Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Evaluasi Kompleksitas dan Aksesibilitas Produk Untuk Kemudahan Proses Pembongkaran Ida Nursanti; Desi Rahmawati; Much Djunaidi; Muchlison Anis
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 17, No. 2, Desember 2018
Publisher : Department of Industrial Engineering Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v17i2.6815

Abstract

Water pump machines are electronic products that are widely used by the community. Because of the high frequency of use, this product is quickly damaged. In order to reduce the environmental impact, the ease of the product to be repaired or recycled needs to be improved, especially the dismantling process because it is the initial process to separate components. This study aims to evaluate the ease of dismantling a water pump machine based on the ease of component to be reached and the complexity of the component and product design. Evaluation begins by identifying the initial product design and the relationships between components needed to determine the order of possible product demolition and as an attribute of calculating complexity and accessibility indexes. The calculation results show that the complexity and accessibility idex values for each component are the same in all disassembly sequences because the product design does not allow for sub-assembly. The most complex components are mechanical seal, water reservoirs and lids beside the pump body. While the components that are most difficult to access are impellers, mechanical seals and rator covers.
ANALISIS PERHITUNGAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) PADA MESIN PACKING UNTUK MENINGKATKAN NILAI AVAILABILITY MESIN Ida Nursanti; Yoko Susanto
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 13, No. 1, Juni 2014
Publisher : Department of Industrial Engineering Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v13i1.382

Abstract

PT. XYZ is a food and beverage company in Indonesia which produces many kinds of products with several different packing size since 1979. PT. XYZ always strives to improve production efficiency, especially in minimizing waste and loss that occur in every process of production. This study was conducted to calculate the Overall Equipment Effectiveness (OEE) of packaging machines at line 2 of PT. XYZ and identify the cause of the loss and waste that exist during production process. Overall Equipment Effectiveness (OEE) is a method to evaluate how effectively a manufacturing operation is utilized. The result of this research indicated that the OEE percentages of packaging machines both Weighing and SVB do not meet the company’s standards, which is 80 %. The main factor causing the declining value of OEE is machine availability and it is happened because the machine operator takes a long time to set up the machine.
PENERAPAN LEAN WAREHOUSE PADA GUDANG PRODUK JADI CV. BUMI MAKMUR, KARANG TENGAH, WONOGIRI UNTUK MEMINIMASI PEMBOROSAN Ida Nursanti; Febriana Musfiroh
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v5i2.1791

