Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Demam Berdarah Warga Desa Potronayan, Nogosari, Boyolali Hidayah Karuniawati; Maryati Maryati; Gunawan Setiyadi; Suprapto Suprapto; Andika Permana; Septi Fatmawati; Ashari Wahyu Budi Aji; Hevi Mifta Kumalasari; Yunika Isnanda Pratiwi; Sakinatul Hayati
Abdi Geomedisains Vol. 1, No. 1, July 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.488 KB) | DOI: 10.23917/abdigeomedisains.v1i1.96

Abstract

Secara Nasional, kasus Demam Berdarah Dengue terus meningkat dikalangan masyarakat. Kasus terbanyak ada di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Kupang. Pengetahuan masyarakat mengenai demam berdarah terutama cara pencegahan dan pengobatan belum sepenuhnya mengerti sehingga diperlukan pengabdian untuk membantu masyarakat dalam mencegah dan memberantas kasus demam berdarah dengan memberikan sosialisasi penyuluhan. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan adalah dengan memberikan materi kesehatan berupa upaya pencegahan, menjaga kebersihan lingkungan dan penanganan pertama yang dilakukan jika terkena Demam berdarah. Kegiatan pengabdian masyarakat diikuti 43 peserta. Sebelum dan sesudah pemberian materi tentang demam berdarah, peserta diberi soal sebagai pretest dan post-test. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya pengaruh peningkatan pengetahuan yang signifikan sebelum dan setelah penyuluhan dengan nilai P 0,005.
Optimasi Co-processed Disintegrant Sodium Starch Glycolate dan Pati Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) sebagai Bahan Penghancur Fast-Disintegrating Tablet Ondansetron Hydrochloride Rina Suciati; Gunawan Setiyadi
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Edisi Khusus: RAKERDA, SEMINAR, PD IAI JATENG 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v0i0.15813

Abstract

Ondansetron HCl is a drug that can block serotonin sites that cause nausea and vomiting. Ondansetron administered in fast disintegrating tablet preparations is expected to make it easier for patients to swallow it since it dissolves quickly with the help of saliva. Red bean starch has a moisture content of 9.14% and amylose content of 44.83±1.56% which is useful as a tablet crusher. Sodium starch glycolate (SSG) is a good disintegrant because it has a swelling ability of 300% in water. In this research, co-processed method is used which can reduce the water content and shorten the tablet crushing time effectively. The purpose of this study was to determine the effect of the different ratios of SSG with red bean starch in co-processed disintegrant on the physical properties of Ondansetron FDT, especially disintegration time, friability and dissolution of tablets and to determine the effect of using co-processed disintegrant SSG-red bean starch in the ondansetron FDT formula with formulas that use non-co-processed disintegrants. The optimization method used in this study was the simplex lattice design with components optimized being SSG and red bean starch in a ratio of 0.5:0.5 (FI), 0.75: 0.25 (FII), 0:1 (FIII), 0.25:0.75 (FIV), and 1:0 (FV). The responses used in the optimization were the physical properties of tablets in the form of friability, disintegration time and tablet dissolution. The optimum formula obtained from the experiment was a formula with a ratio of SSG and red bean starch 0.208:0.792. The predicted response of the optimum formula and the response of the verification formula were 0.61% and (0.66 ± 0.08) % friability, respectively, 37.98 seconds of disintegration and (39.90 ± 0.72) seconds and 97 dissolution 88% and (97.45 ± 0.66) %. The response of the verification formula was within the confidence interval of the prediction response, which indicates that the optimization produces a good prediction. The response of the optimum formula was then compared with the response of the same formula but containing a combination of non-co-processed SSG and red bean starch using a t test with a 95% confidence level. The results of the analysis showed that the P-value for friability was 0.1270.05 and dissolution was 0.0590.05, with no significant difference between the two. Meanwhile, the P-value for disintegration time was 0.006 0.05, which means that there was a significant difference between the co-processed and non-co-processed optimum formulas.Keywords: red bean starch, sodium starch glycolate, simplex lattice design, Ondansetron HCl and fast disintegrating tablet.
Optimasi Masker Gel Peel-Off Ekstrak Etanolik Daun Sirih (Piper Betle L.) dengan Kombinasi Carbomer dan Polivinil Alkohol Gunawan Setiyadi; Annisa Qonitah
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v17i2.11976

