Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

MEMBUMIKAN HUKUM ISLAM Yayuli, Yayuli
Suhuf Vol 27, No 2 (2015): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umat Islam kini menghadapi tantangan zaman yang sangat kompleks. Diantaranya masalah khilafah, hak asasi manusia (HAM), kesetaraan gender, hubungan Muslim dan Non Muslim, lingkungan, pengembangan sumber daya manusia, perkembangan ilmu dan teknologi, keadilan, pembangunan, kemiskinan dan kesejahteraan merupakan isu yang sangat menonjol. Respons yang kerap muncul dari umat Islam adanya tantangan tersebut adalah sikap defensive-apologetik dan tindakan yang kontra-produktif. Sebagian telah melakukan ijtihad, tetapi masih sebatas pembacaan lama yang berulang-ulang dan kurang berani melakukan ijtihad baru.
ISTILAH-ISTILAH PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ALQURAN DAN HADIS NABI MUHAMMAD SAW Yayuli, Yayuli
Suhuf Vol 29, No 1 (2017): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Alquran adalah sumber ilmu pengetahuan yang pertama dan utama. Sebagai wahyu, ia mempunyai fungsi sebagai kitab petunjuk (hudan) dan rahmat bagi seluruh alam.            Dengan demikian, Alquran mengandung nilai-nilai, sistem, dan tata cara dan pandangan hidup (the way of life). Tidak hanya masalah akidah, ibadah, dan muamalah yang diatur di dalamnya. Masalah-masalah sosial, politik, budaya, ekonomi, dan pembentukan kepribadian yang agung juga diatur, termasuk di dalamnya tentang pendidikan.            Dalam Alquran ditemukan banyak istilah yang berkaitan dengan pendidikan. Beragam istilah atau term itu, antara lain, talȋm, tarbiyah, tazkiyah, irsyâd, dan lain sebagainya.            Penelitian ini ditulis dengan metodologi bayânȋ, dengan pendekatan metode tafsir maudlu’ȋ, atau deskriptif filosofis
MEMBUMIKAN HUKUM ISLAM Yayuli, Yayuli
Suhuf Vol 27, No 2 (2015): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umat Islam kini menghadapi tantangan zaman yang sangat kompleks. Diantaranya masalah khilafah, hak asasi manusia (HAM), kesetaraan gender, hubungan Muslim dan Non Muslim, lingkungan, pengembangan sumber daya manusia, perkembangan ilmu dan teknologi, keadilan, pembangunan, kemiskinan dan kesejahteraan merupakan isu yang sangat menonjol. Respons yang kerap muncul dari umat Islam adanya tantangan tersebut adalah sikap defensive-apologetik dan tindakan yang kontra-produktif. Sebagian telah melakukan ijtihad, tetapi masih sebatas pembacaan lama yang berulang-ulang dan kurang berani melakukan ijtihad baru.
PENYALURAN ZAKAT PROFESI DI LAZISMU SURAKARTA Syahril Sidiq; Yayuli Yayuli
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 18, No 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The large number of poverty in Indonesia, makes our attention wake up to immediately help and eradicate poverty slowly. Lazismu Surakarta as the manager of zakat funds, is expected to be able to answer public concerns about the many poor people who are easily found in Surakarta. The focus of this research is the distribution of professional zakat in Lazismu Surakarta in the period 2020. The type of this research is field research and is descriptive in nature and this research approach uses qualitative research methods. The results of this study indicate that Lazismu Surakarta in the management of zakat funds is in accordance with Islamic law. The programs given to mustahik are adapted to their daily needs. For the type of assistance provided in the form of business capital and production equipment, of course it has gone through careful screening and selection. Professional zakat, which has just been enlivened by Lazismu Surakarta, has contributed to Lazismu Surakarta programs, although it is only 6% of the total other zakat funds. That's been quite good in its development in the 2019-2020 period.
