Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Hubungan Kualitas Air Terhadap Komunitas Zooplankton dan Ikan di Danau Hanjalutung Tania Serezova Augusta
JURNAL ILMU HEWANI TROPIKA (JOURNAL OF TROPICAL ANIMAL SCIENCE) Vol 3, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Kristen Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to analyze the quality of water and its relationship with zooplankton and fish communities. This study was conducted over ten (10) months, starting from December 2013 until September 2014 in Hanjalutung Lake. Zoopankton sampling done 2 times with 3 repetitions along with measurements of water quality. Methods used in this research is the method for sampling of zooplankton and fish and measurements of the parameters of physics, chemistry and biology, that are depth, brightness, temperature, pH, dissolved oxygen (DO), and chlorophyll-a. These results showed that the water condition is still in the range that can be tolerated by zoopankton and fish. This study found 21 species of fishes, which dominated by Cyprinidae. Abundance of fish ranged from 1 – 335 fish. Diversity index ranged from 0 – 2 (moderate criteria), uniformity index ranges from 0 – 0,969 (the spread of individuals relatively evenly), and dominance index ranged from 0,222 – 0,763 (low dominance). The most zooplankton were phylum of Rotifera with abundance ranged from 8 – 256 ind/liter. Zooplankton diversity index ranged from 0,462 – 1,816 which allegedly communities were relatively stable during the observation, while the uniformity index ranged from 0,333 to 1 which indicates that the distribution of individuals among species occur relatively evenly and not domination. Water quality during the observation is still in the range that can be tolerated by zooplankton and fish in the Lake hanjalutung. Key words : Water quality, zooplankton community, fish community
Identifikasi Jenis dan Analisa Vegetasi Tumbuhan Air di Danau Lutan Palangka Raya Tania Serezova Augusta
JURNAL ILMU HEWANI TROPIKA (JOURNAL OF TROPICAL ANIMAL SCIENCE) Vol 4, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Kristen Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted in Lake Lutan waters, Tumbang Rungan village, Palangka Raya, Central Kalimantan in May 2014. This study aims to identify and vegetation analyze the water plants in Lake Lutan.
PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oliefera) UNTUK MENURUNKAN INFESTASI EKTOPARASIT Tricodina sp. PADA IKAN NILA (Oreocromis sp) Sri Herlina; Tania Serezova Augusta
Jurnal Penelitian Belida Indonesia Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Belida Indonesia
Publisher : Jurnal Penelitian Belida Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pbelida.v2i2.95

Abstract

Parasit Tricodina sp. adalah jenis parasit yang menginfeksi nila dan menempel pada kulit. Parasit ini menyebabkan kerusakan pada organ tubuh dan terganggunya pertumbuhan serta menurunkan sistem pertahanan tubuh ikan nila. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengobati serangan parasit Tricodina sp. yaitu menggunakan bahan alami seperti ekstrak daun kelor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor terhadap kelangsungan hidupan dan penurunan infestasi parasit Tricodina sp. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Dosis ekstrak daun kelor yang digunakan pada penelitian ini adalah A (3 ml/L), B (5 ml/L), dan C (8 ml/L). Ikan nila yang digunakan sebanyak 45 ekor, dan dipelihara dalam 9 akuarium dengan kepadatan 5 ekor/akuarium. Rata-rata kelulus hidupan nila merah yaitu 88,87 (perlakuan A), 76,45 (perlakuan B ), 66,65 (perlakuan C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi Tricodina sp. menurun karena perendaman ekstrak daun kelor, ikan nila menujukkan respon pasif dan pasca perendaman dari ekstrak daun kelor tidak memiliki pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap tingkat kelangsungan hidup nila yang terinfeksi Tricodian sp. namun ekstrak daun kelor menyebabkan tingkat kelangsungan hidupan tinggi pada ikan nila yang terinfeksi.
Identification and prevalence of ectoparasites and endoparasites in kerandang fish Channa pleurophtalma and catfish Clarias batrachus captured from Sebangau River Infa Minggawati; Frid Agustinus; Tania Serezova Augusta; Candra Putra Pahawang; Toto Francisco
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 21 No. 2 (2022): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.21.2.152-160

