Mifbakhuddin M
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PERBEDAAN KADAR TIMBAL (Pb) DI UDARA BADAN JALAN BERDASARKAN KERAPATAN TANAMAN PENGHIJAUAN DAN DENSITAS KENDARAAN BERMOTOR DI KOTA SEMARANG Naim Fachruli; Mifbakhuddin M; Wulandari Meikawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 1. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.189 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.1.2013.18-25

Abstract

Latar Belakang: Timbal (Pb) merupakan salah satu pencemar udara yang bersumber dari buangan asap kendaraan bermotor. Logam ini merupakan sisa sisa pembakaran bahan bakar minyak. Dampak dari pencemaran udara jenis Pb dapat menyebabkan penurunan kualitas udara, yang berdampak negatif terhadap kesehatan manusia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi polutan lalu lintas terutama oleh emisi asap kendaraan bermotor adalah dengan menggunakan tumbuhan, seperti tanaman peneduh jalan, karena dapat membersihkan lingkungan dari pencemaran dan dapat berfungsi sebagai paru paru kota. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan kadar Pb di udara badan jalan berdasarkan kerapatan tanaman. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah udara di jalan Kartini dengan kerapatan tanaman peneduh yang tinggi dan jalan Kaligarang yang kerapatan tanaman peneduhnya rendah. Variable bebas: Tingkat kerapatan tanaman, variabel terikat: Kandungan Pb di udara, variabel kontrol: Jumlah kendaraan yang lewat. Analisis data dengan uji t independent. Hasil: Rerata kadar Pb di jalan Kartini adalah 0,025000 ?g/m3, sedangkan rerata kadar Pb di jalan Kaligarang adalah 0,055 ?g/m3. Melalui uji t independent diperoleh nilai p=0,021. Kesimpulan: Ada perbedaan yang bermakna antara kerapatan tanaman dan kepadatan kendaraan terhadap kadar Pb udara di badan jalan.Kata Kunci: Kadar Pb, Tanaman Penghijauan
UJI EFIKASI INSEKTISIDA HERBAL GRANULA EKSTRAK UMBI GADUNG (Dioscorea hispida Dennts) TERHADAP KEMATIAN LARVA Aedes aegypti Agustina Ziyadatus; Sayono S; Mifbakhuddin M
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 2. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.321 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.2.2013.1-11

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan data yang didapatkan dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, tercatat 5.559 kasus DBD yang tercatat selama tahun 2010 dan 46 kasus yang meninggal dunia, padahal sepanjang 2009 hanya 3.883 kasus dan pasien yang meninggal dunia 43 orang. Usaha untuk mengendalikan nyamuk dapat dilakukan dengan dua cara yaitu cara kimia dan pengelolaan lingkungan. Salah satunya dengan penggunaan granula dari bahan alami yaitu dari bahan ekstrak umbi gadung Dioscorea hispida Dennts. Tujuan: Menentukan daya bunuh ekstrak umbi gadung Dioscorea hispida Dennst dalam formulasi granula sebagai larvasida Aedes aegypti. Metode: Jenis penelitian ini adalah quasy-eksperiment dengan desain after only control groupdesign. Hasil: Kematian larva Aedes aegypti terjadi pada seluruh konsentrasi paparan, pada kontrol tidak terjadi kematian larva Aedes aegypti. Konsentrasi yang efektif adalah konsentrasi 0,07%-0,09% karena dapat membunuh > 90% larva Aedes aegypti selama 24 jam waktu perlakuan. Umur residu granula ekstrak umbi gadung hanya efektif sampai hari ke-2 hal ini menunjukkan bahwa zat yang terkandung dalam granula ekstrak umbi gadung mudah terurai secara alami oleh alam. Simpulan: Ada pengaruh yang bermakna berbagai konsentrasi granula ekstrak umbi gadung terhadap kematian larva Aedes aegypti p value =0,001 (<0,05).Kata kunci: Larva Aedes aegypti, granula ekstrak umbi gadung, daya bunuh
HUBUNGAN TOLERANSI STRES, SHIFT KERJA DAN STATUS GIZI DENGAN KELELAHAN PADA PERAWAT IGD DAN ICU (STUDI DI RSI SULTAN AGUNG SEMARANG) Saadatul Maghfiroh; Mifbakhuddin M
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 10. No. 2. Tahun 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.491 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.v10i2.2384

