Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penatalaksanaan Terapi Latihan Pada Kondisi Paska Operasi Pertrokanter Femur Dekstra Dengan Pemasangan Plate And Screw Santi Dwi Kurniasari
Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Vol 19, No 1 (2010): Pena September 2010
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v19i1.151

Abstract

Fraktur  pertrokanter  femur  dextra  adalah  cidera  atau  jatuh  langsung  pada  trokanter mayor  atau  oleh  cidrera  pemuntiran  pada  trokanter  mayor  atau  oleh  cidera  tak  langsung.  Retak berada  diantara  trocanter  mayor  dan  minor,  dan  fragmen  proksimal  cenderung  bergeser  dalam varus  yang  mungkin  terdapat  kominusi  pada  kortek  postero  medial.  Tulang  yang  mengalami fraktur  biasanya  diikuti  kerusakan  jaringan  disekitarnya  seperti  ligamen  otot,  tendon,  pembuluh darah  dan  persarafan.  Untuk  itu  upaya  pengembalian  fraktur  harus  ditangani  secara  cepat,  maka perlu diberi tindakan operasi. Operasi akan menimbulkan permasalahan pada kapasitas fisik yaitu: penurunan kekuatan otot, keterbatasan  LGS (lingkup gerak sendi), adanya oedem atau  bengkak, adanya nyeri dan spasme, dan penurunan kemampuan fungsional yaitu: keterbatasan untuk miring kanan-kiri,  gangguan  ambulasi  dari  tidur  ke  duduk,  keterbatasan  melakukan  toileting  (BAK  dan BAB).Untuk  memberikan  penanganan  uang  efektif  dan  efisien,  maka  dilakukan  suatu  metode pemeriksaan  yaitu  pengukuran  keterbatasan  LGS  dengan  goniometer,  kekuatan  otot  dengan Manual  Muscle  Testing  (MMT),  pengukuran  oedem  atau  bengkak  dengan  antropometri, pengukuran  nyeri  dengan  VDS  (Verbal  Descriptive  Scale)  dan  kemampuan  fungsional  dengan skala  jette.Dalam  hal  ini  untuk  membantu  mengatasi  permasalahan  yang  ada  dengan menggunakan  modalitas  terapi  latihan  berupa  gerak  aktif  dan  gerak  pasif,  setelah  dilakukan tindakan  fisioterapi  dapat  diperoleh  hasil  dalam  perbaikan  kapasitas  fungsional  yang  cukup signifikan. Kata  kunci:  paska  operasi  fraktur  pertrocanter  femur  dekstra,  MMT,  LGS,  VDS,  antropometri, SJ.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI OARTA INSUFISIENSI NYHA II Santi Dwi Kurniasari; Irine Dwitasari Wulandasari; Dinti Mustaqimah
Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Vol 20, No 2 (2011): Pena Maret 2011
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v20i2.32

Abstract

Aortic insufficiency is a condition where the valve can not close completely so that when blood flow to part of diastole the left ventricle. Total amount of blood flow was 50 cc of the contents of sekuncup. Thus if the contents sekuncup 70 cc and 30 cc flowing again, the circulation remained normal for the ventricle must pump 100 cc of blood (70 cc to 30 cc circulation is flowing again). So the left ventricle has to work more normally resulting  in dilatation and hypertrophy.  This resulted  in shortness of  breath,  decreased activity or limited activity,  heavy dependence in performing everyday  activities,  to provide effective and efficient handling,  then conducted an examination method of examination shortness of  breath with Exertion scale,  the  noise  with auscultation.  Things that  can help to reduce the problems  mentioned  above can  be  done by the  method of Breathing Exercise, exercise therapy, early mobilization.  The  purpose of these modalities is to reduce shortness of breath, prevent the complications of bed rest is pneumonia, improving the ability of heart function and increase the tolerance ability of functional activity and restore the  function  of physiological, psychosocial,  work and get back to optimal can tolerate daily activities.