Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN D3 (CALCITRIOL) TERHADAP KADAR TGF β1 DAN IL-6 PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK STADIUM V Rahma Anindita; Bambang Purwanto; Sugiarto Sugiarto
Biomedika Vol 9, No 1 (2017): Biomedika Februari 2017
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v9i1.4341

Abstract

Penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada pasien PGK adalah insiden kardiovaskuler yang didasari oleh proses aterosklerosis. Penurunan kadar TGF-β1 dan IL-6 dengan kalsifikasi vaskuler yang selanjutnya berkembang menjadi plak arteriosklerotik. Vitamin D menekan pada jalur aktivasi NF-ĸB sehingga mempunyai sifat anti inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi vitamin D terhadap kadar TGF-β1 dan IL-6 pada pasien penyakit ginjal kronik stadium v yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini merupakan penelitianeksperimen dengan randomisasi, sampel 30 orang, dibagi menjadi kelompok kontrol diberikan plasebo dan perlakuan diberikan calcitriol 1x0,5 μg peroral selama 4 minggu. Analisis statistik menggunakan SPSS 22for windows. Karakteristik penelitian yang berupa variabel kualitatif, uji homogenitas dilakukan menggunakan uji Chi Square. Uji beda dua rerata menggunakan uji t dengan signifikansi p 0,05. Hasil penelitian menunjukkan pemberian calcitriol 1x0,5 μg peroral jika dibandingkan placebo secara bermakna menurunkan kadarTGF-β1 (-1672,64±4217,61vs 7539,95±6435,86; p = 0,001), dan menurunkan kadar IL-6(- 1,45±3,14vs 4,20±2,83; p = 0,001). Pemberian suplementasi vitamin D dapat menurunkan kadar TGF-β1 dan menurunkan kadar IL-6 pada pasien penyakit ginjal kronik stadium V yang menjalani hemodialisis Kata kunci: Vitamin D, TGF-β1, IL-6, Penyakit Ginjal Kronis
HENOCH-SCHONLEIN PURPURA PADA ANAK: LAPORAN KASUS Riskia Nur Hidayah; Ratna Luthfia; Rahma Anindita
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2021: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Henoch-Schonlein Purpura (HSP) adalah vaskulitis sistemik pembuluh darah kecil yang paling sering terjadi pada anak. Penyakit ini ditandai dengan manifestasi kulit spesifik berupa purpura palpable nontrombositopenia yang disertai keluhan multiorgan seperti nyeri abdomen, perdarahan saluran cerna, artritis, dan nefritis. Penyakit ini dapat terjadi pada semua usia tetapi lebih sering ditemukan pada usia 2-15 tahun dan lebih sering terjadi pada anak laki-laki. Insidensi HSP pada anak rata-rata 14 per 100.000 populasi. Patofisiologi HSP belum diketahui secara pasti namun diperkirakan diperantarai melalui respon immunoglobulin A (IgA) . Deposit IgA akan mengaktivasi komplemen jalur alternatif yang akan mengakibatkan terjadinya inflamasi pada pembuluh darah kecil di kulit, ginjal, sendi, dan abdomen sehingga terjadi purpura di kulit, nyeri perut, nefritis, dan artritis.. HSP merupakan selflimitting disease, di mana pengobatan HSP terdiri dari terapi suportif dan simtomatis. Apabila gejala yang timbul cukup berat seperti purpura multiple dan perdarahan saluran cerna, kortikosteroid dapat dijadikan pilihan terapi HSP.