Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

SOLO CONVENTION HALL Ayudia Kanthi Lestari; Budi Sudarwanto; Erni Setyowati
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1405.079 KB)

Abstract

Jawa Tengah memiliki daya tarik tersendiri yang dapat dijadikan tujuan dari agenda MICE (meeting,incentive, convention, exhibition) tetapi hal tersebut tidak didukung dengan fasilitas konvensi yangberkapasitas ribuan orang. Kota Solo berpotensi dalam sektor bisnis, perdagangan, dan potensi seni budayalokal. Hal ini dapat mendukung potensi Kota Solo sebagai kota tujuan MICE. Akhir-akhir ini juga bisnisperhotelan di Kota Solo mengalami penurunan, karena sedikitnya pertemuan-pertemuan akbar yang digelar diKota Solo. Hal ini yerjadi karena di Kota Solo belum terdapat fasilitas gedung konvensi yang berkapasitasribuan orang, sehingga saat pemilihan tuang rumah kegiatan konvensi, Kota Solo pasti dikesampingkan.Sekarang sedang dilakukan pengembangan potensi Kota Solo, saat ini merupakan saat yang tepat untukmerealisasikan dibangunnya sebuah bangunan konvensi yang berstandar internasional di Kota Solo. Kajian diawali dengan mempelajari pengertiandan hal-hal mendasar tentang gedung konvensi,standar-standar mengenai tata ruang di dalam gedung konensi, studi banding beberapa gedung konvensi diIndonesia. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi gedung Solo Convention Hall dan pembahasan konsepperancangan dengan penekanan desain Arsitektur Neo-Vernakular. Selain itu juga dibahas mengenai tataruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “SoloConvention Hall”. Konsep perancangan ditekankan Arsitektur Neo-Vernakular, yaitu konsep transformasi identitas KotaSurakarta ke dalam konsep modern, karena bangunan konvensi merupakan bangunan umum yang digunakanoleh berbagai kalangan dan unutk aktivitas modern. Konsep ini sesuai dengan spirit Kota Surakarta “Solo’s Pastas Solo’s Future”, yaitu spirit pembangunan Kota Surakarta yang tidak meninggalkan identitas masa lampaudan menjadikan karakter budaya lokal sebagai dasar pengembangan modernitas Kota Surakarta. Padabangunan ini mengambil konsep dari pendapa yang fungsinya juga sebagai tempat pertemuan bagi orangJawa. Pendapa yang berbentuk joglo merupakan bangunan dengan dominasi atap, hal tersebut menyiratkanbahwa orang Jawa mementingkan bagian kepala yaitu akal dan pikiran. Karena dengan akal dan pikiran,manusia dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum bertemu Tuhan (mati).
REDESIGN OF REST AREA 43. 592. 01 GAS STATION REMBANG PENEKANAN DESAIN EKOWISATA hasliza marshalita; indriastjario indriastjario; budi sudarwanto
IMAJI Vol 3, No 4 (2014): jurnal IMAJI - Oktober 2014
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1573.476 KB)

Abstract

Transportasi merupakan suatu kebutuhan yang hampir setiap harinya tidak dapat ditinggalkan oleh manusia. Pada jaman modern ini, semua orang membutuhkan alat transportasi untuk berpindah dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Baik transportasi darat, air, maupun udara, ketiganya mempunyai peranan penting dalam mendukung kegiatan manusia. Jawa Tengah, sebagai salah satu provinsi yang ada di Pulau Jawa, memiliki peranan penting dalam pembangunan nasional Indonesia. Letaknya yang berada di tengah Pulau Jawa membuat Jawa Tengah menjadi titik penting yang menghubungkan daerah-daerah di timur maupun barat Jawa melalui jalur darat. Jalur Pantura merupakan jalan arteri primer yang menjadi perhatian utama transportasi darat yang ada di Jawa Tengah. Minimnya tempat peristirahatan (rest area) bagi pengemudi kendaraan membuat pengguna jalan harus berhenti beberapa kali untuk mencapai fasilitas- fasilitas yang berbeda- beda baik fasilitas untuk kebutuhan pengendara maupun kebutuhan kendaraan. Rest area dengan penekanan desain ekowisata menjadi upaya terkini sejalan dengan pengembangan potensi pariwisata setempat untuk mendukung kebutuhan para pengguna jalan akan tempat istirahat yang nyaman dan menarik.
JAZZ MUSIC CENTER DI SEMARANG yoga giovantri; budi sudarwanto; agung dwiyanto
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.61 KB)

