Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH UMUR PEMAKAIAN ZEOLIT ALAM DAN ARANG DALAM PENYARINGAN AIR SUMUR SISTEM ADSORPSI TERHADAP KUALITAS BAKTERIOLOGIS AIR Dwiana Muflihah Yulianti; Tien Aminatun; Yuliati Yulianti
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Prodi Biologi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v5i2.4648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemakaian zeolit alam dan arang dalam pengolahan air sumur sistem adsorpsi terhadap kualitas bakteriologis air ditinjau dari indeks MPN coliform dan colifekal. Selain itu juga, untuk mengetahui lama batas umur pemakaian maksimal zeolit alam dan arang dalam pengolahan air sumur sistem adsorpsi terhadap kualitas bakteriologis air. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan pada bulan Juni, Juli dan Agustus 2015 dengan pengecekan setiap bulan sekali dengan 3 kali ulangan. Sampel yang digunakan adalah air sumur sebelum dilewatkan dan sesudah dilewatkan pada alat penyaringan air sumur sistem adsorpsi menggunakan zeolit alam dan arang. Selanjutnya sampel air sumur tersebut dihitung nilai MPN coliform total dan colifekalnya dan dianalisis menggunakan metode deskriptif dan dikomparasikan dengan standar baku mutu air pada PERMENKES no. 416/ MENKES/ PER/ IX/ 1990. Selain itu, dilakukan penghitungan persentase efektivitas alat dalam menyaring bakteri untuk mengetahui batas pemakaian alat penyaringan air sistem adsorpsi. Hasil penelitian ini didapatkan data, nilai MPN coliform yang telah dilewatkan pada alat penyaring air sumur yaitu 34 dan 35 MPN/100 ml, sudah memenuhi kriteria baku mutu air yang ditetapkan yaitu berada ≤ 50/100 ml kecuali nilai MPN coliform air sumur pada bulan ke-0. Persentase efektivitas tertinggi alat penyaring sebesar 87,86% untuk penyaringan bakteri coliform total dan 85,20% untuk penyaringan bakteri colifekal. Persentase efektivitas alat menunjukkan kecenderungan penurunan setelah satu bulan pemakaian, sehingga batas umur pemakaian  zeolit alam dan arang maksimal dalam alat penyaring air sumur sistem adsorpsi adalah satu bulan.Kata kunci: zeolit alam, arang, adsorpsi, bakteriologis air
Mortalitas Kecoak Jerman Blattella germanica L. (Dictyoptera: Blattellidae) yang terdedah Biopestisida BIO-P60 berbasis Bakteri Pseudomonas fluorescens P60 Wahyu Puji Lestari; Dwiana Muflihah Yulianti; Trisnowati Budi Ambarningrum
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 4 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.4.16382

Abstract

Kecoak merupakan salah satu vektor yang berada di lingkungan permukiman yang dapat menyebarkan berbagai mikroorganisme penyebab penyakit. Salah satunya yaitu kecoak Jerman (Blattella germanica). Kecoak Jerman perlu dikendalikan dengan metode yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mortalitas kecoak Jerman yang terdedah biopestisida BIO-P60. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari umpan yang mengandung biopestisida BIO-P60 dengan konsentrasi 60, 65, 70, 75, 80, 85, dan 90% serta kontrol positif menggunakan fipronil 0,05% dan kontrol negatif hanya menggunakan umpan tanpa insektisida. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Pengamatan mortalitas dilakukan selama enam hari. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nyata antara perlakuan BIO-P60 pada konsentrasi 75-90% dengan kontrol negatif (p≤0.05). BIO-P60 konsentrasi 75-90% dapat menyebabkan mortalitas ≥50% dalam waktu enam hari, sedangkan kontrol fipronil dapat mencapai mortalitas 100% dalam waktu 16 jam. Kata kunci : biopestisida, BIO-P60, kecoak Jerman, mortalitas, Pseudomonas fluorescens P60.
Efektivitas Biopestisida BIO-P60 Berbasis Bakteri Pseudomonas fluorescens P60 Sebagai Agen Pengendali Larva Nyamuk Aedes aegyti Susanti Susanti; Dwiana Muflihah Yulianti; Ayang Zoelias Somiyati; Fathimah Nurfithri Hashifah; Trisnowati Budi Ambarningrum
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 2 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.2.17157

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor penyebab penyakit menular, salah satunya demam berdarah dengue (DBD) yang menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Pengendalian vektor ini dapat dilakukan dengan memutus siklus hidupnya pada tahap larva menggunakan biopestisida. Salah satu biopestisida yang digunakan adalah BIO-P60 berbasis bakteri Pseudomonas fluorescens P60. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biopestisida BIO-P60 terhadap mortalitas larva Ae. aegypti serta konsentrasi yang paling efektif. Penelitian dilakukan di Laboratorium Entomologi dan Parasitologi serta Laboratorium Mikrobiologi menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan 7 perlakuan, terdiri dari kontrol negatif, kontrol positif (abate), serta BIO-P60 dengan konsentrasi tertentu. Variabel bebas adalah konsentrasi BIO-P60, sedangkan variabel terikat adalah mortalitas larva Ae. aegypti. Parameter utama yang diamati adalah mortalitas larva instar III, serta lama hidup larva dan jumlah bakteri sebagai parameter pendukung. Analisis data menggunakan ANOVA dan DMRT (α = 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol positif (abate 10%) paling efektif dengan mortalitas 100%. Biopestisida BIO-P60 pada konsentrasi 90% hanya menghasilkan mortalitas 60% dan tidak berbeda signifikan dengan konsentrasi 70% dan 80%. Jumlah koloni bakteri (1,38 x 10⁵ CFU/mL) masih di bawah kerapatan optimal. Biopestisida BIO-P60 juga tidak signifikan dalam memperlambat perkembangan larva. Oleh karena itu, biopestisida BIO-P60 belum efektif sebagai pengendali larva Ae. aegypti. Kata kunci: Aedes aegypti, BIO-P60, biopestisida, larva, mortalitas