Dhani Kurniawan
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KONTRIBUSI PAJAK REKLAME TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN KUDUS Kurniawan, Dhani
GEMA EKSOS Vol 7, No 1 (2011): GEMA EKSOS
Publisher : GEMA EKSOS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.606 KB)

Abstract

Pembangunan adalah suatu proses kegiatan yangdilakukan dalam rangka pengembangan atau mengadakanperubahan-perubahan ke arah keadaan yang lebih baik.Dalam membiayai pembangunan tersebut salah satu upayaPemerintah Daerah adalah menyerap dari sektor pajak.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwapotensi pajak reklame sebagai salah satu sumberPendapatan Asli Daerah sangat potensial, hal ini bisadilihat dalam daftar penerimaan pajak reklame yangsetiap tahunnya selalu mengalami kenaikkan. Pajakreklame bersifat elastis terhadap Produk DomestikRegional Bruto (PDRB), dari hasil perhitunganelastisitas pajak reklame terhadap PDRB adalah E > 1.Pajak reklame bersifat elastis terhadap jumlahpenduduk, karena menurut perhitungan elastisitasnyapajak reklame terhadap jumlah penduduk diperoleh E > 1.Pajak reklame elastis terhadap laju inflasi, karenadari hasil perhitungan diperoleh E > 1. Sedangkankontribusi pajak reklame terhadap Pendapatan AsliDaerah walaupun masih kecil yang rata-ratanya 0,97%akan tetapi cukup berarti dalam pembiayaanpenyelenggaraan pemerintah.Keywords :Pajak Reklame, Pendapatan Asli Daerah
KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN DAN PROSES KEWIRAUSAHAAN Kurniawan, Dhani
GEMA EKSOS Vol 8, No 2 (2013): GEMA EKSOS
Publisher : GEMA EKSOS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.606 KB)

Abstract

Kewirausahaan adalah padanan kata darientrepreneurship dalam bahasa Inggris. Sedangkan diIndonesia diberi nama kewirausahaan. Kata entrepreneurberasal dari bahasa Perancis yaitu entreprende yangberarti petualang, pengambil risiko, kontraktor,pengusaha (orang yang mengusahakan suatu pekerjaantertentu), dan pencipta yang menjual hasil ciptaannya.Entrepreneurship adalah suatu kemampuan untukmengelola sesuatu yang ada dalam diri Anda untukdimanfaatkan dan ditingkatkan agar lebih optimal (baik)sehingga bisa meningkatkan taraf hidup Anda dimasamendatang.Indonesia entrepreneurial skill untuk bisa menekansekecil mungkin tingkat kemiskinan yang tinggi.Mengandalkan investor asing untuk membuka lapangankerja tidaklah cukup, menghimbau kepada perusahaanuntuk tidak mem-PHK karyawan atau buruhnya juga sulitdiwujudkan. Salah satu cara atau jalan terbaiknyaadalah mengandalkan sektor pendidikan untuk mengubahpola pikir lulusannya dari berorientasi mencari kerjamenjadi mencetak lapangan kerja sendiri.Kata kunci: Konsep Dasar, Proses, Kewirausahaan
DOMESTIC RESOURCES POLICIES : DUKUNGAN KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER DALAM PEMBENTUKAN MODAL Kurniawan, Dhani
GEMA EKSOS Vol 8, No 1 (2012): GEMA EKSOS
Publisher : GEMA EKSOS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.606 KB)