Abstract

Peningkatan kinerja harus dilakukan secara terus menerus pada semua lini proses produksi agar dapat meminimalisir pemborosan yang terjadi salah satuya yaitu dengan menerapkan lean warehouse. Penelitian ini dilakukan pada gudang milik CV. Bumi Makmur yang merupakan produsen bahan baku cincau atau janggelan di wonogiri. Tujuan dari penelitian yaitu mengetahui jenis waste apa saja yang terdapat di gudang, mengidentifikasi dan menganalisis waste yang memiliki nilai tertinggi, kemudian mengurangi pemborosan tersebut. Big Picture Mapping digunakan untuk memetakan secara visual dan menganalisis waste yang terjadi pada aliran proses produksi di gudang. Untuk mengetahui waste yang paling banyak terjadi digunakan kuesioner dan didapatkan waste dengan nilai tertinggi yaitu waste jenis over production di gudang 1 dan waste jenis defects di gudang 2 yang selanjutnya di identifikasi penyebab masalahnya menggunakan fishbone diagram. Untuk meminimalisir waste yang terjadi dilakukan perbaikan dengan melakukan penerapan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke), setelah dilakukan penerapan diperoleh hasil yang cukup baik, dari hasil inspeksi terdapat pengurangan temuan ketidaksesuaian dari kategori Red sebanyak 13 temuan menjadi White sebanyak 3 temuan. Kemudian dilakukan pengukuran ulang waktu alur proses di gudang setelah penerapan 5S didapatkan pengurangan waktu sebesar 3 jam 10 menit 35 detik. Kata kunci: Waste, Lean Warehouse, Gudang, 5S
Analisis Efektivitas Mesin Twisting di PT. X menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Hauzan Afif Kusumastoro; Ida Nursanti
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2025: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. X merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi benang bertekstur poliester atau yang disebut Polyester Textured Yarn (PTY). Di PT.X terdapat departemen twisting yang merupakan salah satu departemen produksi yang memproduksi benang dengan jenis twist. Di dalam departemen twisting terdapat mesin ITY (Intermingle Texture Yarn) yang memiliki permintaan produk yang sangat tinggi dan konsisten dibanding dengan mesin lainnya. Mesin ITY memproduksi benang ITY dengan bahan baku benang POY (Polyester Oriented Yarn) dan juga FDY (Full Drawn Yarn). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas mesin ITY, mengidentifikasi penyebab yang mempengaruhi efektivitas mesin ITY, dan membuat usulan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas mesin ITY. Data yang digunakan untuk mengetahui efektivitas mesin ITY berasal dari data operasional mesin ITY periode Januari-Desember 2024. Hasil analisis menunjukkan nilai rata-rata OEE 73%, jauh di bawah standar kelas dunia 85%. Rincian OEE menunjukkan availability rate 85%, performance rate 89%, dan quality of rate 95% yang juga masih belum memenuhi standar kelas dunia. Analisis FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) mengidentifikasi kegagalan bahan baku tidak sesuai standar sebagai mode kegagalan dengan Risk Priority Number (RPN) tertinggi yaitu 294. Sehingga perbaikan yang diusulkan dalam penelitian ini adalah membuat instruksi kerja untuk pemilihan bahan baku di tingkat operator.
Upaya Peningkatan Kualitas Keripik Belut dengan Sistem Hazard Analysis Critical Control Point dan Failure Modes and Effects Analysis Azzahra Prameswari; Ida Nursanti
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2025: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pangan di Indonesia berkembang pesat dengan kualitas dan keamanan produk sebagai prioritas utama. Pengendalian kualitas produk penting untuk meningkatkan mutu, kepercayaan konsumen dan reputasi pasar. Usaha Kecil Menengah (UKM) Mawar Bu Poniyah merupakan suatu usaha pengolahan makanan ringan yang berfokus pada produksinya belum menerapkan sistem keamanan pangan pada proses pengolahannya. Sistem keamanan pangan diperlukan untuk mencapai hasil olahan keripik belut yang berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bahaya fisik pada proses produksi keripik belut di UKM Mawar melalui pendekatan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), serta mengevaluasi risiko kegagalan pada titik kritis menggunakan pendekatan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) guna menentukan upaya peningkatan kualitas produk. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa proses penggorengan hingga penirisan minyak, dan pengemasan teridentifikasi sebagai titik kritis dengan nilai RPN tertinggi 192 akibat potensi kontaminasi benda asing, dengan mode kegagalan utama pada penggorengan hingga penirisan minyak berupa kontaminasi fisik dan ketidaksesuaian tingkat kematangan, serta pada pengemasan berupa kemasan yang tidak tertutup rapat dan potensi kontaminasi yang membutuhkan pengawasan, terutama terkait kebersihan pekerja. Berdasarkan temuan tersebut, disusun instruksi kerja sebagai upaya pengendalian titik kritis dan panduan pelaksanaan pengawasan selama proses produksi.
Evaluasi Kecukupan Kapasitas IPAL untuk Proses Produksi Kain Bermotif Batik di Desa Pungsari Naufal Roihan Kamal; Ida Nursanti
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2025: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kain motif batik di Desa Pungsari, Kabupaten Sragen, merupakan pilar ekonomi lokal namun menghadapi tantangan lingkungan serius akibat ketidakcukupan kapasitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara kuantitatif kecukupan kapasitas IPAL tersebut dan merumuskan model solusi untuk mengurangi terbuangnya air limbah secara langsung ke lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-eksplanatif dengan pengumpulan data lapangan selama 10 hari dan pemodelan sistem menggunakan simulasi diskrit dengan perangkat lunak Anylogic. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari total limbah harian sebesar 643 m3, IPAL saat ini dengan kapasitas 373 m3 hanya mampu mengolah 58% dari total limbah. Hal ini menyebabkan 42% sisa limbah, atau sekitar 270 m3 per hari, meluap ke lingkungan tanpa pengolahan maksimal dan mengonfirmasi adanya masalah kelebihan beban yang signifikan. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini merumuskan tiga model perbaikan. Solusi pertama adalah perbaikan manajerial melalui penjadwalan pembuangan limbah untuk meratakan beban puncak tanpa biaya infrastruktur. Dua solusi lainnya berbasis infrastruktur dengan penambahan IPAL baru berkapasitas 800 m$^3$/hari, yang mampu meningkatkan kapasitas total menjadi 1.173 m3/hari. Model infrastruktur tersebut diusulkan dalam dua konfigurasi yaitu sistem paralel untuk menjamin keandalan dan fleksibilitas operasional, serta sistem seri yang dirancang untuk menghasilkan kualitas air olahan yang lebih baik melalui pengolahan dua tahap.
Upaya Peningkatan Kualitas Produk Gula Merah di Desa Sengir, Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta menggunakan Metode Taguchi Anik Mariyani; Ida Nursanti
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2025: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sengir yang terletak di Kecamatan Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta, dikenal sebagai salah satu desa yang memproduksi gula merah. Lingkungan alam desa yang subur dan banyaknya pohon kelapa mendukung berkembangnya industri gula rumahan. Namun, proses produksi yang masih tergolong tradisional menyebabkan kualitas tidak konsisten terutama pada warna, aroma, maupun rasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan komposisi parameter proses produksi, yang mempengaruhi kualitas gula merah untuk mengurangi jumlah produk cacat. Penelitian ini melakukan eksperimen menggunakan metode Taguchi dan dengan objektif smaller is better. Faktor yang mempengaruhi kualitas gula merah adalah warna, aroma dan rasa. Kombinasi yang optimal untuk menghasilkan gula merah adalah dengan suhu perebusan 80℃, pengadukan setiap empat menit dan waktu proses 2,5 jam. Parameter ini diharapkan menjadi acuan guna meningkatkan kualitas secara konsisten dan dapat meningkatkan keuntungan gula merah di desa Sengir.