Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI PERASAN JERUK NIPIS PADA PERTUMBUHAN Staphylococus aureus Nunung Sulistyani; Tiya Kumalasari; Barinta Widaryanti
Jurnal Medika Vol 7 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/jmed.v7i1.280

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang ditemukan pada kulit, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan. Infeksi Staphylococcus aureus dapat diobati dengan pemberian antibiotik. Namun, penggunaan antibiotik dapat menyebabkan hipersensitivitas. Upaya untuk menghindari hipersensitivitas antibiotik yaitu dengan cara pemanfaatan tanaman sebagai alternatif antibiotik. Tanaman yang digunakan untuk pengobatan salah satunya adalah jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh berbagai konsentrasi perasan jeruk nipis pada pertumbuhan Staphylococcus aureus. Parameter pertumbuhan Staphylococcus aureus ditetapkan dengan menghitung jumlah koloni menggunakan metode hitung cawan (plate count) setelah pemberian perasan jeruk nipis pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan berbagai konsentrasi perasan jeruk nipis berpengaruh pada jumlah koloni Staphylococcus aureus. Perasan jeruk nipis konsentrasi 75% efektif dalam menurunkan jumlah koloni Staphylococcus aureus.
IDENTIFIKASI Escherichia coli PADA AIR MINUM ISI ULANG Nunung Sulistyani; Vera Millania
Jurnal Penelitian Saintek Vol 27, No 2 (2022)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v2i27.52224

Abstract

Air memiliki peran penting bagi setiap makhluk hidup untuk memenuhi kebutuhan esensial. Asupan cairan dalam hal ini air minum menjadi sangat penting bagi tubuh manusia, maka perlu diperhatikan kualitas air minum sesuai standar yang telah ditetapkan. Saat ini, banyak penyelenggara air minum isi ulang mendapatkan ijin operasi untuk memproduksi air minum bagi masyarakat. Untuk menjaga kualitas air minum yang dikonsumsi masyarakat, dilakukan pengawasan secara berkala baik secara internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya bakteri Escherichia coli pada salah satu merek air minum isi ulang yang berada di Yogyakarta yang bernama Khaira. Uji mikrobiologis dilakukan dalam penelitian ini. Data diperoleh melalui pemeriksaan air isi ulang menggunakan metode Most Probable Number (MPN). Hasil uji MPN menunjukkan tidak terdeteksi Escherichia coli pada semua sampel air. Kualitas air minum isi ulang yang diproduksi “Khaira” Yogyakarta berdasarkan uji identifikasi Escherichia coli memenuhi persyaratan batas cemaran mikroba.The identification of escherichia coli contains in ”Khaira” Yogyakarta refill waterWater has an important role for every living thing to meet essential needs. Fluid intake, in this case drinking water, is very important for the human body, so it is necessary to pay attention to the quality of drinking water according to established standards. Currently, many refill drinking water providers have obtained operating licenses to produce drinking water for the community. To maintain the quality of drinking water consumed by the community, periodic monitoring is carried out both internally and externally. This study was aimed to identify the Escherichia coli contains in one of the refill waters in Yogyakarta namely, Khaira. The microbiological test was used in this study. This research was conducted by identifying Escherichia coli in refill drinking water. The data was obtained by checking the refill water using the Most Probable Number (MPN) method. The MPN test results showed no Escherichia coli was detected in all water samples. The quality of refill drinking water produced by “Khaira” Yogyakarta based on the Escherichia coli identification test meets the requirements for microbial contamination limits.  
Efek Sitotoksik Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) Pada Sel Kanker Payudara T47D Barinta Widaryanti; Nur Khikmah; Nunung Sulistyani
Jurnal Biologi Papua Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.05 KB) | DOI: 10.31957/jbp.54

Abstract

Cancer is the second cause of death in the world after heart disease. Cancer therapy using natural product was considered has no side effect. Secondary metabolites from ketapang (Terminalia cattapa L) leaves has a prospect for cancer therapy. The objective of this research was to determine the cytotoxical effect of ketapang leaves on T47D breast cancer cells. Ketapang leaves were macerated using chloroform, ethyl acetate and methanol. Cytotoxicity effect were determined using MTT Cell Viability Assay. The result showed that chloroform, ethyl acetate and methanol extract were not able to reduce cell viability of T47D cells. Key words: cancer, ketapang, T. cattapa, cytotoxic, T47D cells.
IDENTIFIKASI SOIL TRANSMITTED HELMINTS PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DI SURYODININGRATAN KOTA YOGYAKARTA Nunung Sulistyani; Anggun Permata Sari Simbolon; Barinta Widaryanti
Jurnal Medika Vol 8 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/jmed.v8i1.375