Abstract

Peranan kebijakan fiskal dalam menstimulasiperekonomian menjadi perdebatan yang menghangatkembali, khususnya sejak krisis ekonomi melanda NegaranegaraAsia dan yang terkini adalah melemahnyaperekonomian Amerika Serikat. Di Negara-negara Asiayang dilanda krisis, peranan kebijakan fiskal telahmeningkat dalam mendukung pemulihan ekonomi, namunefektivitas stimulus fiskal untuk menggantikanpengeluaran swasta tetap dipertanyakan. Untuk itu perludikaji lebih lanjut peranan, prasyarat, efektivitas danpilihan jenis kebijakannya serta hubungannya dengankebijakan makro yang lain.Pada dasarnya kebijakan fiskal dimaksud untukmemberikan lebih banyak kelonggaran dana untukmendorong perekonomian. Namun kebijakan fiskalseringkali menjadi kurang efektif kalau tidak didukungoleh situasi/ kondisi yang tepat dan kebijakan lainyang konsisten, bahkan tidak mustahil kebijakan fiskaljustru dapat menghambat laju perekonomian misalnyastimulus fiskal yang semestinya akan meningkatkanaggregate demand, namun apabila tidak diimbangikebijakan moneter yang akomodatif justru dapatmenyebabkan outcomes yang kontra produktif.Keywords :kebijakan fiskal, kebijakan moneter
KEMISKINAN DI INDONESIA DAN SOLUSINYA Kurniawan, Dhani
GEMA EKSOS Vol 5, No 1 (2009): GEMA EKSOS
Publisher : GEMA EKSOS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.606 KB)

Abstract

Kemiskinan merupakan fenomena yang terjadi hampirdi seluruh negara sedang berkembang. Kemiskinan munculkarena ketidakmampuan sebagian masyarakat untukmenyelenggarakan hidupnya sampai suatu taraf yangdianggap manusiawi. Kondisi ini menyebabkan menurunnyakualitas sumber daya manusia sehingga produktivitas danpendapatan yang diperolehnya rendah. Lingkarankemiskinan terus terjadi, karena dengan penghasilanyang rendah tidak mampu mengakses darana pendidikan,kesehatan, dan nutrisi secara baik sehingga menyebabkankualitas sumberdaya manusia dari aspek intelektual danfisik rendah, berakibat produktivitas juga rendah.Pembangunan ekonomi yang dilaksanakan sejakkemerdekaan secara signifikan telah berhasil mengurangijumlah dan proporsi penduduk miskin di Indonesia. Namunterpaan krisis moneter yang berlanjut menjadi krisisekonomi menyebabkan keterpurukan ekonomi yang kembalimencuatkan jumlah dan proporsi penduduk miskin hampirsetengah dari penduduk Indonesia. Apapun penyebabnyapersoalan kemiskinan tetap menjadi masalah besar yangperlu mendapat perhatian dan tindakan konkrit melaluipelaksanaan program-program baik yang bersifatpenyelamatan, pemberdayaan maupun fasilitatif.Keywords : Kemiskinan, Sumberdaya Manusia
OTONOMI DAERAH DAN DESENTRALISASI FISKAL DI INDONESIA Kurniawan, Dhani
GEMA EKSOS Vol 7, No 2 (2012): GEMA EKSOS
Publisher : GEMA EKSOS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.606 KB)

Abstract

Dengan menurunnya penerimaan negara dari minyakdan pajak minyak pada tahun 1983 / 1984 dan berdampakpada menurunnya anggaran pendapatan dan belanja negaratahun 1984/ 1985, maka timbullah kesadaran akanmenurunnya kemampuan pemerintah pusat dalam memberikansubsidi kepada pemerintah daerah maupun dalam membiayaiproyek-proyek pemerintah didaerah. Untuk itu makapemerintah pusat bertekad utnuk memberikan kebebasankepada pemerintah daerah dalam berusaha meningkatkanpendapatan asli daerah agar melemahnya subsidi daripemerintah pusat tidak menggangu perkembangan ekonomimaupun jalannya pemerintahan didaerah. Dengan kata lainpenurunan penerimaan negara tersebut telah mendorongmeningkatnya pelaksanaan otonomi daerah yang dibarengidengan sistem desentralisasi pemerintahan dan keuangan.Demikian pula dengan berkembangnya kehidupanpolitik dan sistem pemerintahan, telah timbul gejolakpolitik diberbagai daerah yang menuntut adanya otonomidaerah bahkan bebrapa daerah menghendaki kemerdekaanpenuh untuk berdiri sebagai negara dengan pemerintahantersendiri.Dalam rangka pengembangan sistem otonomi daerahtelah muncul Undang-Undang otonomi daerah yang mencakupdua macan undang-undang yaitu Undang – Undang Nomor 22Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang disempurnakan dengan Undang – Undang Nomor 32 Tahun2004 dan Undang – Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentangPerimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerahyang disempirnakan dengan Undang – Undang Nomor 33Tahun 2004. Dengan undang-undang otonomi daerah ituberarti bahwa ideologi politik dan strukturpemerintahan negara akan lebih bersifat desentralisasidibanding dengan struktur pemerintahan sebelumnya yangbersifat sentralisasi.Keywords :Otonomi Daerah, Desentralisasi Fiskal
STRATEGI PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI Kurniawan, Dhani
GEMA EKSOS Vol 6, No 1 (2010): GEMA EKSOS
Publisher : GEMA EKSOS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.606 KB)

