Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Spatial Analysis to Mitigate the Spread of Covid-19 Based on Regional Demographic Characteristics Mochamad Firman Ghazali; Anggun Tridawati; Mamad Sugandi; Aqilla Fitdhea Anesta; Ketut Wikantika
Forum Geografi Vol 35, No 1 (2021): July 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v35i1.12325

Abstract

COVID-19 is currently the hot topic of discussion by scientists because of its ability to quickly spread, in line with everyday human activities. One of the environmental factors related to climatic parameters, such as the air temperature, contributed to the spreading of COVID-19 in the last four months. Its distribution ability is no longer local as it successfully halts the important activities in many countries globally. This study aims to explain the opportunity of geospatial analysis in handling the COVID-19 distribution locally based on the characteristics of demographic data. Various data, including the confirmed positive for COVID-19, age-based population, and Landsat 8 satellite imagery data were used to determine the spatial characteristics of the COVID-19 distribution per September 2020 in Bandung, Indonesia. An inverse distance weighted (IDW), Moran's I index and local indicator spatial association (LISA), and a proposed ratio of the elderly population against the population with confirmed positive for COVID-19 (CoVE) were used as the approach to determine its distribution characteristics. The information derived from Landsat 8 satellite imagery, such as the residential area, surface temperature, and humidity based on the supervised classification, land surface temperature (LST), and the normalized difference water index (NDWI) was used to perform the analysis.  The results showed that the positive population of COVID-19 was concentrated in Bandung city. However, with a Moran's I value of 0.316, not all are grouped into the same category. There are only 8, 2, 5, and 3 districts categorized as HH, HL, LL, and LH. However, the areas with a large or small number of elderlies do not always correlate with the high number of confirmed positives for COVID-19. There are only 3, 1, and 3 districts classified as HH, HL, and LL. They were represented by the values of Moran's I, for about 0.057. The positive relationship between confirmed positive for COVID-19 and the built-up area, surface temperature, humidity, and the elderly population based on the coefficient of determination (R2) were 0.03, 0.28, 0.25, and 0.019, respectively. The study also shows that the vulnerability of those areas is relatively low. The study shows that the vulnerabilities in these areas are relatively low and the recommendation for COVID-19 widespread mitigation has to consider the demographic characteristics precisely in the large scale social restrictions (LSSR).
PENDAMPINGAN PEMETAAN KUALITAS SAWAH BERSAMA KELOMPOK TANI UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI PADI BERDASARKAN KONDISI pH TANAH Mochamad Firman Ghazali
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v6i2.344

Abstract

Kegiatan pemetaan kondisi sawah di Desa Kediri, Gadingrejo, Lampung merupakan hal yang penting bagi para petani. Hal tersebut berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat terutama yang bermata pencaharian sebagai petani. Untuk memaksimalkan produksi padi selain dengan upaya pemberdayaan petani juga diperlukan pemantauan dan pemetaan lahan sawah. Salah satunya dengan adanya pemantauan dan pemetaan tingkat kemasaman (pH) tanah pada lahan sawah. Pengabdian ini bertujuan untuk memetakan kondisi lahan dan tingkat kemasaman (pH) area sawah yang terletak di Desa Kediri. Manfaat dari kegiatan ini dapat membantu petani untuk mempersiapkan lahan sawahnya agar pertumbuhan padi pada masa tanam baik sehingga bisa mendapatkan hasil panen yang optimal. Sehingga pendapatan para petani di Desa Kediri bisa meningkat dibandingkan dengan sebelumnya.
Analisis Geospasial Kasus Stunting menggunakan Artificial Neural Network (ANN) di Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu-Lampung Mochamad Firman Ghazali; Araneta Aqzela; Christas Gracia; Raudya Santy Febriningtyas; Dewi Wijayanti
Majalah Geografi Indonesia Vol 37, No 1 (2023): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.70474

