Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tubular Biogas digester berbahan Buis Beton: Desain Konseptual, Potensi dan Analisa Ekonomi Anatta Wahyu Budiman; Muhammad Cahyadi; Ahmad Pramono; Muchammad Yusuf Firdaus; Yazid Rizal Azinuddin; Riki Agung Prasetya; Sofian Pradipta Respati Saputra
CHEMICA: Jurnal Teknik Kimia Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.448 KB) | DOI: 10.26555/chemica.v4i2.8442

Abstract

Biogas is becoming a main potential renewable energy resource that provides an environmentally friendly energy easily accessed by people in the rural area. So far, there are three main common concepts of biogas digester as the Fixed Dome biogas digester, the floating dome digester, and the Baloon Plastic digester. With their specific characteristics, the fixed dome and the balloon plastic digester are potential to be applied in Indonesia. In this work, the modification of fixed dome biogas digester concept using cylindrical concrete (buis beton) is introduced. This novel technology promises comparable strength and leaks free characteristics of fixed dome concept, with several benefits such as easier construction and more economical. A conceptual design toward economical aspects is presented in this manuscript.
Pengaruh Waktu Pemerahan terhadap Kualitas Fisik dan Komposisi Kimia Susu Sapi di PT. UPBS Ahmad Pramono; Aziza Charismasari Indriarta; Muhammad Cahyadi
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 6 No. 2 (2023): August
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jlah.v6i2.33

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh waktu pemerahan terhadap kualitas fisik dan komposisi kimia susu sapi perah di PT. Ultra Peternakan Bandung Selatan. Penelitian ini menggunakan 30 ekor sapi perah pada grup dengan produksi susu tinggi. Susu ditampung sebanyak 100 ml untuk masing-masing sapi dan dilakukan sebanyak 3 kali sehari. Sifat fisik dan komposisi kimia susu dianalisis menggunakan Lactoscan SAP. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola searah. Apabila terdapat perbedaan yang nyata (P kecil dari 0,05) maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s multiple range test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh waktu pemerahan terhadap produksi susu, kadar protein, kadar lemak, kadar bahan kering tanpa lemak, berat jenis, dan laktosa dengan nilai P kecil dari 0,01. Produksi susu tertinggi dihasilkan pada pemerahan siang hari. Kadar protein, kadar bahan kering tanpa lemak, dan laktosa paling tinggi dihasilkan pada pemerahan pagi hari dan malam hari. Selanjutnya, berat jenis paling tinggi dihasilkan pada pemerahan pagi hari. Kesimpulan penelitian ini adalah waktu pemerahan berpengaruh terhadap kualitas fisik dan kimia susu sapi di PT. Ultra Peternakan Bandung Selatan.
Pemberdayaan Peternak Kambing Perah melalui Pelatihan Pupuk Organik di Desa Purworejo Ramadani Br Surbakti; Ahmad Pramono; Okid Parama Astirin; Aris Budi Prasetyo; Risqiana Eka Wardani; Qoulan Syakara Anwar; Nadira Adhelya Putri; Dinda Lorensa Valentina; Rania Dita Kris Sucahyo; Ahsanu Nadia Azka Nazhara; Aisyah Salsabila; Galuh Ahmad Pamungkas; Radhiva Pandhu Bhaskoro Aji
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi: Februari-April
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) dilaksanakan di Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen dengan melibatkan Kelompok Tani Ternak Taruna Mukti dan Berkah Mendho. Tujuan utama program adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengolah kotoran kambing menjadi pupuk organik bernilai tambah. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, workshop, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peternak, yang ditunjukkan dengan kenaikan nilai rata-rata pre-test sebesar 89,565 menjadi 97 pada post-test, atau terjadi peningkatan sebesar 8,3%. Peserta dengan mayoritas peternak skala kecil menunjukkan antusiasme tinggi dan aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Melalui pendampingan, peserta mampu menerapkan teknik pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk organik secara tepat. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas peternak, menekan dampak pencemaran lingkungan, serta membuka peluang usaha baru berbasis pengelolaan limbah ternak.