Aditya Permana
Bina Nusantara University

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementing SDG to Village Level by Integrating Social Capital Theory and Value Chain: (Case of Village Tourism Pentingsari in Yogyakarta, Indonesia) Roseno Aji Affandi; Aditya Permana; Yanyan Mochamad Yani; Tirta Nugraha Mursitama
JAS (Journal of ASEAN Studies) Vol. 7 No. 2 (2019): Journal of ASEAN Studies
Publisher : Centre for Business and Diplomatic Studies (CBDS) Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/jas.v7i2.5780

Abstract

Since the publication of the 2030 blueprint, Sustainable Development Goals (SDGs) have been promoted as a global project. Many steps have been taken; however, until now, the achievement remains limited. This is due to the low understanding of SDGs from stakeholders at the local level, such as the village. This study examines how we can develop SDG awareness and implementation in the village level. This article argues that we need to look at two essential factors namely the notion of social capital and value chain management in order to fulfill SDGs at the local level. Arguably, social capital can be mobilized by the local leaders to socialize the importance of SDGs at the village level. Second, value chain management enables local leaders to manage sustainable economic activities at the village level. Hence, these two concepts eventually enhance the implementation of SDGs at the village level. This argument will be illustrated in the case of three tourism village development areas in Yogyakarta namely, Pentingsari in Sleman, Mangunan in Bantul, and Bleberan in Gunungkidul. 
Kontribusi Aktivitas Voluntaristik Kaum Muda terhadap Sosialisasi dan Institusionalisasi Identitas Regional Asia Tenggara Melalui ASEAN Youth Voluntary Program (AYVP) 2013 – 2016 Aditya Permana
Jurnal Studi Pemuda Vol 5, No 2 (2016): Pemuda, Perlawanan, dan Inklusivitas
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7167.193 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.37968

Abstract

Identitas regional negara-negara Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN umumnya diringkas dalam terma “Unity in Diversity”, sebagai slogan demokrasi desa khas Melayu, dengan normatif pelaksanaannya berwujud the ASEAN Way, yakni sistem pembuatan-keputusan bersama berupa diplomasi berbasis proses informal, non-legalistik, berbasis konsensus, dan didorong oleh proses. Ciri ini meninggalkan banyak ruang kosong bagi interpretasi, yang salah satunya diisi oleh kegiatan voluntaristik dari kaum muda dalam menerjemahkan fluiditas definisi identitas kawasan tersebut. Penelitian kualitatif ini melihat kontribusi ASEAN Youth Voluntary Program (AYVP) sebagai organisasi kaum muda voluntaristik ASEAN yang berupaya mensosialisasikan, menginstitusionalisasi, dan mereifikasi identitas kawasan ASEAN melalui kegiatan-kegiatan mereka yang berorientasi pada dimensi sosio-kultural, salah satu dari tiga pilar Komunitas ASEAN menurut Bali Concord II 2003.
Kontribusi Aktivitas Voluntaristik Kaum Muda terhadap Sosialisasi dan Institusionalisasi Identitas Regional Asia Tenggara Melalui ASEAN Youth Voluntary Program (AYVP) 2013 – 2016 Aditya Permana
Jurnal Studi Pemuda Vol 5, No 2 (2016): Pemuda, Perlawanan, dan Inklusivitas
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/studipemudaugm.37968

Abstract

Identitas regional negara-negara Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN umumnya diringkas dalam terma “Unity in Diversity”, sebagai slogan demokrasi desa khas Melayu, dengan normatif pelaksanaannya berwujud the ASEAN Way, yakni sistem pembuatan-keputusan bersama berupa diplomasi berbasis proses informal, non-legalistik, berbasis konsensus, dan didorong oleh proses. Ciri ini meninggalkan banyak ruang kosong bagi interpretasi, yang salah satunya diisi oleh kegiatan voluntaristik dari kaum muda dalam menerjemahkan fluiditas definisi identitas kawasan tersebut. Penelitian kualitatif ini melihat kontribusi ASEAN Youth Voluntary Program (AYVP) sebagai organisasi kaum muda voluntaristik ASEAN yang berupaya mensosialisasikan, menginstitusionalisasi, dan mereifikasi identitas kawasan ASEAN melalui kegiatan-kegiatan mereka yang berorientasi pada dimensi sosio-kultural, salah satu dari tiga pilar Komunitas ASEAN menurut Bali Concord II 2003.