Abstract

Background: Mental and physical workload occurred in the ER and ICU Nurses was so high, thus allowing nurses were stress occurs. It was going to effect in healthy so that they got exhauted. besides stress, shiftwork and nutrition status can also causes fatigue. The aim of this research was to know the correlation between tolerance of stress, shiftwork and nutrition status with fatigue. Method: The research was an analytic with approach retrieval datain cross-sectionaltechnique.The study was conducted in RSI Sultan Agung Semarang with 44 population and 34 sample was consist of 17 ER nurse and 17 ICU nurse, and the technique with purporsive sampling.The variable in this resecrhinclude the independent variablesthat was tolerance of stres, workshift dan nutrition status.denpendent variable that was fatigue and disturber variable that was history of sick. hypothesis test with person product moment, rank-spearmen and chi-square. Result: (a) the majority of Nurses has good tolerance of stress within the percentage 79,4%; (b) the Nurses on afternoon shiftwork has the highest percentage that was 35,3%; (c) 61,8% of Nurses has normal nutrition;(d) the Nurses being mild fatigueon highest percentagethat was 64,7%; (e) there did not corelation between tolerance of stres with fatigue; (f) there did not corelation between work shift with fatigue; (g) there did not corelation between nutrition status with fatigue. Conclusion: there did not corelation between tolerance of stress, work shift and nutrition status with fatigue on nurse in ER and ICU.
BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PETANI Marlinda Putri Hartanti; Mifbakhuddin M
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 10. No. 1. Tahun 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.997 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.v10i1.2375

Abstract

Backrground. Hypertension is a major public health problem in Indonesia and other developingcountries. Hypertension prevalence in Indonesia is 6,8 % . Farmersin Ringins Villagesusceptible to hypertension, becauseof smooking behavior,consumption coffee, lessexercise andhadless of sodium intake. Objective. To analysecorelation between age, drinking coffee, smoking habbits, exercise habits ands sodium intakewith hypertension inthe Ringins Village, Rembang . Methods. Explanatory research designewithcross sectional approach. Populationsare35farmersand all of them being sample.The independent variablesis age, drinking coffee, smoking habbits, exercise habbits, and consume ofintake sodium. The dependent variableis hypertension. statistical testused is Pearson correlation and Spearman Ranktest are used is this research. Results: most ofrespondents (62,9%) isin middleaged (41 -60years), 42.9% respondents had the habit of drinking coffee, most of respondents (54.3%) had habbit ofnot smoking, majority of respondentshad a habit ofregularexercise (91.4%), most of respondents (54.3%) had less of sodiumintakeandmost of respondents (62.9%) had hypertension. There is significant corelations between consumption cofee with hypertension ( p= 0,015), there is no significant correlations between smoking ( p= 0,709), exercise habits ( p= 0,262) and natrium intake ( p=0,218 ) with hypertension. Conclusion.: There is significant corelations between age, and consumption coffe with hypertension, but no corelation between smoking, exercise habits and natrium intake with hypertension.
EFEKTIFITAS VARIASI DOSIS DAN LAMA WAKTU KONTAK SERBUK BIJI KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP PENURUNAN TIMBAL (Pb) PADA AIR SUNGAI Budi Supriyanto; Ulfa Nurullita; Mifbakhuddin M
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 2. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.329 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.2.2013.12-21

Abstract

Latar Belakang: Biji kelor (Moringa Oleifera) terbukti dapat menurunkan kadar timbal (Pb) pada air sungai. Dosis serbuk biji kelor (Moringa Oleifera) efektif untuk menurunkan kadar timbal (Pb) air sungai. Tujuan: Mengetahui efektifitas variasi dosis dan lama waktu kontak serbukbiji kelor (Moringa Oleifera) dalam menurunkan kadar timbal (Pb) air sungai. Metode: Jenis penelitian ini adalah Pre Eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah posttest only control group design yaitu subjek dibagi dalam dua kelompok. Sebagai variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi dosis (100 mg/L, 200 mg/L, 300 mg/L) dan lama waktu kontak (15 menit, 30 menit, 45 menit) serbuk biji kelor (Moringa Oleifera), variabel terikat dalam penelitian ini adalah kadar timbal (Pb) air sungai dan variabel pengganggu adalah pH dan suhu. Hasil: Penurunan kadar timbal (Pb) tertinggi 0,291 mg/L pada dosis 300 mg/L dan lama waktu kontak 45 menit (31,43%) pada ulangan 3; terendah 0,055mg/L pada dosis 200 mg/L dan lama waktu kontak 30 menit (5,87%) pada ulangan 2. Hasil uji Annovadidapatkan p-value untuk dosis= 0,000; p-value waktu = 0,230 dan p-value interaksi dosis dan waktu= 0,000 (<? 0,05) artinya ada interaksi antara dosis dan lama waktu kontak terhadap penurunan timbal (Pb) pada air sampel. Simpulan: Penurunankadar timbal (Pb) tertinggi terjadi pada dosis 300 mg/L dan lama waktu kontak 30 menit yaitu rata-rata sebesar 31,43%.Kata Kunci: Timbal (Pb), Variasi Dosis dan Lama Waktu Kontak Serbuk Biji Kelor (Moringa Oleifera), penurunan kadar timbal (Pb)
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DAN STATUS IMUNISASI CAMPAK DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA DI KELURAHAN BANDARHARJO KOTA SEMARANG Tazkiyyatul M; Margo Utomo; Mifbakhuddin M
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 1. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.52 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.1.2013.47-62