Abstract

Betel leaf (Piper betle L.) is a plant that has potential as a source of natural antioxidants. The purpose of this study was to determine the effect of the combination of carbomer and PVA on the homogeneity, dispersibility, adhesion, viscosity, dry time, elasticity and pH of the gel peel-off mask preparation; obtain the optimum formula and determine the antioxidant activity of the optimum formula. Extraction of betel leaf was carried out using the maceration method with 96% ethanol as a solvent. The experimental design was made using Design Expert software version 11 with the Simplex Lattice Design (SLD) method with the optimized components being carbomer and PVA. The response of physical properties in the form of spreadability, adhesion, pH, viscosity, dry time, and elasticity of each formula is measured and the measurement data is processed with Design Expert software to determine the optimum formula based on predetermined criteria. The verification dosage form is made based on the optimum formula composition produced. The response of the optimum physical properties of the prediction formula was compared with the results of the verification preparation with the One sample t-test. The yield of thick betel leaf extract in this study was 20.26%. The optimum formula has homogeneous characteristics with a distinctive odor of dark green betel leaf and semi-solid form, spreadability 49.25 ± 0.29 cm2, adhesion 4.77 ± 0.22 seconds, pH 7.26 ± 0.119, viscosity 763 ± 12.47 dPas, drying time 29.68 ± 0.52 minutes, elasticity 1.05 ± 0.04%. The antioxidant activity of betel leaf ethanolic extract has an IC50 value of 7.62 µg / mL and the optimum formula has an IC50 value of 111.25 µg / mL.
OPTIMASI GLISEROL SEBAGAI HUMECTANT DAN HPMC SEBAGAI GELLING AGENT DALAM FORMULA GEL ANTIOKSIDAN EKSTRAK WORTEL (Daucus carota L.) Febby Arini Fadella Widhiardani; Gunawan Setiyadi
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i3.86

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang aktivitas antioksidan pada ekstrak umbi wortel (Daucus carota L.). Gel ekstrak wortel berpotensi sebagai antioksidan yang dapat mencegah kerusakan kulit akibat paparan radikal bebas berlebih. Formula gel yang diharapkan dapat diperoleh melalui proses optimasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai konsentrasi optimum dari HPMC sebagai gelling agent dan gliserol sebagai humektan berdasarkan sifat fisik berupa viskositas, daya sebar, daya lekat dan nilai pH serta aktivitas antioksidannya, menggunakan desain percobaan D-optimal. Percobaan menunjukkan bahwa formula optimum gel dengan HPMC 2,3% dan gliserol 7,7%. Hasil respon dari percobaan uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji pH dengan rerata standar deviasi berurutan yaitu 4860±815,495 cPs; 5,59±0,19917 cm; 22,06±8,07062 detik; 5,129±0,02627. Nilai IC50 dari gel formula optimum adalah 100,594 μg/mL membuktikan bahwa adanya aktivitas antioksidan pada gel ekstrak tersebut.
OPTIMASI HPMC SEBAGAI GELLING AGENT DAN GLISERIN SEBAGAI HUMEKTAN PADA SEDIAAN MASKER GEL EKSTRAK LABU SIAM (Sechium edule (Jacq.) Swartz) Yumna Anis Dhiafanti; Gunawan Setiyadi
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i1.93

Abstract

Labu siam (Sechium edule (Jacq.) Swartz) merupakan tanaman yang mengandung senyawa antioksidan seperti asam galat, asam kafeat, isokuresetin, asam fenolik, tannin, vitamin C dan karotenoid. Ekstrak labu siam diformulasikan menjadi sediaan masker wajah berupa gel dengan tujuan agar lebih mudah dan praktis dalam penggunaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan konsentrasi optimum HPMC sebagai gelling agent dan gliserin sebagai humektan agar dapat memenuhi sifat fisik sediaan masker gel ekstrak labu siam dengan parameter viskositas, daya sebar, daya lekat, dan pH serta menilai aktivitas antioksidan sediaan masker gel ekstrak labu siam. Penelitian ini dilakukan dengan membuat 7 rancangan formula menggunakan variasi HPMC dan gliserin berturut-turut yaitu 3%:12%, 5%:10%, 4%:11%, 3,67%:11,33%, 2,33%:12,67%, 2%:13%, 1%:14%. Optimasi dilakukan menggunakan metode d-optimal design dengan software Design Expert versi 13. Optimasi formula dilakukan dengan terlebih dahulu menentukan persamaan model dari masing-masing respon, kemudian kriteria masing-masing respon ditentukan sebagai batas nilai-nilai respon yang diinginkan. Proses optimasi tersebut menghasilkan konsentrasi optimum HPMC dan gliserin sehingga menghasilkan sediaan masker gel yang paling banyak memenuhi kriteria respon dan prediksi responnya. Formula optimum yang didapatkan diverifikasi dengan membandingkan respon prediksi dari proses optimasi dengan respon verifikasi yang diukur dari formula optimum sediaan masker gel. Formula optimum yang didapatkan tersusun atas HPMC 2,43% dan gliserin 12,57% dengan nilai desirability 0,333, sementara rata-rata semua respon verifikasi berada dalam rentang prediction interval (PI 95%) yang terdapat pada software Design Expert versi 13 sehingga nilai respon prediksi dan verifikasi menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada respon viskositas, daya sebar, daya lekat, dan pH. Hasil uji antioksidan sediaan masker gel ekstrak labu siam tidak mendapatkan hasil yang valid.
OPTIMASI Na-CMC SEBAGAI GELLING AGENT DAN PROPILEN GLIKOL SEBAGAI HUMEKTAN PADA SEDIAAN GEL EKSTRAK DAUN JOHAR (Cassia siamea Lam.) Vatcha Fitricia Putri; Gunawan Setiyadi
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i2.149