Abstract

ABSTRACT This study aimed to determine types, prevalence, and intensity of ectoparasites and endoparasites that infect kerandang fish Channa pleurophtalma and catfish Clarias batrachus. Sampling was carried out in Sebangau River, while identification was carried out at the Fish Quarantine, Quality Control, and Safety Station, Palangka Raya. Examination of ectoparasite infection included bilateral body mucus, caudal fin, and gills. Endoparasite examination was done by observing the fish organs, such as liver, blood, meat, intestines, and stomach. The parasite analysis was determined by calculating the prevalence and intensity. In kerandang fish, the ectoparasites were identified as Trichodina sp., Gyrodactylus sp., Epistylis sp., Dactylogyrus sp., while the endoparasites were Camallanus sp. and Neoechinorhyncus. In catfish, the ectoparasites were identified as Trichodina sp., Dactylogyrus sp., Myxobolus sp., and Costia sp., while the endoparasites were Camallanus sp. Dominant ectoparasite that infected fish was Dactylogyrus sp. on fish gills. For endoparasites, the dominant endoparasites were identified as Neoechinorhyncus in kerandang fish and Camallanus sp. in catfish. The highest prevalence was found in Dactylogyrus sp. at 27%. The prevalence was categorized as a frequent infection. The highest ectoparasite intensity level was obtained from Trichodina sp. at 20.3 ind/fish in kerandang fish and Dactylogyrus sp. at 12.2 ind/fish in catfish. This intensity level is categorized in a medium intensity. Keywords: Channa pleurophtalma, Clarias batrachus, ectoparasites, endoparasites ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ektoparasit dan endoparasit yang menginfeksi ikan kerandang Channa pleurophtalma dan ikan lele Clarias batrachus serta prevalensi dan intensitas parasitnya. Pengambilan sampel dilakukan di sungai Sebangau sedangkan identifikasi dilaksanakan di Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Palangka Raya. Pemeriksaaan infeksi ektoparasit meliputi; lendir tubuh bilateral, sirip ekor, dan insang. Pemeriksaan endoparasit dilakukan dengan cara mengamati bagian organ tubuh ikan seperti hati, darah, daging, usus, dan lambung. Untuk mengetahui tingkat serangan parasit pada ikan dianalisis dengan menghitung prevalensi dan intensitas. Pada ikan kerandang parasit yang teridentifikasi ektoparasit adalah Trichodina sp., Gyrodactylus sp., Epistylis sp., Dactylogyrus sp., dan endoparasit adalah Camallanus sp., dan Neoechinorhyncus. Pada ikan lele parasit ektoparasit yang teridentifikasi adalah Trichodina sp., Dactylogyrus sp., Myxobolus sp., dan Costia sp., sedangkan pada endoparasit adalah Camallanus sp. Ektoparasit yang dominan menginfeksi kedua ikan ini adalah Dactylogyrus yang terdapat pada insang. Sedangkan untuk endoparasit, pada ikan kerandang endoparasit yang dominan adalah Neoechinorhyncus dan endoparasit pada ikan lele adalah Camallanus sp. Prevalensi tertinggi pada ikan kerandang dan ikan lele adalah Dactylogyrus yaitu masing-masing 27%. Berdasarkan hasil prevalensi parasit pada ikan kerandang dan ikan lele termasuk kedalam kategori infeksi sering. Intensitas tertinggi pada ikan kerandang adalah Trichodina sp. dengan nilai 20.3 ind/ekor dan pada ikan lele adalah Dactylogyrus sp. dengan nilai intensitas 12.2 ind/ekor. Dari hasil intensitas parasit pada kedua ikan tersebut termasuk dalam kategori intensitas sedang. Kata kunci: Channa pleurophtalma, Clarias batrachus, ektoparasit, endoparasit