Abstract

Abstrak.Tingginya prevalensi stunting dipicu oleh kurangnya kualitas hidup balita di awal pertumbuhannya. Hal ini dapat berpengaruh pada rendahnya kualitas sumberdaya manusia dari banyak generasi penerus bangsa. Kajian stunting secara spasial menggunakan artificial neural network (ANN) bertujuan untuk mengetahui pola spasial dan prediksi tingkat kerawanan di wilayah lain di sekitarnya. Analisis dilakukan berdasarkan kondisi sosial-ekonomi dan budaya dari orang tua balita penderita stunting yang diperoleh dari wawancara, diolah dengan inverse distance weighted (IDW) dan diintegrasikan dengan hasil olah citra satelit Landsat 8 OLI-TIRS, berupa percent building density (PBD), land surface temperature (LST), normalized difference water index (NDWI), soil adjusted vegetation index (SAVI), dan normalized difference built-up index (NDBI). Model ANN dijalankan dengan metode back propagation, variasi jumlah hidden layer sebanyak 3, 5, dan 7, dengan variasi input prediksi mampu menghasilkan variasi distribusi stunting dan tingkat akurasinya. Berdasarkan nilai root mean square error (RMSE), bertambahnya jumlah hidden layer dan variasi input prediksi berkontribusi untuk menghasilkan akurasi hasil prediksi lebih baik, yakni 68%-93%. Secara spasial, keduanya secara langsung menjelaskan juga perubahan distribusi pola spasial kerawanan stunting di keseluruhan wilayah studi.   Abstract. Lower toddler's life quality triggers the high prevalence of stunting at the beginning of their growth. This factor can affect many future generations' low quality of human resources. Studying stunting spatially using an artificial neural network (ANN) aims to determine the spatial pattern and predict the level of vulnerability in other surrounding areas. The analysis was carried out based on the socio-economic and cultural conditions of parents of children with stunting obtained from interviews, processed by inverse distance weighted (IDW) and integrated with the results of Landsat 8 OLI-TIRS satellite imagery, in the form of percent building density (PBD), land surface temperature (LST), normalized difference water index (NDWI), soil adjusted vegetation index (SAVI), and normalized difference built-up index (NDBI). The ANN model is run using the back propagation method, with variations in the number of hidden layers as many as 3, 5, and 7, with variations in predictive input capable of producing variations in the stunting distribution and the level of accuracy. Based on the value of the root mean square error (RMSE), the increasing number of hidden layers and variations in input predictions contribute to producing better prediction accuracy, which is 68%-93%. Spatially, both directly explain the changes in the distribution of the spatial pattern of stunting susceptibility in the entire study area. 
KARAKTERISTIK FENOLOGI PADI DI PESISIR LAMPUNG TIMUR MENGGUNAKAN DATA CITRA SATELIT SENTINEL-1 Choirunnisa Salsabila; Mila Aulia; Lauditta Zahra; Ni Made Mega; Ananda Dermawan; Mochamad Firman Ghazali
Gunung Djati Conference Series Vol. 18 (2023): Prosiding Seminar Nasional Biologi (SEMABIO) Tahun 2022
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.977 KB)

Abstract

MENGENALKAN RESIKO DARI INTRUSI AIR LAUT MELALUI PEMETAAN PARTISIPATIF MASYARAKAT PESISIR Mochamad Firman Ghazali; Choirunnisa Salsabila; Ananda Dermawan; Lauditta Zahra; Mila Aulia; Ni Made Mega Meliana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v7i1.374

