Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Karakteristik Rangkaian RL Dan RC Menggunakan Bahasa Komputasi Matlab Khairunnisa Khairunnisa; Qamariah Qamariah; Jarot Wijayanto
POROS TEKNIK Vol. 13 No. 2 (2021)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v13i2.1142

Abstract

Arus, tegangan, dan daya adalah parameter utama yang biasanya menjadi acuan bagi teknisi untuk diukur ketika mengoperasikan perangkat-perangkat listrik dan elektronika. Pengukuran menggunakan alat ukur konvensional berupa multimeter dan osiloskop, analog, maupun digital. Secara keseluruhan, hasil pengukuran seharusnya bisa menjadi acuan apakah respon rangkaian sudah sesuai dengan teori, apakah rangkaian layak atau tidak untuk diimplementasikan. Biasanya hasil pengukuran disajikan berupa tabel data. Beberapa tabel data dibuat dengan menggunakan variabel yang berbeda, kemudian disimulasikan dalam bentuk grafik. Grafik inilah yang biasanya dianggap sebagai karakteristik rangkaian. Untuk menghindari analisis berulang, diperlukan suatu modul komputasi praktis sehingga pembelajaran praktek rangkaian listrik dapat disajikan secara efektif dan efisien.  Penelitian merancang suatu modul pembelajaran yang dapat menampilkan grafik karakteristik rangkaian meliputi arus, tegangan, dan daya berdasarkan persamaan sifat-sifat rangkaian sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada mahasiswa sekaligus membuktikan teori yang sudah ada.
PENGARUH FEED RATE TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA FRICTION STIR WELDING ALUMINIUM SERI 6110 Jarot Wijayanto
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 13 No 2 (2013)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari peningkatan pengem-bangan industri, sebab pengelasan memiliki peran utama pada bidang teknik dan perba-ikan produksi. Friction stir welding (FSW) adalah proses pengelasan baru dimana biaya biaya produksinya rendah dan sambungan yang dihasilkan berkualitas baik. Proses FSW menggunakan sebuah tool yang berputar ditekankan pada material yang akan disatukan. Gesekan tool yang berbentuk silindris yang dilengkapi pin/probe mengakibatkan pe-mansan setempat yang mampu melunakkan bagian tersebut. Parameter proses meng-gunakan putaran pada mesin 3600rpm dengan vareasi laju kecepatan proses (feed rate); 40, 64, 93, 200 dan 320 mm/menit. Hasil proses FSW menunjukkan terjadi penurunan nilai kekerasan yang signifikan pada daerah logam las, HAZ dan logam induk terhadap material induknya, tetapi untuk variabel 320 mm/mnt terjadi penyempitan daerah lasan. Nilai kekerasan raw material adalah ± 55  VHN dan pada  pusat las ± 37.5  VHN. Diantara variabel yang telah diteliti, nilai tegangan dan regangan yang paling baik adalah pada variable 320(8.86 kg/mm2 ; 2.17%). Sedangkan nilai tegangan terendah terjadi pa-da variable 64 mm/mnt (5.75 kg/mm2)dan nilai regangan terendah terjadi pada variabel 200 mm/mnt (1.02%). Mikro struktur pada area pengelasan dan material induk pada dasarnya tidak mengalami perubahan, tetapi pada bagian TMAZ butir mengalami distorsi sehingga nampak seperti onion ring.
Optimization of torrefaction temperature on the physical and chemical properties of ironwood (Eusideroxylon zwageri) as an alternative biofuel Ichwan Noor Ardiyat; Noor Rahman; Jarot Wijayanto; A'yan Sabitah; Ahmad Robittah
Journal of Energy, Mechanical, Material, and Manufacturing Engineering Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jemmme.v10i2.42340

Abstract

This study aims to investigate the effect of torrefaction temperature on the physical and chemical properties of ironwood (Eusideroxylon zwageri) and to evaluate its potential as an alternative biofuel. Torrefaction was carried out at 200°C, 250°C, and 300°C for 150 minutes under oxygen-limited conditions, and the resulting char, tar, and gas yields were quantified, while chemical changes were analyzed using Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). The results indicate that increasing temperature significantly affects product distribution, with the highest char yield (52%) obtained at 250°C and increased gas formation at 300°C. FTIR analysis revealed a progressive reduction of hydroxyl (O–H) and carbonyl (C=O) functional groups, indicating enhanced deoxygenation and carbonization at higher temperatures. These chemical transformations suggest improved thermal stability and fuel quality of the torrefied ironwood. It can be concluded that Eusideroxylon zwageri has strong potential as a renewable biofuel feedstock, with torrefaction at 250°C being the most suitable condition for solid biofuel production.