Abstract

Musik jazz adalah musik yang sangat berkembang dewasa ini, peminat musik jazz tidak lagikalangan orang tua dan bukan lagi  musik  yang elite seperti  yang dikenal  dulu. Musik jazz  sangatditerima  oleh  banyak  orang khususnya anak  muda,  kegiatan dan event  musik jazz di  tiap daerahsemakin bermunculan. Baik event musik jazz yang besar atau kecil. Tak heran bila saat ini anak mudamulai mendalami musik jazz dan mencoba untuk belajar musik jazz lebih mendalam.Kota  Semarang merupakan kota  yang memiliki  peminat  musik  jazz yang cukup banyak.Namun banyak peminat musik yang bisa kita lihat dari pertumbuhan peserta anak didik les, eventmusik  jazz di  Semarang yang bermunculan,  dan aktifnya komunitas  musik  jazz Semarang,  JazzNgisoringin. Kota Semarang memiliki event musik jazz nasional yang dijadikan tempat persinggahanevent  tersebut.  Ini  dikarenakan perkembangan musik  jazz  yang meningkat  seiring juga denganpenikmat musik jazz di Semarang.Musik jazz adalah musik yang sangat berkembang dewasa ini, peminat musik jazz tidak lagikalangan orang tua dan bukan lagi  musik  yang elite seperti  yang dikenal  dulu. Musik jazz  sangatditerima  oleh  banyak  orang khususnya anak  muda,  kegiatan dan event  musik jazz di  tiap daerahsemakin bermunculan. Baik event musik jazz yang besar atau kecil. Tak heran bila saat ini anak mudamulai mendalami musik jazz dan mencoba untuk belajar musik jazz lebih mendalam.Kota  Semarang merupakan kota  yang memiliki  peminat  musik  jazz yang cukup banyak.Namun banyak peminat musik yang bisa kita lihat dari pertumbuhan peserta anak didik les, eventmusik  jazz di  Semarang yang bermunculan,  dan aktifnya komunitas  musik  jazz Semarang,  JazzNgisoringin. Kota Semarang memiliki event musik jazz nasional yang dijadikan tempat persinggahanevent  tersebut.  Ini  dikarenakan perkembangan musik  jazz  yang meningkat  seiring juga denganpenikmat musik jazz di Semarang.
KAJI EKSPERIMENTAL MOTOR BAKAR BENSIN 2 LANGKAH DENGAN SISTEM PENYEMPROTAN LANGSUNG BAHAN BAKAR MEKANIS PADA RUANG BAKAR Iman Kartolaksono Reksowardojo; Aan Setyawan; Budi Sudarwanto; Ibrahim Syaharuddin
Mesin Vol. 18 No. 1 (2003)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this study, a mechanical fuel direct injection system is used in a two-stroke 70 cc gasoline engine. The injection system is using a high pressure pump (injection pump) and an injector (Nozzle) from a 5 hp diesel engine that mechanically is operated by a cam. The modifications on the two stroke gasoline engine are unthrottle intake system, additional hole in the cylinder head for the injector and a camshaft system. The camshaft is connected to the crankshaft. Theperformance of the engine is tested and the result is compared with the performance of the carburetor system engine in the same testing condition. The performance of the direct injectionsystem engine is better than the carburetor system engine in 1600-1750 rpm range. The power of the engine increases in about 143%, the specific fuel consumption decreases in about 35%, the thermal efficiency increases in about 59%, the air intake increases in about 244%, the scavenging efficiency increases in about 110% and the air-fuel ratio increases in about 116%. The improvement of the performance is caused by the increase of the air-fuel ratio also causing a lean combustion and an unthrottle intake process. But in other operation condition the mechanical fuel direct injection system cannot operate with good performance because the system cannot full fill the need of a complex system control.
Pengaruh Sirkulasi di Area Wudhu Putri Terhadap Privasi Penggunanya Faiqoh Roshwah Salsabila; Budi Sudarwanto
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 11 No 2 (2024): December
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v11i2a5

