi yang rendah.
Pengaruh Engine Speed dan Throttle Position pada Proses Pembuangan Muatan Terhadap Konsumsi Bahan Bakar OHT Ahmad Hendrawan; Muhammad Syafwansyah Effendi; Darmansyah Darmansyah; Anhar Khalid
POROS TEKNIK Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v12i1.942

Abstract

Pada bisnis pertambangan, Off Highway Truck (OHT) merupakan salah satu unit yang sangat baik digunakan untuk mengangkut dan memindahkan material dengan skala muatan yang cukup besar. Semakin besar ukuran dari unit tersebut maka semakin banyak beban yang mampu diangkut oleh OHT yang digunakan sehingga menyebabkan konsumsi bahan bakar juga akan meningkat seiring dengan besar truck OHT yang digunakan. Kenaikan beban yang diterima unit dan kenaikan rpm yang dihasilkan oleh engine mengakibatkan konsumsi bahan bakar ikut bertambah. Untuk penelitian ini, perlu untuk menyelidiki engine speed dan throttle position yang tepat supaya didapatkan konsumsi bahan bakar yang efisien. Data yang diolah adalah hasil pengukuran engine speed, throttle position dan konsumsi bahan bakar pada OHT dan kemudian dianalisa apakah ada pengaruh engine speed dan throttle position terhadap konsumsi bahan bakar dengan statistik. Dari hasil uji statistik serta analisa dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang erat antara Throttle Position, Engine Speed dan Fuel Consumption dimana didapatkan semua nilai koefisien korelasi mendekati 1, dimana pengaturan Throttle Position dan Engine Speed berpengaruh pada Fuel Consumption. Pada engine speed 1450 rpm dan throttle position 57% didapatkan pemakaian bahan bakar yang paling efisien pada proses pembuangan muatan OHT.
Pengaruh Perbedaan Nilai Risk Priority Number Failure Mode And Effects Analysis Terhadap Mechanical Availabilty Unit Mining Truk HD785 Series Muhammad Syafwansyah Effendi; Muhammad Khafidz Arifin; Noor Rahman
POROS TEKNIK Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v12i2.1031

Abstract

Kinerja (performance) dari suatu mesin tergantung pada; reliability dan availability peralatan yang digunakan, lingkungan operasi, efisiensi pemeliharaan, proses operasi dan keahlian operator, dan lain-lain. Jika reliability dan availability suatu system rendah, maka usaha untuk meningkatkannya kembali adalah dengan menurunkan laju kegagalan atau meningkatkan efektifitas perbaikan terhadap tiap-tiap komponen atau system. Failure Mode and Effects Analysis atau FMEA merupakan sebuah metodologi yang digunakan untuk mengevaluasi kegagalan terjadi dalam sebuah sistem, desain, proses, atau pelayanan (service). Identifikasi kegagalan potensial dilakukan dengan cara pemberian nilai atau skor masing-masing moda kegagalan berdasarkan atas tingkat kejadian (occurrence), tingkat keparahan (severity), dan tingkat deteksi (detection). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh dari nilai Risk Priority Number (RPN) dengan metode Failure Mode and Effects Analysis masing-masing komponen yang beresiko mengalami kegagalan dari mining truk HD785 terhadap nilai mechanical availability (MA) dan menentukan komponen yang mempunyai RPN paling tinggi. Data berupa nilai RPN berdasarkan metode failure and effect analysis sebagai variabel bebas dan availability sebagai variable terikat, yang kemudian di analisa dengan regresi, untuk mencari hubungan pengaruh rata-rata Nilai RPN terhadap mechanical availability. Dapat disimpulkan bahwa Nilai RPN berpengaruh cukup significant terhadap nilai availability tetapi nilai tersebut tidak berbanding lurus. Hal tersebut disebabkan nilai availability tidak hanya dihitung dari tingkat severity, tetapi juga nilai dari occurrence dan detection. Hal ini dibuktikan pada nilai RPN 192 dengan availability 22,92%, nilai RPN 320 dengan availability 80,54%, nilai RPN 240 dengan availability 41,96%, dan nilai RPN 128 dengan availability 93,73%.