STRATEGI DAN KRITERIA LAZISMU UMS MEMBERIKAN BEASISWA TERHADAP MAHASISWA KURANG MAMPU PADA MASA PANDEMI COVID 19 Riska Amanda Agustina; Yayuli Yayuli
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 19, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is entitled "Strategies and Criteria for Lazismu UMS to Provide Scholarships to Underprivileged Students During the 2020/2021 Covid-19 Pandemic. It is raised from the problem "What is the strategy used by Lazismu UMS in managing scholarship funds?" and "What are the criteria for students who deserve a scholarship from Lazismu UMS during the pandemic?". The purpose of this research is to find out what strategies are used by Lazismu UMS in managing scholarship funds and to find out what are the criteria for eligible students to get scholarships from Lazismu UMS. This type of research is descriptive-qualitative field research. The data that the authors collect is from the results of direct interviews and the Lazismu UMS website. There are several strategies for scholarship funds: 1). Do fundraising for each faculty. 2). Diversion of activity funds outside the solo area for handling ums who care about covid-19. The existence of 3 criteria, namely (Really Need, Need, Still Able) from the distribution of these criteria makes it easier to distribute scholarships.
MEMBUMIKAN HUKUM ISLAM Yayuli Yayuli
Suhuf Vol 27, No 2 (2015): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umat Islam kini menghadapi tantangan zaman yang sangat kompleks. Diantaranya masalah khilafah, hak asasi manusia (HAM), kesetaraan gender, hubungan Muslim dan Non Muslim, lingkungan, pengembangan sumber daya manusia, perkembangan ilmu dan teknologi, keadilan, pembangunan, kemiskinan dan kesejahteraan merupakan isu yang sangat menonjol. Respons yang kerap muncul dari umat Islam adanya tantangan tersebut adalah sikap defensive-apologetik dan tindakan yang kontra-produktif. Sebagian telah melakukan ijtihad, tetapi masih sebatas pembacaan lama yang berulang-ulang dan kurang berani melakukan ijtihad baru.
ISTILAH-ISTILAH PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ALQURAN DAN HADIS NABI MUHAMMAD SAW Yayuli Yayuli
Suhuf Vol 29, No 1 (2017): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Alquran adalah sumber ilmu pengetahuan yang pertama dan utama. Sebagai wahyu, ia mempunyai fungsi sebagai kitab petunjuk (hudan) dan rahmat bagi seluruh alam.            Dengan demikian, Alquran mengandung nilai-nilai, sistem, dan tata cara dan pandangan hidup (the way of life). Tidak hanya masalah akidah, ibadah, dan muamalah yang diatur di dalamnya. Masalah-masalah sosial, politik, budaya, ekonomi, dan pembentukan kepribadian yang agung juga diatur, termasuk di dalamnya tentang pendidikan.            Dalam Alquran ditemukan banyak istilah yang berkaitan dengan pendidikan. Beragam istilah atau term itu, antara lain, ta'lȋm, tarbiyah, tazkiyah, irsyâd, dan lain sebagainya.            Penelitian ini ditulis dengan metodologi bayânȋ, dengan pendekatan metode tafsir maudlu’ȋ, atau deskriptif filosofis
STUDI KOMPARATIF PEMIKIRAN YUSUF QARDHAWI DAN SAHAL MAHFUDH TENTANG ZAKAT PRODUKTIF SEBAGAI SARANA PEMBERDAYAAN EKONOMI Yayuli Yayuli; Fauzul Hanif Noor Athief; Dewi Nur Utari
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 23, No. 1, Juni 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v23i1.16798