Abstract

High privacy is essential in women's ablution areas. This is because women must remove or lower their headscarves slightly during ablution. There are five implementation options for achieving privacy, one of which is spatial arrangement and access. Circulation is needed as a connecting access between spaces. Good circulation requires clear signage. There are many opinions regarding the comfort of circulation in mosques that require gender-based area separation, but deviations are still found in implementation. This study aims to find out how circulation affects the privacy comfort of users in women's ablution areas. Therefore, this study uses a descriptive quantitative method using questionnaires filled out by at least 30 female respondents at each research object. The data obtained is then described and compared with existing theories. The results found that the circulation flow affects the privacy comfort of users in women's ablution areas, including signage facilities as a supporter of the existence of the circulation flow. Signage and the design of room dividers that separate between male and female areas have a significant impact on the privacy comfort of users of the women's ablution area. Clear signage will create good circulation and make user privacy more secure. Therefore, it is important for designers to pay attention to the separation of areas between men and women.
Efektivitas Desain Rumah Deret Perbaikan Lingkungan Permukiman Manggarai Berdasarkan Arsitektur Perilaku kusuma, irine nur sabrina; Budi Sudarwanto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i1.3990

Abstract

Abstract: Urbanization with unbalanced population and economic growth is the main factor of slums creation. These slums are characterized by inadequate provision of basic infrastructure and public services, and must be improved. Through the housing and infrastructure and utility improvement program, the Government expects improvements, construction of habitable houses in the form of row houses, by arranging the order of buildings and the environment. The target is the indicative location of Manggarai Jakarta, which is generally known as an area that mostly doesn’t meet the indicators of a habitable house and is located in a densely populated slum area. In order for the improvement program to run effectively, the design needs to be adjusted to the behavior and identity of its residents. This study aim of identifying attributes that affect the comfort of housing. Using a qualitative approach to the behavioral setting architectural method, this study maps the activities of residents in their homes and their environment, allowing visualization of resident behavior patterns with spatial functions, design, and environmental atmosphere. The results of this study are expected to provide recommendations for residential designs that create a more humane, healthier, more conducive and effective residential environment, and able to answer the problems of slums in Manggarai, also contribute to development of architectural science, especially the row housing designs. Keyword: Row House Housing, Spatial Planning, Behavioral Architecture, Manggarai Jakarta Settlement Abstrak: Urbanisasi dengan perkembangan jumlah penduduk dan ekonomi tak seimbang menjadi faktor utama terciptanya permukiman kumuh. Permukiman kumuh ini ditandai dengan tidak memadainya penyediaan infrastruktur dasar, juga layanan publik, dan harus dibenahi. Melalui program perbaikan rumah dan prasarana sarana dan utilitas, Pemerintah mengharapkan perbaikan, pembangunan rumah layak huni berupa rumah deret, dengan menata keteraturan bangunan dan lingkungan. Sasarannya pada lokasi indikatif Manggarai Jakarta yang secara umum area ini dikenal mayoritas tidak memenuhi indikator Rumah Layak Huni dan berada pada kawasan permukiman kumuh padat penduduk. Agar program pembenahan berjalan efektif, desain hunian perlu menyesuaikan dengan perilaku serta identitas warganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi atribut yang mempengaruhi kenyamanan hunian. Menggunakan pendekatan kualitatif metode arsitektur setting perilaku, penelitian ini memetakan aktivitas warga dalam hunian serta lingkungannya, memungkinkan visualisasi pola perilaku warga dengan fungsi ruang, desain, dan lingkungan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi desain hunian yang menciptakan lingkungan permukiman yang lebih manusiawi, menjadi lebih sehat, kondusif juga efektif, dan mampu menjawab permasalahan permukiman kumuh di Manggarai, juga dapat berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan arsitektur, terutama pengembangan desain hunian permukiman deret. Kata Kunci: Hunian Rumah Deret, Tata Ruang, Arsitektur Perilaku, Permukiman Manggarai Jakarta