Infa Minggawati
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tingkat kematangan gonad ikan Lais (Ompok hypopthalmus) yang tertangkap di rawa banjiran sungai Rungan Kalimantan Tengah Infa Minggawati; - Lukas
JURNAL ILMU HEWANI TROPIKA (JOURNAL OF TROPICAL ANIMAL SCIENCE) Vol 4, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Kristen Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the catfish gonad maturity level caught in a flooding swamp area of Rungan River in Palangka Raya, Central Kalimantan. The experiment was conducted in October 2013 to April 2014. The fish specimens were analyzed to determine the level of maturity of the gonads. Moreover, water quality was measured. Total fish caught was 353 fishes, with a percentage of 61% males and 39% females, and the total length of fish ranging from 12-29 cm and weight between 10-250 grams. Types of the catfish food were shrimp, insects and fish juvenile. Spawning peaks in gonad maturity level IV were in December 2013 and January 2014, with water depth from 4.03 to 6.5 meters, the average water temperature 26.9oC, pH 4.6 DO 3.4 mg/L and 27.6 cm water transparency. Key words : Ompok hypopthalmus, Catfish, gonads maturity level, flooding swamp
Teknik Pemijahan Buatan pada Ikan Patin Siam (Pangasianodon hypophthalmus) di Balai Benih Ikan (BBI) Gohong Kabupaten Pulang Pisau Frid Agustinus; Infa Minggawati; Ririn Ririn
JURNAL ILMU HEWANI TROPIKA (JOURNAL OF TROPICAL ANIMAL SCIENCE) Vol 12, No 1 (2023): JIHT Juni 2023
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Kristen Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan bibit ikan tidak hanya memenuhi kebutuhan bibit ikan di Kabupaten Pulang Pisau saja, tetapi juga memenuhi kebutuhan permintaan bibit benih ikan di beberapa Kabupaten bahkan sampai ke luar Kota. Potensi lahan dan kualitas air sangat baik untuk dijadikan sebagai tempat budidaya ikan, lokasi strategis dan kondisi air yang baik dengan adanya pasang surut air sungai karena lokasi dekat dengan sungai Kahayan dan sumur bor. Karena permintaan pasar pada benih patin siam terus meningkat maka perlu melakukan produksi benih dengan cara pemijahan buatan. Metode pemijahan buatan pada prinsipnya memanipulasi lingkungan budidaya sama seperti lingkungan alami ikan sehingga pemijahan dapat berlangsung sepanjang tahun. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan dalam pemijahan ikan patin siam (Pangasianodon hypophthalmus) yaitu seleksi induk, pemijahan, kualitas air, dan penanganan larva. Induk ikan patin siam yang dipijah 1:1 dengan menggunakan hormon ovaspec standar dosis yang diberikan 0,5 ml/kg spectrum dengan melakukan dua kali penyuntikan selang waktu 6 jam dari penyuntikan pertama dan kedua. Suhu air dalam penetasan telur ikan patin siam berkisar 28Ëš - 30ËšC. Teknik pemijahan buatan pada ikan patin siam yang dilakukan di Balai Benih Ikan (BBI) Gohong Pulang Pisau menghasilkan 3.000 larva ikan dari 300.000 butir telur ikan.
Identification and prevalence of ectoparasites and endoparasites in kerandang fish Channa pleurophtalma and catfish Clarias batrachus captured from Sebangau River Infa Minggawati; Frid Agustinus; Tania Serezova Augusta; Candra Putra Pahawang; Toto Francisco
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 21 No. 2 (2022): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.21.2.152-160

Abstract

ABSTRACT This study aimed to determine types, prevalence, and intensity of ectoparasites and endoparasites that infect kerandang fish Channa pleurophtalma and catfish Clarias batrachus. Sampling was carried out in Sebangau River, while identification was carried out at the Fish Quarantine, Quality Control, and Safety Station, Palangka Raya. Examination of ectoparasite infection included bilateral body mucus, caudal fin, and gills. Endoparasite examination was done by observing the fish organs, such as liver, blood, meat, intestines, and stomach. The parasite analysis was determined by calculating the prevalence and intensity. In kerandang fish, the ectoparasites were identified as Trichodina sp., Gyrodactylus sp., Epistylis sp., Dactylogyrus sp., while the endoparasites were Camallanus sp. and Neoechinorhyncus. In catfish, the ectoparasites were identified as Trichodina sp., Dactylogyrus sp., Myxobolus sp., and Costia sp., while the endoparasites were Camallanus sp. Dominant ectoparasite that infected fish was Dactylogyrus sp. on fish gills. For endoparasites, the dominant endoparasites were identified as Neoechinorhyncus in kerandang fish and Camallanus sp. in catfish. The highest prevalence was found in Dactylogyrus sp. at 27%. The prevalence was categorized as a frequent infection. The highest ectoparasite intensity level was obtained from Trichodina sp. at 20.3 ind/fish in kerandang fish and Dactylogyrus sp. at 12.2 ind/fish in catfish. This intensity level is categorized in a medium intensity. Keywords: Channa pleurophtalma, Clarias batrachus, ectoparasites, endoparasites ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ektoparasit dan endoparasit yang menginfeksi ikan kerandang Channa pleurophtalma dan ikan lele Clarias batrachus serta prevalensi dan intensitas parasitnya. Pengambilan sampel dilakukan di sungai Sebangau sedangkan identifikasi dilaksanakan di Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Palangka Raya. Pemeriksaaan infeksi ektoparasit meliputi; lendir tubuh bilateral, sirip ekor, dan insang. Pemeriksaan endoparasit dilakukan dengan cara mengamati bagian organ tubuh ikan seperti hati, darah, daging, usus, dan lambung. Untuk mengetahui tingkat serangan parasit pada ikan dianalisis dengan menghitung prevalensi dan intensitas. Pada ikan kerandang parasit yang teridentifikasi ektoparasit adalah Trichodina sp., Gyrodactylus sp., Epistylis sp., Dactylogyrus sp., dan endoparasit adalah Camallanus sp., dan Neoechinorhyncus. Pada ikan lele parasit ektoparasit yang teridentifikasi adalah Trichodina sp., Dactylogyrus sp., Myxobolus sp., dan Costia sp., sedangkan pada endoparasit adalah Camallanus sp. Ektoparasit yang dominan menginfeksi kedua ikan ini adalah Dactylogyrus yang terdapat pada insang. Sedangkan untuk endoparasit, pada ikan kerandang endoparasit yang dominan adalah Neoechinorhyncus dan endoparasit pada ikan lele adalah Camallanus sp. Prevalensi tertinggi pada ikan kerandang dan ikan lele adalah Dactylogyrus yaitu masing-masing 27%. Berdasarkan hasil prevalensi parasit pada ikan kerandang dan ikan lele termasuk kedalam kategori infeksi sering. Intensitas tertinggi pada ikan kerandang adalah Trichodina sp. dengan nilai 20.3 ind/ekor dan pada ikan lele adalah Dactylogyrus sp. dengan nilai intensitas 12.2 ind/ekor. Dari hasil intensitas parasit pada kedua ikan tersebut termasuk dalam kategori intensitas sedang. Kata kunci: Channa pleurophtalma, Clarias batrachus, ektoparasit, endoparasit