Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keanekaragaman Dan Kelimpahan Serangga Pengunjung Bunga Jambu Air Deli Hijau (Syzygium samarangense) Di Desa Kwala Begumit Stabat Fathimah Nurfithri Hashifah; Lazuardi Lazuardi
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v2i2.4216

Abstract

Jambu air deli hijau memiliki nilai ekonomi yang tinggi dari jambu lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan keanekaragaman dan kelimpahan serangga pengunjung pada bunga jambu air deli hijau (Syzygium samarangense) dengan menggunakan alat yellow sticky trap yang dijelaskan dalam skripsi ini. Bunga jambu dari family Myrtaceae memerlukan bantuan serangga dalam proses penyerbukan. Faktor yang mempengaruhi kunjungan serangga pada bunga yaitu kandungan nektar, konsentrasi gula, dan kelimpahan bunga serta memiliki bau harum. Sampel penelitian yang diambil menggunakan metode yellow sticky trap kemudian dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman dan indeks dominansi. Selama pengambilan sampel dilakukan didapat 235 jenis serangga yang mengunjungi bunga jambu air deli hijau terdiri dari 21 famili dan 8 ordo serangga.  Dengan indeks keanekaragaman diwaktu pagi 2,774, siang 2,774 dan sore 2,379 sesuai dengan kriteria Shanon-Wiener indeks keanekaragaman ini dikategorikan sedang dan indeks dominansi serangga diwaktu pagi 0,074, siang 0,073 dan sore 0,131 dikategorikan sebagai indeks dominansi yang rendah. Serangga yang mendominasi berkunjung adalah ordo Diptera yaitu pada pagi dan siang hari dari family Tephritidae dan sore hari dari family Tabanidae. Parameter lain yang dilihat ada faktor fisika lingkungan yaitu temperatur suhu yang memiliki suhu tinggi 32°C pada siang hari, kelembaban udara tertinggi 79% pada pagi hari dengan kondisi cuaca mendung dan intensitas cahaya tertinggi 835 x 100 Lux pada siang hari dengan kondisi cuaca terik. Kata kunci : Keanekaragaman, Kelimpahan, Serangga Pengunjung, Bunga Jambu Air Deli Hijau
Efektivitas Biopestisida BIO-P60 Berbasis Bakteri Pseudomonas fluorescens P60 Sebagai Agen Pengendali Larva Nyamuk Aedes aegyti Susanti Susanti; Dwiana Muflihah Yulianti; Ayang Zoelias Somiyati; Fathimah Nurfithri Hashifah; Trisnowati Budi Ambarningrum
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 2 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.2.17157

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor penyebab penyakit menular, salah satunya demam berdarah dengue (DBD) yang menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Pengendalian vektor ini dapat dilakukan dengan memutus siklus hidupnya pada tahap larva menggunakan biopestisida. Salah satu biopestisida yang digunakan adalah BIO-P60 berbasis bakteri Pseudomonas fluorescens P60. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biopestisida BIO-P60 terhadap mortalitas larva Ae. aegypti serta konsentrasi yang paling efektif. Penelitian dilakukan di Laboratorium Entomologi dan Parasitologi serta Laboratorium Mikrobiologi menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan 7 perlakuan, terdiri dari kontrol negatif, kontrol positif (abate), serta BIO-P60 dengan konsentrasi tertentu. Variabel bebas adalah konsentrasi BIO-P60, sedangkan variabel terikat adalah mortalitas larva Ae. aegypti. Parameter utama yang diamati adalah mortalitas larva instar III, serta lama hidup larva dan jumlah bakteri sebagai parameter pendukung. Analisis data menggunakan ANOVA dan DMRT (α = 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol positif (abate 10%) paling efektif dengan mortalitas 100%. Biopestisida BIO-P60 pada konsentrasi 90% hanya menghasilkan mortalitas 60% dan tidak berbeda signifikan dengan konsentrasi 70% dan 80%. Jumlah koloni bakteri (1,38 x 10⁵ CFU/mL) masih di bawah kerapatan optimal. Biopestisida BIO-P60 juga tidak signifikan dalam memperlambat perkembangan larva. Oleh karena itu, biopestisida BIO-P60 belum efektif sebagai pengendali larva Ae. aegypti. Kata kunci: Aedes aegypti, BIO-P60, biopestisida, larva, mortalitas