Abstract

Latar Belakang : Diare merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di dunia. Penyebab diare pada balita adalah kebiasaaan hidup sehat dari setiap keluarga, pola makan, sanitasi lingkungan, dan imunitas/kekebalan dari individu. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dan status imunisasi campak dengan kejadian diare pada balita. Metode:Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh anak balita berumur 1-3 tahun di kelurahan Bandarharjo kota Semarang pada bulan Maret 2011 sebanyak 555 balita. Jumlah sampel adalah 63 orang. Variabel bebas yaitu Sanitasi lingkungan yang meliputi sumber air bersih, kepemilikan jamban, jenis lantai rumah, kepemilikan tempat pembuangan sampah, dan kepemilikan saluran pembuangan air limbah; dan Status Imunisasi Campak. Variabel terikat adalah Kejadian Diare. Hasil : Rerata umur subyek penelitian adalah 1,792 0,5323 maksimum 2,8 tahun dan minimum 1 tahun. Terdiri dari 38,1% laki-laki dan 61,9% perempuan. 58,7% diare dan 41,3.% tidak diare. Jika diare 25,4% diobati sendiri, 73% berobat ke Bidan/Puskesmas dan 1,6% dibiarkan saja. Tidak ada hubungan signifikan antara sumber air bersih dengan kejadian diare, p>0,05. Ada hubungan signifikan antara kepemilikan jamban dengan kejadian diare, p<0,05. Ada hubungan signifikan antara jenis lantai rumah dengan kejadian diare p<0,05. Tidak ada hubungan signifikan antara tempat pembuangan sampah dengan kejadian diare p>0,05. Tidak ada hubungan signifikan antara kepemilikan saluran pembuangan air limbah dengan kejadian diare p>0,05. Tidak ada hubungan signifikan antara status imunisasi campak dengan kejadian diare p>0,05. Kepemilikan jamban dan jenis lantai rumah memberikan kontribusi sebesar 86,7% terhadap kejadian diare pada balita sedangkan 13,3% dipengaruhi faktor lain. Kesimpulan : Ada hubungan signifikan antara kepemilikan jamban dan jenis lantai rumah dengan kejadian diare pada anak balita.Kata Kunci : Sanitasi, status Imunisasi, kejadian Diare
DAYA BUNUH EKSTRAK KULIT DUKU (Lansium Domesticum Corr) TERHADAP KEMATIAN LARVA Aedes aegypti Deni Febe Fidiana; Mifbakhuddin M; Ulfa Nurullita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 8. No. 2. Tahun 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.317 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.8.2.2013.22-29

Abstract

Latar Belakang : Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan. Penyakit DBD cenderung meningkat setiap tahunnya. Upaya pemberantasan yang telah dilakukan yaitu dengan pengendalian vektor secara kimia maupun hayati. Salah satu pengendalian vektor adalah dengan menggunakan insektisida nabati ekstrak kulit duku (Lansium Domesticum Corr). Tujuan : untuk mengetahui Daya Bunuh Ekstrak Kulit Duku sebagai larvasida Aedes aegypti. Metode : Jenis penelitian ini adalah quasy-eksperimen dengan after only control group design. Hasil : Kematian larva Aedes aegypti terdapat pada semua kelompok perlakuan, sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat kematian larva Aedes aegypti. Konsentrasi yang efektif adalah konsentrasi 7% karena dapat membunuh > 90% larva Aedes aegypti selama 24 jam waktu perlakuan. Simpulan : Ada perbedaan yang bermakna rata-rata kematian larva Aedes aegypti pada berbagai konsentrasi ekstrak kulit duku p value = 0,000 (? < 0,05).Kata Kunci : Larva Aedes aegypti, ekstrak kulit duku