Abstract

Intrusi air laut atau masuknya air asin ke dalam tanah merupakan ancaman lingkungan bagi masyarakat pesisir. Fenomena tersebut akan menyebabkan tercemarnya air tawar, tanah, dan vegetasi yang berada di sekitar garis pantai. Salah satu masyarakat yang terkena dampak buruk dari adanya intrusi air laut adalah petani. Tingginya kadar garam pada lahan sawah akan mengakibatkan terganggunya pertumbuhan padi dan mengurangi jumlah gabah, dan produksi padi per ha. Petani di Desa Sriminosari dan Margasari, Labuhan Maringgai, Lampung Timur memanfaatkan lahan di sekitar pesisir pantai sebagai lahan sawah, hal tersebut berpotensi tercemar oleh intrusi air laut. Maka dari itu kegiatan ini bertujuan untuk memetakan intrusi air laut dan produktivitas padi di Desa Sriminosari dan Margasari. Lahan di Desa Sriminosari dan Margasari memiliki nilai salin (%0 sebesar -0,531 – 0,92. lahan sawah di kedua desa tersebut juga tercemar intrusi air laut dengan tingkatan sedikit parah dan cukup parah. Sawah yang dekat dengan tambah memiliki nilai intrusi yang lebih tinggi. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap produktivitas lahan sawahnya. Selain itu, produktivitas lahan sawah juga dipengaruhi oleh jenis pengairan pada lahan sawah. Hal itu ditunjukkan dengan Desa Margasari yang memiliki tingkat produktivitas lahan sawah yang lebih tinggi dibandingkan dengan Desa Sriminosari.
Perubahan Distribusi Spasial Permukiman dan Relasinya Terhadap Pertumbuhan Penduduk di Kota Bandar Lampung Debora Ika Wulansari; Mochamad Firman Ghazali; Armijon Armijon
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i1.6173

Abstract

Kota Bandar Lampung merupakan kota dengan pertambahan penduduk yang cukup tinggi. Pada tahun 2011 sampai 2020 penduduk bertambah sebanyak 164.660 jiwa atau meningkat 19.01%. Akibatnya, Kota Bandar Lampung membutuhkan lahan untuk permukiman. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan distribusi permukiman dan relasinya dengan pertumbuhan penduduk di Kota Bandar Lampung. Pengamatan dilakukan menggunakan data Landsat 8 OLI/TIRS tahun 2013, 2016, 2019, dan 2021 dengan metode Object-Based Image Analysis (OBIA) untuk mengetahui perubahan distibusi permukiman dan relasinya dengan pertambahan penduduk dianalisis dengan analisis regresi, yang kemudian di autokorelasi dengan software GeoDa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Bandar Lampung dari tahun 2013 sampai tahun 2021 mengalami perubahan permukiman dengan pertambahan luas sebesar 32,93 km2. Kategori Kecamatan yang mengalami perubahan permukiman sangat cepat terjadi di Kecamatan Kemiling, Rajabasa, Sukarame, Sukabumi dan Panjang, dengan peta autokorelasi High-Low di Kecamatan Tanjung Karang Pusat dan Low-Low di Tanjung Karang Timur. Relasi perubahan permukiman dan pertumbuhan penduduk paling kuat hubungannya terdapat di Kecamatan Teluk Betung Barat, Kecamatan Sukabumi, Kecamatan Panjang, Kecamatan Bumi Waras, Kecamatan Tanjung karang Pusat, Kecamatan Enggal, Kecamatan Kedaton, dan Kecamatan Way Halim, dengan peta autokorelasi High-High terletak di Kecamatan Sukabumi dan Kecamatan Kedamaian.
BIVARIATE MAPPING BASED ON STUDENTS SPATIAL PREFERENCES IN THE SELECTION OF STUDENTS DORMITORY IN BANDAR LAMPUNG CITY Rachmawati Fitri Oktaviani; Mochamad Firman Ghazali; Armijon Armijon
Journal of Engineering and Scientific Research Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Lampung Jl. Soemantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung, Indonesia 35141

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jesr.v5i1.106

Abstract

Boarding houses or better known as boarding houses are one of the choices of residence for overseas students from outside the island or outside the city who are studying at a university. Most students who choose a boarding house as a place to live, consider cost savings and flexible rental times. The need for boarding houses is very necessary for students. The purpose of this study is to determine the strategic location of the boarding house to be inhabited based on its main preferences. In this study, the data collection technique was in the form of distributing questionnaires, in which the distribution of this questionnaire was allowed to fill in unila students. And this research uses Geoda to generate LISA maps and uses Qgis to generate bivariate maps. The results of this study are that Kampung Baru and Kampung Baru Raya are the places where most students choose boarding houses based on the distance factor and also the rental price factor for boarding houses per year. There are 25 students who choose the location of the boarding house with the campus and the price is relatively cheaper