Abstract

Poverty is still a serious problem for Muslims. The distribution of zakat on target should be used to solve economic problems, especially poverty. Zakat besides being distributed consumptively can be done in a productive way. Productive Zakat can be used for economic empowerment which is useful for alleviating poverty. This writing aims to examine the thoughts of Islamic leaders who have thoughts about productive zakat which is useful for economic empowerment including Yusuf Qardhawi and Sahal Mahfudh. This research is a library research using a qualitative approach. This study chooses data sources related to the research topic based on the thoughts of Yusuf Qardhawi and Sahal Mahfudh by comparing backgrounds, main ideas, implementers, targets, standard limits, and steps for economic empowerment. The results of this study found that firstly, Yusuf Qardhawi had an idea including dividing economic problems into five categories and developing issues related to zakat management, making a person, society and government as executors of economic empowerment, distributing zakat for mustahiq zakat and the poor, and steps economic empowerment is done by conveying theories to reach the minimum and maximum limits of meeting the needs of the community. Secondly, Sahal Mahfudh has ideas including economic problems and improving zakat management, making a person, community, and government as executors of economic empowerment, zakat distributed to the poor, and empowerment steps carried out with concrete actions and have succeeded in setting minimum and maximum limits of fulfilling needs Public. Third, the similarities and differences in the thoughts of Yusuf Qardhawi and Sahal Mahfudh in economic empowerment through productive zakat. The similarities and differences of thought between the two are in the background, main ideas, implementers, targets, standard boundaries, and steps in economic empowerment.Kemiskinan masih menjadi permasalahan yang serius bagi umat Islam. Pendistribusian zakat yang tepat sasaran seharusnya dapat digunakan untuk memecahkan masalah ekonomi terutama kemiskinan. Zakat selain didistribusikan secara konsumtif dapat dilakukan dengan cara produktif. Zakat produktif dapat digunakan untuk pemberdayaan ekonomi yang berguna untuk mengentaskan kemiskinan. Penulisan ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran tokoh Islam yang memiliki pemikiran tentang zakat produktif yang berguna untuk pemberdayaan ekonomi diantaranya adalah Yusuf Qardhawi dan Sahal Mahfudh. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini  memilih sumber data yang berkaitan dengan topik penelitian berdasarkan pemikiran Yusuf Qardhawi dan Sahal Mahfudh dengan membandingkan latar belakang, gagasan pokok, pelaksana, sasaran, batas standar, dan langkah pemberdayaan ekonomi. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa pertama, Yusuf Qardhawi memiliki gagasan diantaranya dengan membagi masalah ekonomi menjadi lima kategori dan mengembaangkan isu yang berkaitan dengan manajemen zakat, menjadikan seseorang, masyarakat dan pemerintah sebagai pelaksana pemberdayaan ekonomi, mendistirbusikan zakat untuk mustahiq zakat dan fakir miskin, dan langkah pemberdayaan ekonomi dilakukan dengan menyampaikan secara teoritis untuk mencapai batas minimal dan maksimal pemenuhan kebutuhan masyarakat. Kedua, Sahal Mahfudh memiliki gagasan diantaranya adalah problem ekonomi dan memperbaiki manajemen zakat, menjadikan seseorang, masyarakat, dan pemerintah sebagai pelaksana pemberdayaan ekonomi, zakat didistribusikan untuk fakir miskin, dan langkah pemberdayaan dilakukan dengan tindakan nyata dan telah berhasil menetapkan batas minimal dan maksimal pemenuhan kebutuhan masyarakat. Ketiga, persamaan dan perbedaan pemikiran Yusuf Qardhawi dan Sahal Mahfudh dalam pemberdayaan ekonomi melalui zakat produktif. Persamaan dan perbedaan  pemikiran keduanya terdapat pada latar belakang, gagasan pokok, pelaksana, sasaran, batas standar, dan langkah dalam pemberdayaan ekonomi. 
Sharia Financial Literacy: Research Trends and Directions for Future Inquiry Muhamad Subhi Apriantoro; Jalesta Herviana; Yayuli Yayuli; Suratno Suratno
Journal of Islamic Economic Laws Vol 6, No 2: July 2023
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jisel.v6i2.22396

Abstract

Sharia financial literacy refers to understanding the advantages and disadvantages of financial products and services, which can benefit the financial sector and society. However, research on this topic has needed to be faster to develop, with the Islamic financial literacy index lagging far behind the conventional financial inclusion index. Therefore, it is essential to conduct research that can inform future studies. This study aims to explore the direction of research on Islamic financial literacy by analyzing publications related to Islamic finance using bibliometric methods, VOSviewers, and R-studio applications. This analysis identifies core journals in international publications, researcher productivity, institutional collaboration, and keyword/author development. This finding indicates that Widyastuti, U. has the most publications, while Universiti Teknologi MARA and Universiti Malaya are the most productive universities. Indonesia and Malaysia are the nations with the most published works.
Economic values contained in the book of Al-Hikam ibn Athaillah as-Sakandari Yayuli Yayuli; Ahmad Yusuf Efendi; Muhamad Subhi Apriantoro; Al Milla Hamidah; Rozi Irfan Rosyadhi
Ethica: International Journal of Humanities and Social Science Studies Vol 2 No 1 (2024): JANUARY
Publisher : Global Research Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to learn more about the Economic Values in Ibn Athaillah As-Sakandari's Kitab Al-Hikam. In this study, the author used qualitative methods. Based on researchers' findings in the book of Al-Hikam by Ibn Athaillah As-sakandari, six points discuss economic values, namely a). Worship and Business must be Balanced; b). The extinguishing of the eyes of the heart, c). Different practices, d). Stay active about world affairs, e). infaq, f). Obedience is a gift of Allah Swt. From these six points, it can be concluded that the book can be taken as Wisdom regarding how to obtain the sustenance of Allah Almighty, where we are encouraged to pray and try to seek care because the reality has always been that the crowd is too focused on pursuing the world so that they forget the end and vice versa.