This Author published in this journals
All Journal SMARTek Ruang
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Ruang

Bata Ekspos Sebagai Sebagai Alternatif Material Dinding Untuk Rancangan Bangunan Dian Rifany Kurniaty
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 2 No 2 September (2010): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v2i2 September.118

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan penduduk maka kebutuhan akan rumah atau tempat tinggal juga meningkat cukup pesat. Membangun rumah dengan bahan berbasis batu bata merupakan budaya di negara kita sejak era kolonial. Mulai dari penyusunan batu bata atau blok, plesteran dinding, hingga acian. Bahan dasar dari batu bata umumnya adalah terbuat dari tanah liat dengan atau tanpa campuran bahan-bahan lain. Untuk tampilan yang rapi biasanya susunan batu bata ini diplester, diaci, dan kemudian dicat. Akan tetapi akibat adanya arus gaya alami, sedikit merubah persepsi tentang keindahan sebuah d inding. Dinding indah bukan lagi hanya bidang super rata, dengan warna putih bersih atau cerah menyala, bahan alami yang tampangnya kasar justru dianggap memiliki nilai estetis yang tinggi, sehingga muncullah bata ekspos dan bata tempel. Studi pengkajian dilakukan pada beberapa jurnal ilmiah, literatur sebagai referensi dalam penyusunan konsep penyelesaian persoalan di atas, serta informasi-informasi pendukung dari berbagai sumber. Bahan bangunan khususnya penggunaan batu bata, karena strukturnya kuat dan harganya terjangkau, membuat bata tetap menjadi pilihan sebagai bahan utama dinding, sekalipun ada alternatif lain. Dalam proses produksi batu bata maupun bata ekspos perlu disesuaikan dengan standar dan peraturan yang berlaku.