Abstract

Infeksi cacing tular tanah atau soil transmitted helmints (STH) di Indonesia masih banyak ditemukan pada semua kelompok usia, termasuk anak-anak usia pra sekolah dasar. Infeksi STH pada anak usia pra sekolah banyak dikaitkan dengan faktor kebersihan pribadi dan lingkungan. Dampak infeksi STH dapat menimbulkan permasalahan gizi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi STH pada anak-anak usia pra sekolah di Suryodiningratan Kota Yogyakarta. STH diidentifikasi melalui pemeriksaan mikroskopis feses metode langsung (direct wet mounting) dengan eosin 2%. Penetapan STH berdasarkan pengamatan morofologi stadium telur yang ditemukan pada spesimen feses responden. Hasil pemeriksaan mikroskopis menunjukkan tidak ditemukan stadium telur pda semua spesimen feses. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak teridenifikasi STH pada spesimen feses anak usia pra sekolah di Suryodiningratan kota Yogyakarta.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL DAUN MIANA MERAH PADA PERTUMBUHAN PSEUDOMONAS AERUGINOSA Fadhil Abdul Salim; Sulistyani, Nunung
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 9 No 2 (2024): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v9i2.5377

Abstract

Daun miana merah secara empiris oleh masyarakat Indonesia, khususnya wilayah Papua, kota Jayapura, Kampung Yoka Sentani Timur digunakan sebagai obat tradisional yang merupakan alternatif pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun miana merah pada pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa. Uji aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun miana merah pada pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa dilakukan dengan metode difusi kertas cakram. Aktivitas antibakteri ditetapkan dengan terbentuknya zona jernih di sekitar kertas cakram. Kekuatan zona jernih diukur diameternya menggunakan mistar satuan milimeter. Hasil penelitian menunjukkan terdapat zona jernih di sekitar kertas cakram pada berbagai konsentrasi ekstrak metanol daun miana merah. Rerata diameter zona radikal pada konsentrasi 90% sebesar 13 mm mendekati rerata diameter zona radikal kloramfenikol yaitu 13,2 mm. Kesimpulan yaitu ekstrak metanol daun miana merah memiliki aktivitas antibakteri pada pada pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa.
Kontaminan Telur Soil Transmitted Helminths (STH) Pada Kuku Siswa TK Sari Mekar Banguntapan Yogyakarta Moh Adit Fatwa; Nunung Sulistyani
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v5i2.94

Abstract

Soil Transmitted Helminths (STH) are a group of nematodes that cause inflammation in humans known as helminthiasis that occurs through oral infective egg stages and/or penetration of infective larval stages. Empirically, helminthiasis are a disease that is underestimated by the community, but without treatment and prevention it can have a negative impact on children's health, namely the risk of poor academic achievement. This study aims to identify STH egg contaminants in the fingernails of students at Sari Mekar Kindergarten Banguntapan Bantul Yogyakarta. This study is a descriptive study by examining student nail clippings using the sedimentation method. STH egg contamination is determined by finding STH eggs in student nail clippings. The data obtained were analyzed descriptively by calculating the number of positive nail clipping samples contaminated with STH eggs. Data are presented in the form of tables and narratives. The results showed that 0% STH egg contamination in the nail clippings of students at Sari Mekar Kindergarten Banguntapan Bantul Yogyakarta. The conclusion of this study is that no STH egg contaminants were identified in the fingernail of students at Sari Mekar Banguntapan Bantul Yogyakarta.
Identifikasi Enterobius vermicularis Pada Spesimen Anal Swab Nunung Sulistyani
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v6i1.164

Abstract

Pinworms (Enterobius vermiculari) are intestinal parasitic nematodes in humans. Pinworm infections can affect various age groups, including children. The impacts of Enterobius vermicularis infection in children include malnutrition, low body weight, stunting, and anemia. This study aimed to identify Enterobius vermicularis in anal swab specimens from students in class B1 of Kindergarten KB-TK BAIK Krapyak Panggungharjo Sewon Bantul Yogyakarta. Anal swab specimens were obtained using Scotch tape or cellophane tape. Microscopic examination of the anal swab preparations was performed at 40x objective magnification. Detection of Enterobius vermicularis was indicated by the presence of eggs. Data were analyzed descriptively and presented in narrative form, figures, and tables. The results showed that none of the 10 students who participated in the study had Enterobius vermicularis infection. The conclusion of the study was that Enterobius vermicularis was not identified in the anal swab specimens of students in class B1 of Kindergarten KB-TK BAIK Krapyak Panggungharjo Sewon Bantul Yogyakarta.