Abstract

Ekstrak daun johar (Cassia siamea Lam.) sebelumnya telah diteliti mempunyai kemampuan antioksidan yang baik. Ekstrak ini dapat berpotensi untuk dijadikan sebagai komponen bahan aktif dalam pengembangan sediaan topikal seperti gel. Untuk mendapatkan sediaan gel yang sesuai harapan dapat dilakukan dengan optimasi. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengatahui nilai konsentrasi optimal bahan Na-CMC sebagai gelling agent dan propilen glikol sebagai humektan berdasarkan sifat fisik seperti viskositas, daya sebar, daya lekat, pH dan sifat sineresis dari sediaan gel ekstrak daun johar (Cassia siamea Lam.) dan aktivitas antioksidannya. Metode yang digunakan pada optimasi ini yaitu dengan D-optimal design pada level tinggi dan level rendah. Formula optimum dibuat dari pencampuran bahan Na-CMC, propilen glikol, ekstrak daun johar, metil paraben, BHT dan aquadest. Respon yang diukur yaitu viskositas, daya sebar daya lekat, pH  serta aktivitas antioksidan pada formula optimal. Percobaan menunjukkan hasil formula optimum gel dengan Na-CMC 3% dan propilen glikol 15%. Hasil respon dari percobaan uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji pH dengan rata-rata standar deviasi berturut-turut yaitu 31,92±836,109 cps; 4,25±0,177 cm; 5±10,66 detik; dan 4,64±0,037. Nilai IC50 pada hasil gel ekstrak daun johar yang optimal yaitu 58,98 g/ml, pada formula gel ekstrak daun johar yang optimal terdapat adanya aktivitas antioksidan.  
OPTIMASI FORMULA TABLET KEMPA LANGSUNG DISINTEGRASI-CEPAT NATRIUM DICLOFENAK DENGAN VARIASI PROPORSI AVICEL 102, SODIUM STARCH GLYCOLATE, DAN MANITOL Safitri Indah Kartika Sari; Gunawan Setiyadi
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i2.312

Abstract

Telah dilakukan optimasi untuk mendapatkan formula tablet disintegrasi-cepat (fast-disintegrating tablet, FDT) natrium diklofenak (Na-diklofenak) dengan kombinasi Avicel 102, sodium starch glycolate (SSG), dan manitol dengan sifat fisik tablet yang optimum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi Avicel 102, SSG, dan manitol yang menghasilkan FDT dengan sifat fisik optimum yaitu memiliki kekerasan yang baik, kerapuhan yang rendah, waktu hancur yang cepat, dan rasa yang manis. Penelitian dilakukan dengan metode mixture optimal design dan dianalisis menggunakan software Design Expert 13. Tablet dibuat dengan metode kempa langsung. Keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, dan tanggap rasa digunakan sebagai respons pada penentuan formula optimum. Formula optimum FDT Na-diklofenak yang didapatkan adalah formula dengan proporsi Avicel 102, SSG, dan manitol berturut-turut adalah 19,24%, 1,56%, dan 57,2% dari total bobot tablet dengan desirability 0,383. Respons prediksi formula optimum yang didapatkan untuk sifat kekerasan, kerapuhan, waktu hancur dan rasa tablet, berturut-turut adalah 3,4 kg, 0,023%, 94 detik dan rasa tablet yang manis namun kurang dapat menutupi sempurna rasa pahit Na-diklofenak.