Abstract

Pembangunan merupakan suatu proses menujuperubahan yang diupayakan secara terus menerus untukmeningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satuindikator keberhasilan pelaksanaan pembangunan yangdapat dijadikan tolok ukur secara makro ialahpertumbuhan ekonomi dalam suatu wilayah. Semakin tinggipertumbuhan ekonomi suatu wilayah menandakan semakinbaik kegiatan ekonomi.Keywords : Pertumbuhan Ekonomi, Pembangunan Ekonomi
Demokrasi Indonesia dalam Lintasan Sejarah Yang Nyata dan Yang Seharusnya Dhani Kurniawan
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 8, No 1 (2016): Mozaik
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.375 KB) | DOI: 10.21831/moz.v8i1.10770

Abstract

ABSTRAK Demokrasi merupakan konsep pemerintahan yang bermula dari konsep yang dijalankan di polis Athena pada masa Yunani kuno. Konsep tersebut sempat terkubur lama tetapi kembali menemukan jalankan seiring berakhirnya abad pertengahan di Eropa. Demokrasi makin berkembang dan dianggap sebagai sistem yang paling baik. Ide demokrasi telah merasuk ke Indonesia sejak negeri masih menjadi negeri jajahan. Sekelompok kecil pemuda Indonesia yang menjadi saksi perkembangan demokrasi di Eropa mencuri ide demokrasi dan membawanya ke tanah air. Demokrasi kemudian terus mengalami pergumulan dengan cita-cita kemerdekaan. Setelah Indonesia merdeka pergumulan tersebut terus berlanjut. Demokrasi mencari bentuknya melalui jalan yang tidak mudah. Negeri ini mengalami percobaan-percobaan pelaksanaan demokrasi. Sistem demokrasi parlementer yang pada mulanya dianut akhirnya harus jatuh karena fragmentasi politik yang keras. Indonesia lalu menganut demokrasi terpimpin. Suatu konsep yang konon merupakan konsep asli Indonesia tetapi mendapat kritik keras dari banyak pihak dan salah satunya adalah mantan wakil presiden Mohammad Hatta. Demokrasi terpimpin ternyata ambruk bersama dengan tersingkirnya Sukarno. Lahirlah orde baru yang kemudian menganut demokrasi Pancasila. Pada prakteknya demokrasi Pancasila bahkan lebih sentralistik daripada demokrasi terpimpinnya Sukarno. Orde baru jatuh dan demokrasi terus berubah. Demokrasi politik secara prosedural berkembang pesat. Namun nyatanya demokrasi belum membawa hasil yang diharapkan. Masih banyak bolong di sana-sini. Dewasa ini pun diskusi tentang demokrasi masih terus berlanjut. Banyak jalan ditempuh banyak teori terus diimpor. Namun sayang tak banyak yang mengingat kritik dan konsepsi Hatta sebagai jalan untuk kembali menggali demokrasi Pancasila.