Tazkiyyatul M
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DAN STATUS IMUNISASI CAMPAK DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA DI KELURAHAN BANDARHARJO KOTA SEMARANG Tazkiyyatul M; Margo Utomo; Mifbakhuddin M
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 1. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.52 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.1.2013.47-62

Abstract

Latar Belakang : Diare merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di dunia. Penyebab diare pada balita adalah kebiasaaan hidup sehat dari setiap keluarga, pola makan, sanitasi lingkungan, dan imunitas/kekebalan dari individu. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dan status imunisasi campak dengan kejadian diare pada balita. Metode:Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh anak balita berumur 1-3 tahun di kelurahan Bandarharjo kota Semarang pada bulan Maret 2011 sebanyak 555 balita. Jumlah sampel adalah 63 orang. Variabel bebas yaitu Sanitasi lingkungan yang meliputi sumber air bersih, kepemilikan jamban, jenis lantai rumah, kepemilikan tempat pembuangan sampah, dan kepemilikan saluran pembuangan air limbah; dan Status Imunisasi Campak. Variabel terikat adalah Kejadian Diare. Hasil : Rerata umur subyek penelitian adalah 1,792 0,5323 maksimum 2,8 tahun dan minimum 1 tahun. Terdiri dari 38,1% laki-laki dan 61,9% perempuan. 58,7% diare dan 41,3.% tidak diare. Jika diare 25,4% diobati sendiri, 73% berobat ke Bidan/Puskesmas dan 1,6% dibiarkan saja. Tidak ada hubungan signifikan antara sumber air bersih dengan kejadian diare, p>0,05. Ada hubungan signifikan antara kepemilikan jamban dengan kejadian diare, p<0,05. Ada hubungan signifikan antara jenis lantai rumah dengan kejadian diare p<0,05. Tidak ada hubungan signifikan antara tempat pembuangan sampah dengan kejadian diare p>0,05. Tidak ada hubungan signifikan antara kepemilikan saluran pembuangan air limbah dengan kejadian diare p>0,05. Tidak ada hubungan signifikan antara status imunisasi campak dengan kejadian diare p>0,05. Kepemilikan jamban dan jenis lantai rumah memberikan kontribusi sebesar 86,7% terhadap kejadian diare pada balita sedangkan 13,3% dipengaruhi faktor lain. Kesimpulan : Ada hubungan signifikan antara kepemilikan jamban dan jenis lantai rumah dengan kejadian diare pada anak balita.Kata Kunci : Sanitasi, status Imunisasi, kejadian Diare