Andika Saputra
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : NALARs

SRATEGI SPASIAL KALANGAN TIONGHOA DI KAUMAN SURAKARTA Firda Nurjanah; Andika Saputra
NALARs Vol 20, No 1 (2021): NALARs Volume 20 Nomor 1 Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.20.1.29-36

Abstract

ABSTRAK. Indonesia terkenal dengan keragaman budaya yang disisi lain dapat memunculkan suatu perbedaan. Dari perbedaan tersebut, tidak jarang memunculkan sebuah konflik yang berujung pada kekerasan. Seperti halnya konflik antara Tionghoa dengan pribumi muslim yang sudah ada sejak kedatangan Belanda. Penelitian kali ini berada di Kauman, Surakarta dimana kampung ini tidak hanya dihuni oleh kaum muslim melainkan juga Tionghoa. Dengan adanya dua komunitas yang berbeda identitas dalam satu tempat serta sejarah konflik antara Tionghoa dengan muslim dimungkinkannya terjadi sebuah pergesekan dan perbedaan. Identitas yang dimaksud adalah Jawa Muslim dengan Tionghoa non-Muslim. Dari uraian tersebut, langkah pertama yang dilakukan yakni mengetahui strategi spasial kalangan Tionghoa dalam memasuki Kampung Kauman. Langkah pertama tersebut berfungsi untuk mengetahui lebih lanjut mengenai interaksi yang akan terjadi. Selain itu, penelitian ini dilakukan guna mencegah dampak terjadinya konflik sosial di kawasan Kauman kedepannya. Penelitian ini menggunakan metode induksi kualitatif dengan penekanan pada proses observasi, wawancara dan pemetaan. Hasil yang diperoleh yakni terdapat tiga strategi spasial yang dapat membentuk pola ruang. Kata kunci: Strategi Spasial, Kalangan Tionghoa, Kauman Surakarta ABSTRACT. Indonesia is famous for its cultural diversity, which, on the other hand, can make a difference. From these differences, it is not uncommon for a conflict to lead to violence. Such is the case with conflicts between Chinese and native Muslims that have existed since the Dutch's arrival. The research this time was in Kauman, Surakarta, where Muslims and Chinese inhabit this village. With the existence of two communities with different identities in one place and the history of conflict between Chinese and Muslims, it is possible to have friction and differences. The identity in question is Javanese Muslim and Chinese non-Muslim. From this description, the first step taken was to know the Chinese's spatial strategy in entering Kauman Village. This first step serves to find out more about the interactions that will occur. Also, this research was conducted to prevent future impacts of social conflict in the Kauman area. This study used a qualitative induction method with an emphasis on the process of observation, interview, and mapping. The results obtained are that three spatial strategies can form spatial patterns Keywords: Spatial Strategy, Chinese Circle, Kauman Surakarta
PEMBACAAN POLA TATA RUANG HUNIAN TRADISIONAL MELAYU BANGKA BERDASARKAN LAGU DAERAH BANGKA “YO MIAK” Nudia Aufia; Andika Saputra
NALARs Vol 20, No 2 (2021): NALARs Volume 20 Nomor 2 Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.20.2.119-130

Abstract

Berbicara tentang relevansi situasi dan kondisi kini, tak lepas dari gerak serta ruang lingkup yang menjadi medium bernama pola tata ruang. Tata ruang ini berperan menaungi masyarakat dalam berekspresi. Akan tetapi pada praktiknya, elemen ruang menjadi tidak kontekstual dikarenakan keegoisan diri guna mengejar perkembangan. Oleh karena itu, menghadapi hal ini diperlukan adanya suatu pendekatan untuk memahami korelasi antara dua problematika terkait agar mempermudah tercapainya satu titik temu. Pemilihan Lagu Daerah “Yo Miak” sebagai pendekatan memaknai falsafah kehidupan masyarakat Melayu Bangka yang memiliki implikasi terhadap pola tata ruang hunian dan perkampungan merupakan salah satu cara untuk menjawab permasalahan yang ada terkait pemaknaan budaya. Karena lirik dari lagu “Yo Miak” mengandung nilai-nilai keutamaan keseharian Melayu Bangka. Dimana bila di lakukan analisa yang lebih mendalam, filosofi tersebut menyiratkan aktivitas masyarakat Melayu dan lebih dari itu diketahui juga pola ruang. Pada intinya kedua hal ini, antara lagu daerah dan pola tata ruang (arsitektur) memiliki kesamaan sebagai output dari suatu masa utamanya kejayaan kebun lada yang kini mulai punah. Dengan harapan dapat saling menyokong satu sama lain menjawab tantangan yang sama pula yaitu masa depan.  Adapun tujuan dari penelitian kualitatif interpretatif ini ialah mengetahui unsur inti, organisasi dan faktor dari pola tata ruang hunian dan permukiman tradisional Melayu Bangka berdasarka lagu “Yo Miak”. Sehingga menciptakan kehidupan seimbang dimana masyarakat bersandingan dengan alam dan budaya yang telah saling mendewasakan.KATA KUNCI: : Pola tata ruang hunian, hunian Melayu Bangka, pola permukiman, permukiman tradisional Melayu Bangka, lagu  “Yo Miak”